
*****
Setelah mereka sampai sekolah, mereka pun berdiri di lapangan. Kepala sekolah bahkan guru-guru yang lain pun berkumpul di lapangan. Mereka ingin berkumpul dan membubarkan kegiatan tersebut. Tidak ketinggalan juga mereka berdoa kepada tuhan. Bersyukur atas kegiatan tadi yang berjalan dengan lancar, walaupun ada satu kejadian yang hampir membuat salah satu muridnya celaka.
Karena adanya kejadian seperti itu, membuat Ibu kepala sekolah ingin menyetop kegiatan tersebut.
"perhatian untuk semua murid! untuk kegiatan camping hari ini, kita bubarkan. Mari kita berdoa kepada tuhan yang maha esa. Kita bersyukur kegiatan hari ini berjalan dengan lancar. Walaupun salah satu teman kita ada yang mengalami kecelakaan di tempat tersebut. beruntung masih bisa di selamatkan. Untuk menjaga keselamataan semua peserta dan panitia. Maka dari ini kegiatan camping kita resmi Ibu hentikan! sampai batas waktu yang di tentukan, agar tidak ada lagi kejadian seperti tadi" ucap Kepala sekolah.
"perhatian semuanya, siap! balik kanan! bubar jalan!" perintah Pak guru membubarkan semua murid.
Kemudian, Kinoy pun membantu Kinanti menuju parkir motor. Ia ingin mengantarkan Kinanti berobat.
"bebs..sini biar aku bantu kamu agar cepat sampai di parkiran motor" tegur Kinoy.
Kinanti hanya tersenyum saja mendengar Kinoy memanggilnya dengan sebutan bebs. setelah sampai di parkiran motor, lalu Kinoy mengambil motornya dan membawa Kinanti pergi.
Kinanti, terkejut saat di tengah jalan. Ia merasa jalan menuju rumahnya sudah terlampau jauh terlewati. Ia bertanya kepada Kinoy.
"sayang..kamu nggak lupa kan sama jalan rumah aku ? menurut ku, kok kita kelewatan ya? sebenarnya kita ini mau kemana sih?" tanya Kinanti dengan penuh keheranan.
"tenang aja. Jangan berpikiran macam-macam ya. Pokoknya ada deh" sahut Kinoy.
"tapi...kamu nggak ngajak aku ngapa-ngapain kan?" tanya Kinanti dengan penuh resah dan gelisah.
Kinanti merasa resah, gelisah bahkan khawatir, dengan Kinoy. Ia takut kalau Kinoy membawanya di suatu tempat dan ingin berbuat macam-macam dengannya.
"akhirnya sudah, sampai juga.Ayo bebs, turun! luka kamu akan di obati, biar Nenek di rumah nggak terlalu khawatir sama kamu" kata Kinoy sambil membantu Kinanti turun dari motor.
Lalu mereka berdua pun masuk ke dalam puskesmas. Setelah selesai di obati, Kinanti tidak sepenuhnya bisa berjalan normal. karena luka lecetnya yang berada di kaki bagian lututnya masih terasa sakit.
Setelah itu, Kinoy oun membawa kinyanti untuk pulang ke rumah. Setelah sampai di rumah, Kinoy pun membantu Kinanti berjalan menuju depan pintu. Kinoy pun mengetuk pintu.
"tok..tok..tok."
"siapa?" tegur Nenek Biyah.
"ini, Kinanti, Nek" sahut Kinanti.
Nenek membuka pintu. Nenek terkejut saat melihat Kinanti berjalan sambil di bantu Kinoy. Nenek pun mulai panik dan bertanya.
"astaga, Kinanti..kamu kenapa ini cu?"
"nggak kok, Nek, ini cuma nggak sengaja Kinanti jatuh " dalih Kinanti yang berbohong menyembunyikan kejadian yang sebenarnya.
Lalu Nenek mempersilahkan masuk. Kinoy pun di suruh Nenek untuk membawa Kinanti ke dalam kamar. Sesudah masuk ke kamar, Kinanti pun di rebahkan di atas kasur, dengan posisi kaki lurus.
Nenek pun memanggil Kinoy. Nenek pun mengucapkan terima kasih atas perhatiannya Kinoy, sebagai temannya Kinanti. Nenek merasak Kinoy adalah anak yang baik hati.
~🌹BERSAMBUNG🌹~