The Love Story of Kinanti & Kinoy

The Love Story of Kinanti & Kinoy
episode 53.Kinanti di landa dilema



Airmata mengalir membasahi pipinya. Ia bingung harus memilih yang mana. Antara Kinoy dan Nenek, keduanya memang sangat berarti untuk hidupnya.



Ia menangis sambil memandangi surat itu. Tiba-tiba Ayahnya Kinoy bertanya kepada Kinanti sambil melepaskan ikatan tangan Kinanti.


"Bagaimana, kamu setuju?" tanya ayah Kinoy sambil memberikan bolpoin kepada Kinanti.


Kinanti menanda tangani surat itu. Lalu Pak Herlambang pun, mengambil surat itu.


"Begitu dong! kamu harus bisa menjauhi Kinoy, jika masih mendekati Kinoy berarti kamu siap, Nenekmu yang akan menggantikan posisimu di sini!" ucap Pak Herlambang sambil memandangi surat itu.


"Lalu, apakah saya bisa bebas dari sini?" tanya Kinanti.


Lalu, Pak Herlambang pun memanggil semua anak buahnya.


"Bowo! Joni! sini!"


"I..iya boss"


"Kalian lepaskan anak ini. Dan kalian antarkan pulang"


"Loh, kok di bebaskan, boss?"


"Nggak usah banyak tanya!"


"I..iya, boss"


Laly Kinanti pun akhirnya di bebaskan, setelah itu Kinanti memegang tangan Pak Herlambang


"Terima kasih, Om. Karena, Om membebaskan saya"


Pak Herlambamg pun menaruh tangannya ke bahu Kinanti sambil membuat Kinanti berdiri.


"Iya, tapi saya akan suruh anak buah saya untuk memantau kamu, jika kamu masih mendekati Kinoy, kamu akan tanggung sendiri akibatnya!"


"Iya, Om..saya akan lakukan apa yang di suruh Om, tapi jangan libatkan neynek di masalah ini!"


"Baiklah, surat ini saya pegang sebagai jaminannya"


"Bowo!..joni!.."


"Iya, boss"


"Kalian pantau anak ini, jangan sampai dia berani mendekati tuan muda Kinoy, mengerti!"


"Iya, mengerti boss!"


"Ya sudahlah, silahkan kalian antarkan, anak ini pulang"


"Tapi awas kamu,mengatakan kejadian ini kepada siapapun, jika kamu berani mengatakannya bukan hanya di sekap, Nenek mu pun akan saya habisi!"


Kinanti pun hanya menggangguk kepalanya. Kinanti bersama kedua anak buah Pak Herlambang pun, meninggalkan gubuk tua itu. Kedua anak buah Pak Herlambang itu pun membawa Kinanti masuk ke dalam mobil.


"Ayo, naik ke mobil"


"I..iya" sahut Kinanti sambil menangis.


Kemudian Kinanti pun meninggalkan tempat itu. Sementara itu Pak Herlambang pun, menghubungi Pak Bambang.


"Halo, Pak Bambang..ini saya Pak Herlambang"


"Iya, ada apa ya"


"Ini lo..bagaimana pertunangan kedua anak kita di percepat saja"


"Oh iya bagus itu, Pak"


"Bagaimana besok malam saja,kebetulan besok, Vita sedang merayakan ulang tahun!"


"Iya, bagus sekali itu, Pak!"


"Iya nanti saya, akan mengatakan hal baik ini bersama Kinoy dan Ibunya"


"Iya, selamat siang, Pak!"


"Selamat siang juga, Pak!"


Pak Herlambang pun menutup dan mengunci gubuk tua itu. Setelah itu kembali ke mobil. Saat di dalam mobil, beliau sangat bahagia sekali.


"Yes, akhirnya bisa juga membuat Kinoy bertunangan dengan Vita"


Pak Herlambang pun menelpon Kinoy, agar mempersiapkan kado untuk Vita.


"Halo..Kinoy"


"Iya, Pah, ada apa?"


"Apa, kamu masih bersama Vita?"


"Iya..Kinoy memang hersama Vita, memang ada apa, Pah?"


"Eh..nggak papa sih" sahut Pak Herlambang.


PakHerlambang tidak jadi menyuruh Kinoy untuk mempersiapkan kado ulang tahun,untuk Vita. Jika mengatakannya sekarang, mungkin Kinoy tidak mau datang Ke acara tersebut.


"Eh, nanti sajalah mengatakannya jika aku mengatakannya sekarang, mungkin nanti Kinoy tidak mau datang ke acara ulang tahun Vita" gumam Pak Herlambang dalam hati.


Hatinya begitu bahagia, setelah memisahkan Kinanti dan Kinoy. Dan membuat hubungan baru anaknya bersama Vita. Ia sangat senang sekali melihat anak miskin itu merana dalam cintanya.