The Love Story of Kinanti & Kinoy

The Love Story of Kinanti & Kinoy
episode 84.Vita di tangkap Polisi



🥀🥀🥀🥀


Ayah Vita tersenyum kepada Kinoy dan berkata.


"Tampan sekali.."


" Iya, tampan sekali..seperti Ayahnya!" puji Ibu Vita.


"Ah, Jeng ini, bisa aja!" sahut Ibu Kinoy.


Hampir setengah jam kedua orang tua mereka berbincang-bincang. Lalu ayahnya Kinoy bertanya pada Ayah Vita.


"Vita nya mana, Pak?" tanya Ayah Kinoy.


"Oh, iya saya lupa!" ujar Ayah Vita.


Lalu Ayah Vita memanggil Vita.


"Vita Anggreini..ke sini Nak.." panggil Ayahnya.


"Iya, Pah..!" sahut Vita.


Vita pun keluar dari kamar. Vita berjalan pelan-pelan menuruni anak tangga satu per satu. Semua tamu yang ada pun terpesona dan terpukau akan kecantikan Vita tapi Kinoy tak sedikit pun terpesona. Kinoy malah gelisah kapan penangkapan Vita terjadi.


Berjalan pelan-pelan sambil tersenyum kepada Kinoy, ia berharap Kinoy akan tertarik padanya.Ia tersenyum pada Kinoy, namun Kinoy hanya membalas dengan sedikit tersenyum.


Betapa senangnya Vita, saat melihat Kinoy tersenyum padanya walaupun hanya sedikit tersenyum. Di pikirannya Kinoy sudah tertarik padanya.


Sementara itu, Pak polisi dan anak buahnya mulai berdatangan di rumah Vita. Pak satpam sang penjaga rumah pun datang dan bertanya kepada para Polisi itu.


"Pak ada apa ini? mengapa kalian datang ke sini?" tanya satpam sang penjaga rumah itu.


"Maaf, Pak kami hanya ingin memeriksa sesuatu saja. Kami tidak akan mengganggu acara di sini!"


"Tap..tapi, Pak!"


"Bolehkah, kami masuk dan memeriksa sesuatu? kami janji tak akan membuat keributan di sini!" ucap Pak polisi.


"I..iya Baiklah, Pak! Silahkan masuk.." balas Pak Satpam sang penjaga rumah Vita.


Pak Polisi dan para anak buahnya pun masuk. Suasana di luar rumah itu pun tampak sepi karena hampir semua tamu berada di dalam rumah.


Satu persatu Para polisi itu masuk dan mulai memeriksa. Mereka mulai memeriksa beberapa benda di sana. Lalu mereka mulai memeriksa mobil hitam yang di pakai pelaku untuk menabrak Kinanti.


Tak berapa lama polisi pun mulai menemukan ternyata mobil itu memang ada bercak darah yang tertinggal di mobil. Pak polisi itu melaporkan kepada komandannya.


"Lapor, Komandan! ternyata memang benar ada bercak darah yang tertinggal di mobil hitam itu!"


"Baiklah..sekarang kita mulai penangkapan terhadap pelakunya"


Lalu sementara Pak polisi menyiapkan rencana penangkapan Vita. Vita yang berada di dalam rumahnya pun tidak menyadari bahwa hari itu bukanlah hari bahagianya tetapi hari itu adalah awal dari kehancuran dalam hidupnya. Ia yang menanam kejahatan,ia pula lah yang memanen dari benih kejahatan itu.


Ayahnya Kinoy berkata.


"Ini dia bidadari kita sudah datang!"


"Mari sini, Nak!" panggil Ayahnya.


"Iya, Pah!"


Vita pun menghampiri ayahnya. Ayahnya merangkul Vita dan mengatakan sesuatu kepada semua tamu yang ada.


"Perhatian untuk semua tamu yang hadir pada acara malam ini. Mari kita mulai pertunangannya Vita dan Kinoy"


"Kinoy mana cincinnya?" tanya Ayahnya.


"Iya, ada Pah, di saku celanaku!" sahut Kinoy.


Lalu Kinoy mulai mendekati Vita dan mengeluarkan Cincin yang tersimpan di saku celananya. Vita mulai mengulurkan tangannya, dan Kinoy pun telah siap memasangkan cincin di jari Vita.


