The Love Story of Kinanti & Kinoy

The Love Story of Kinanti & Kinoy
episode 42. Penjemputan paksa untuk Kinoy



*****


Vita pun mengirim lokasi di mana toko Kinanti itu berada. Lalu Ayahnya Kinoy membaca pesan itu dan mengarahkan semua anak buah nya untuk menjemput paksa Kinoy. Ayahnya Kinoy mencoba mengirimkan alamat tersebut untuk anak buahnya. Ayahnya Kinoy mengatakan kepada anak buahnya, jika Kinoy tidak mau di ajak pulang dengan baik-baik, maka mereka harus memaksa Kinoy untuk pulang kerumah.


"Kring..kring..kring" ponsel Pak Herlambang berbunyi.


Lalu Pak Herlambang mencoba membuka pesan itu.


"O..rupanya dari Vita. O..oh rupanya di situ alamat toko, itu!" pekik Pak Herlambang.


Lalu Pak Herlambang mendatangi semua anak buahnya yang berada di teras rumah.


"Perhatian, semuanya! kalian harus menjemput tuan muda di toko oleh-oleh itu. Jika dia tidak mau di ajak pulang dengan, baik-baik, maka kalian harus mengajak nya pulang dengan paksaan! mengerti, semua!" ujar Pak Herlambang.


"Siap, boss! mengerti, boss!" sahut anak buahnya.


Lalu berangkatlah, semua anak buah dari Pak Herlambang itu. Sebelum pergi, Pak Herlambang mengirimkan lokasi toko tersebut.


Semua anak buahnya pun pergi, menuju toko Kinanti. Sesampainya di sana, para anak buah Pak Herlambang pun menghampiri Kinoy. Semuanya berjumlah 6 orang. Semuanya berpakaian hitam dan berkacamata. Mereka juga berpakaian rapi seperti mata-mata saja.


Kinoy pun terkejut, dengan kedatangan semua anak buah Ayahnya.


"Kalian, ngapain di sini?" tanya Kinoy.


"maaf, tuan muda, kami di suruh boss besar untuk menjemput tuan pulang ke rumah" bujuk orang itu.


"Tidak! aku tidak akan pulang! biarkan lah aku di sini menemani Kinanti!" pinta Kinoy dengan menolak ajakan untuk pulang.


"Tidak bisa, tuan muda!.l boss besar menginginkan tuan untuk pulang. Kalau tidak, kami akan paksa tuan muda untuk pulang!" kecam orang itu.


"Tidak!" bantah Kinoy menolak ajakan untuk pulang.


Lalu para anak buah Ayahnya itu, menarik tangan Kinoy dan memaksanya untuk pulang. Namun Kinoy menolak ajakan itu. Semakin Kinoy menolak ajakan itu, maka para anak buah Ayahnya pun juga ikut marah. Terjadilah perkelahian antara Kinoy dan para anak buah Ayahnya.



Maka Kinoy pun kalah. Nenek Biyah pun mendatangi Kinoy yang berkelahi.


"Sudah ! sudah cukup! jangan di teruskan lagi berkelahi nya. Jangan berkelahi di depan toko Nenek, kasian pelanggan toko ini, kabur gara-gara kalian," larang Nenek Kinanti.


Kinanti pun datang menghampiri Kinoy.


"Kinoy, sebaiknya kamu ikut mereka pulang. Siapa tahu, Ayahmu membutuhkanmu!" bujuk Kinanti.


"Iyala, pulang lah, Nak. Ayahmu mencarimu" ucap Nenek Kinanti.


"Baiklah, Nek!" sahut Kinoy.


Lalu kinoy berpamitan kepada Nenek dan Kinanti. Kinoy pun memberikan kunci motornya kepada salah satu anak buah ayahnya. Dan ia pun pulang ke rumah dengan menaiki mobil hitam milik Ayahnya.


Di tengah jalan, salah satu anak buah, itu menelpon boss besar.


"Halo, boss! kami berhasil menjemput tuan muda Kinoy!" ujar anak buah itu.


"Baiklah! suruh dia menghadap saya di ruangan saya!" perintah Pak Herlambang.


"Siap, boss!"


Salah satu anak buah ayahnya itu, mengatakan sesuatu kepada Kinoy.


"maaf, tuan muda. Boss besar, menyuruh tuan, untuk menghadap boss besar di ruangannya".


"baiklah!"


"Papah, ini ngapain nyuruh aku pulang? pake di jemput paksa kaya, gini lagi!" keluh Kinoy dengan perasaan kesal.


~🌹BERSAMBUNG🌹~