
🥀🥀🥀🥀
Dalam pelukan itu Kinoy berkata.
"Kamu bukan sekedar pilihan hatiku, namun Kamu adalah prioritas yang selalu aku butuhkan dalam hidupku layaknya nafas" ucap Kinoy sambil mengelus dan membelai rambut Kinanti.
Kinanti pun membalasnya dengan mengatakan.
"Tolong jangan pergi lagi dariku, karena ku tak sanggup kehilanganmu. Mungkin kehilanganmu itu sama halnya kehilangan gairah untuk hidup. Tak ada lagi penyemangat untuk hidup,"
Mereka pun berpelukan sambil memejamkan mata untuk menikmati rasa cinta di antara mereka. Kinoy pun bertanya kepada Kinanti tentang perasaannya saat mereka sempat terpisah.
"Bagaimana perasaanmu saat melihat aku bertunangan dengan Vita?" tanya Kinoy.
Kinanti pun melepaskan pelukan itu sambil duduk di atas kasur rumah sakit.
"Emm..kamu mau tahu apa yang ku rasakan saat itu?" tanya Kinanti pada Kinoy.
Lalu Kinoy pun mendekati Kinanti dan duduk di samping Kinanti. Kinanti pun meletakkan kepalanya pada pundak Kinoy. Baru hendak mengatakannya, entah mengapa airmatanya tiba-tiba menetes, Kinoy pun yang melihat itu langsung menghapus airmata itu dan mulai bertanya.
"Hei..Sayang..kok menangis?"
"Hatiku serasa sakit saat menyaksikan itu. Airmataku berjatuhan membasahi pipi. Ku hanya bisa menangisi dirimu, tak mampu berkata-kata. Ingin rasanya aku memelukmu untuk terakhir kalinya sebelum Kamu menjadi miliknya, namun ku tak bisa. Memandangmu pun aku tak mampu..apalagi untuk menghampirimu untuk mengatakan ucapan selamat!"
Kinanti mengatakan hal itu sambil menangis. Ia tak sanggup untuk menahan beban di hatinya. Kinoy pun mengusap airmata Kinanti dan kembali memeluknya.
"Sayang..udah jangan menangis lagi..karena aku di sini hanya untukmu dan cintaku ini hanya milikmu!"
"Aku sangat mencintaimu..entah mengapa aku begitu mencintaimu..jangan tanya seberat apa cintaku ini, sebab kamu pasti sudah tahu jawabannya. Bahkan cintaku ini aku mampu rela mati demi kamu," ucap Kinanti.
"Iya sayang..aku percaya dengan cinta tulusmu!" sahut Kinoy.
Lalu Kinoy mendekati Kinanti sampai wajah mereka berdekatan. Tangan Kinoy merengkuh pinggang Kinanti membawa Kinanti semakin dekat dengannya. Kinoy mulai mengusap pipi Kinanti yang mulus. Dan dengan perlahan Kinoy memberikan First Kiss untuk Kinanti. Dan di ikuti oleh kedua lengan Kinanti melingkari belakang kepala Kinoy. Kinanti mengalungkan kedua lengannya di belakang kepala Kinoy.
Setelah selesai first kiss Kinoy mulai mengambil tangan Kinanti dan menggenggamnya sambil berkata.
"Aku hanya untukmu dan hanya di milikimu. Tak ada cinta lain di hatiku, cuma kamu seorang, trust Me!"
Kemudian Kinoy mulai mencium tangan Kinanti. Ia juga mencium kening Kinanti. Saat Hari mulai malam. Tiba-tiba suster datang untuk memberikan makan. Karena makan dan minum obat sudah tiba.
"Permisi! maaf, Mas..Pasien harus makan dan minum obat!" tegur suster.
"Oh, iya sus!" sahut Kinanti.
Kinoy pun berdiri dan menghampiri suster itu.
"Maaf, suster saya aja yang memberi Kinanti makan dan minum obat!" ucap Kinoy.
"terima kasih, Sus!"
Setelah suster itu keluar. Kinoy pun menyuapi Kinanti makan. Dengan pelan-pelan ia menyuapi Kinanti. Bahkan ia membuat lelucon hingga Kinanti kembali tersenyum dan tertawa.
mereka penuh canda dan tawa.
🥀🥀🥀🥀
Tak lama kemudian handphone Kinoy berdering. Ternyata ibunya menghubunginya.
"Kring..kring..kring!"
"Siapa, itu?angkat saja telponnya" kata Kinanti.
"biasa! ini Nyokap yang nelpon."
"Iya, ini mau di angkat juga telponnya"
"Iya, halo, Mah! ada apa?"
"Kamu..dimana, Nak?" tanya ibu.
"Maaf, Mah, Kinoy lupa mengatakannya. Kinoy sedang di rumah sakit untuk menjenguk Kinanti,"
"Oh..gitu! kapan kamu pulang?"
"Kayanya, besok pagi deh, Mah Kinoy pulangnya. Karena Kinoy uadah janji untuk menemani Kinanti di rumah sakit,"
"Oh..ya sudah jaga dirimu baik-baik, ya Nak!" ujar Ibu.