The Love Story of Kinanti & Kinoy

The Love Story of Kinanti & Kinoy
episode 73 Menyelidiki siapa pelakunya



Keesokan harinya, saat mereka semua hadir di ruang makan untuk sarapan. Ibunya terlihat kebingunan saat melihat Ayah dan Anak tidak biasanya tak bertegur sapa saat sarapan. Ibu pun menyapa.


"Hai, Kinoy..kamu mau sarapan roti apa nasi goreng?" tanya Ibu.


"Emm..nasi goreng aja, Mah" sahut Kinoy.


"Papah, mau sarapan apa?" tanya Istrinya.


"Terserah Mamah aja, deh!" sahut Pak Herlambang.


Ibu melihat mereka makan sambil berpaling muka. Ibu pun bertanya.


"Pah..Kinoy..kenapa kok kalian saling membuang muka. Ada apa? apa kalian bertengkar lagi?" tanya Ibu.


Mereka masih berdiam tak mau bicara apapun. Ibu pun mulai kesal.


"Oke..kalau kalian masih nggak mau bicara, lebih baik Mamsah pergi aja!" gertak Ibu mulai ngambek.


Kinoy pun berkata.


"jangan, Mah..iya Kinoy ngomong. Kinoy kesal Mah, sama PApah!" sahut Kinoy.


"Mengapa kok bisa begitu?"


"Ya..Kinoy kesal aja Mah, Papah itu selalu menginginkan Kinoy supaya bertunangan dengan Vita dan meninggalkan Kinanti!"


"Kinanti? siapa itu Kinanti?"


"Ya pacar Kinoy lah Mah, siapa lagi?" ketus Kinoy.


Ayahnya berdiri dan berkata dengan nada keras.


"Kinoy..PApah tidak mau tau, kamu harus deket lagi dengna Vita. Demi bisnis Papah!"


Lalu Kinoy pun terdiam sejenak berpikir.


"Papah, nyuruh aku dekat lagi dengan Vita. Gimana,ya..Demi mengungkap siapa pelaku di balik kecelakaan itu, terpaksa deh aku berpura-pura untuk baik dengan Vita" ucap Kinoy dalam hati.


Kinoy pun berkata.


"Baiklah..jika itu mau nya Papah, Kinoy mau kok dekat lagi dengan Vita"


"Apa! kamu mau dekat lagi, dengan Vita?" tanya Ayahnya dengan perasaan penuh kegembiraan.


"Iya, Kinoy mau!" sahut Kinoy kembali meyakinkan Ayahnya.


Ibu pun merasa aneh dengan sikap Kinoy. Ingin rasanya bertanya, namun tidak jadi.


"Aneh..tadi berantem dan tidak mau menyetujui yang di suruh Papahnya, tapi ini kok malah mau menyetujuinya. Ada apa sih sama Kinoy?" tanya Ibu dalam hati.


Setelah Kinoy selesai sarapan, Kinoy pun pamit keluar untuk pergi ke rumah Vita.


"Mah..Kinoy pamit dulu, ya!" ucap Kinoy sambil sambil bersalaman kepada Ibu.


"Ke rumah Vita, Kinoy mau ngajak Vita Jalan-jalan" sahut Kinoy.


"Ah, yang benar kamu. Papah bahagia sekali mendengarnya!" sahutAyahnya.


"Iya, bener kok. Kinoy mau jemput Vita. Mau ngajaknya jalan-jalan" jelas Kinoy.


Lalu Kinoy pun bersalaman dan pamit Kepada Ayahnya. Kinoy pun ke kamar untuk mengambil kunci motornya. Kinoy pun berjalan menuju garasi. Kinoy pun menghidupi motornya. Ia memakai helm dan sarung tangan berwarna hitam.


Sebelum ia pergi. Ia berkata.


"Aku akan selidiki, siapa pelaku yang telah menabrak Kinanti pada malam itu. Walaupun harus berpura-pura baikk pada Vita, agar aku bisa mengetahui siapa pelakunya" ujar Kinoy.


Kinoy pun segera pergi menuju rumah Vita. Tak berapa lama kemudian Kinoy pun sampai di depan rumah Vita. Satpam pun membuka pintu pagar untuk Kinoy. Kinoy segera masuk.


Kinoy pun menghampiri Pak Satpam dan bertanya.


"Pak, Vita nya ada?"


"Ada, Den di dalam"


"Terima kasih ya, Pak"


"Iya, sama-sama ,Den"


Lalu Kinoy pun berjalan menuju pintu depan.


"Ting..nong..ting..nong!" bel berbunyi.


Kinoy masih berdiri di depan pintu.terdengar suara dari dalam rumah.


"Iya..tunggu sebentar!"


Ternyata itu adalah suara dari Ibunya Vita. Beliau pun langsung membuka pintu. Ia terkejut yang di depan pintu adalah Kinoy.


"Maaf, tante..apa Vita nya ada?" tanya Kinoy.


"Oh..iya ada..Bentar ya, tante panggilkan dulu" balas Ibunya Vita.


"Vita..Vita! ke sini, Nak. Nih ada Kinoy datang!" kata Ibunya memanggil Vita.


Vita yang mendengar Ibunya memanggil karena Kinoy mencarinya. Ia pun panik. Ia mengira bahwa Kinoy sudah mengetahui dirinya yang menabrak Kinanti.


"Aduuh..Kinoy! aduh gimana nih, kalo seandainya Kinoy tau bahwa akulah pelaku penabrakan itu. Aduuh gimana, ya" ucap Vita merasa takut ketahuan Kinoy.


Ia pun berkata.


"Iya, Mah bentar lagi kok!"


~BERSAMBUNG~