
🥀🥀🥀🥀
Hari itu adalah hari sabtu pada saat Kinoy menjemput Kinanti untuk berangkat sekolah bersama, Kinanti ingin sekali mengatakan kepada Kinoy tentang dirinya yang ingin meminta untuk membebaskan Vita.
Kinoy dan Kinanti pun masuk ke dalam mobil Kinoy. Hari itu Kinanti yang meminta Kinoy memakai mobil saja untuk menjemputnya, karena ada yang ingin di bicarakan dirinya saat di jalan.
Saat berada di mobil Kinanti pun mulai gelisah, ia memainkan jarinya. Ia sungguh gelisah saat akan mengatakannya. Kelakuan dirinya yang sangat gelisah itu di perhatikan Kinoy dari tadi, Kinoy pun mulai bertanya.
"Sayang..kamu kenapa?" tanya Kinoy sambil membelai rambut Kinanti.
"Emm..gimana, ya ngomongnya!" kata Kinanti sambil menggigit kukunya.
"Apa ada yang ingin kamu katakan?katakanlah?" ucap Kinoy sambil membelai rambut Kinanti.
"Sayang..aku mau ngomong sama kamu, tapi kamu jangan marah, ya?" kata Kinanti.
"Ngapain aku marah.."
"Sayang..bisakah kita bebaskan Vita? lagi pula dia kan masih sama kita yang ingin bersekolah?" pinta Kinanti sambil bersandar kepada Kinoy.
Kinoy pun berhenti mendadak. Kinoy sangat terkejut.
"Apa?"
"Iya, kita bebaskan saja dia."
"Apa kamu lupa bahwa dia sudah jahat sama kamu!" kata Kinoy.
"Iya, aku tau! tapi..dia kan sepupu ku juga dan cucu kandung, Nenek juga?"
"Iya, aku juga tau. Tapi apa kamu tahu bahwa aku sudah susah payah untuk mencari bukti kejahatan Vita. Segampang itu kamu mau membebaskan dia?"
Kinoy pun menjadi sangat marah pada Kinanti.
"Sayang..kamu itu jangan terlalu baik sama dia," ucap Kinoy.
"Sayang..bisa nggak sih kamu jangan terlalu bodoh!" kata Kinoy sambil marah.
"Sayang..percayalah Vita nggak bakalan bikin masalah lagi.."
"Sudahlah..masalah ini nanti saja Kita bahasnya saat pulang sekolah saja! sekarang waktunya kita pergi sekolah dulu!" ujar Kinoy membelai rambut Kinanti.
Lalu tanpa berkata iya, Kinanti pun menganggukan kepalanya. Kinoy pun segera melanjutkan perjalanannya.
Tak berapa lama kemudian mereka pun akhirnya sampai di sekolahan.
Rupanya Dina dan Amel tidak ada kapoknya untuk mengejek Vita. Mereka memasang foto Vita yang memakai baju tahanan. Kinanti pun menghampirinya.
"Kinanti menampar pipi Dina. Dina pun terkejut.
"Eh..Ngapain kamu tampar aku?"
"Kamu kaget ya.." kata Kinanti.
"Kinoy..coba kamu lihat pacarmu ini! kenapa dia menampar aku? apa salahku?" rengek Dina berpura-pura.
Kinoy pun langsung menarik tangan Kinanti.
"Ikut, aku! aku mau ngomong sebentar" kata Kinoy.
Sepertinya Kinoy marah sekali dengan Kinanti. Kinanti pun merasa kalau Kinoy sedang marah dengsn dirinya. Sesekali Kinanti melirik ke arah wajah Kinoy. Namun wajah itu tidak ada tersenyum sedikit pun padanya. Yang ada hanya raut muka yang sangat marah.
Kinoy pun menghempaskan tangan Kinanti dan berkata.
"Sayang..kamu nih apa-apaan sih? kamu udah terlalu! kamu tuh bukan seperti Kinanti yang biasanya! kenapa sih kamu itu sering emosi. Coba jelasin sama aku kenapa kamu bisa sekasar itu sama Dina?" tanya Kinoy sambil memegang kedua bahu Kinanti.
"Sayang..aku itu nggak seperti apa yang kira..aku itu cuma kesel aja ngeliat kelakukan Dina dan Amel terhadap sahabatnya sendiri yaitu Vita!" kata Kinanti.
"Tapi kamu tidak perlu berbuat sekasar itu kan?" tanya Kinoy kembali.
"Mungkin menurut kamu itu hal yang wajar. Namun menurutku hal itu tak baik untuk dilakukan oleh seorang gadis cantik yang sebaik kamu!" ucap Kinoy kembali.