Detik demi detik saat Kinoy hendak memasangkan cincin di jari Vita. Dan cincin itu hampir terpasang di jari manis Vita, tiba-tiba Pak Polisi datang dan mengancungkan senjata pistolnya ke arah Vita.


🥀🥀🥀🥀


Semua orang yang berada di dalam rumah tersebut terkejut, saat pak polisi mulai datang dan menghentikan acara pertunangan itu.


Pak polisi mulai mengarahakan anak buahnya untuk menangkap Vita Anggreini.


"Ayo tangkap perempuan itu!" perintah Pak Polisi.


Pak polisi mulai menangkap Vita. Vita sangat terkejut dengan penangkapan yang dilakukan polisi.


"Pak! ada apa ini? aku nggak bersalah! aku nggak bersalah! lepasin aku..! lepasin aku!" teriak Vita yang meronta-ronta.


"Pak, ada apa ya? kenapa Bapak menangkap anak saya? apa salahnya?" tanya Pak Bambang Ayah Vita.


"Kami melakukan penangkapan terhadap saudari Vita Anggreini, ini bukti suratnya!" ujar Pak Polisi.


Pak Bambang pun mengambil surat itu dan mulai membacanya. Betapa terkejutnya beliau saat membaca surat penangkapan itu.isi surat itu tercantum bahwa Vita Anggreini anak nya terbukti bersalah atas kecelakaan yang di alami Kinanti Larasati.


" Apa ini! tidak mungkin Pak!" ucap Ayahnya Vita.


"Bapak jangan asal tangkap kalau Bapak nggak buktinya!" pungkas Pak Bambang Ayahnya Vita.


"Maaf, Pak! kami tidak asal tangkap orang kalau tidak memiliki bukti yang kuat" balas Pak polisi.


"Apa ini, Pak? anakmu melakukan hal kriminal sekeji itu! sungguh saya kecewa!" ucap Pak Herlambang ayah Kinoy.


Lalu tangan Vita keduanya di borgol oleh Polisi. Polisi ingin membawa Vita keluar, tetapi sang Ibu menahannya. Lalu ibunya bertanya kepada Vita.


"Vit, jawab pertanyaan Mamah! Apa benar kamu yang dengan sengaja perempuan yang bernama Kinanti itu?"


Lalu Vita berlari dan bersujud kepada ibunya.


"Maafin Vita, Mah..maafin Vita! Vita khilaf, Mah,"


"Udah, Pak tangkap aja dia!" ketus Kinoy.


"Mamah..kecewa sama kamu, Vit!" sahut Ibunya sambil menangis.


"Ini semua pasti gara-gara Kinoy, kan? dia yang udah ngerencanain ini semua!" ucap Vita dengan penuh amarah.


"Asal kamu tahu ya! bukan cuma aku saja yang melakukan hal jahat seperti itu! Ayahmu juga ikut terseret dalam masalah ini!" pungkas Vita.


"Apa! kamu jangan asal ngomong!" sahut Kinoy mulai tersinggung.


"Kalau tidak percaya, tanya saja sendiri sama ayahmu, bahwa ayahmu pernah menjadi otak dalam penculikan Kinanti beberapa waktu lalu!"


"Bohong Kinoy! i..tu semua bohong! ia mencoba memfitnah Papah" sahut Ayahnya Kinoy mulai gelagapan.


"Ayo, Om jujur saja, mumpung kita semua di sini!" ujar Vita.


"Apa?" Kinoy merasa terkejut.


"Nggak mungkin! Papahku nggak mungkin ngelakuin hal selicik itu" kata Kinoy yang tidak percaya.


"Ayo Om, coba jujur kalau tidak Vita yang jujur deh! semuanya chat-an kita masih tersimpan di handphone Vita, Om.!"


Semua tamu yang ada di sana mulai merasa tidak senang berada di acara tersebut.Mereka banyak yang memilih kembali pulang ke rumah.


"Udah, Pak..bawa saja Vita, dia udah memfitnah ayah saya!" ketus Kinoy.


Pak polisi hendak membawa Vita, namun Vita mengatakan kepada Pak Polisi.


"Stop, Pak! kalau Bapak tidak percaya, Bapak boleh kok cek chat-an saya bersama, Om Herlambang di whatsaap milik saya" ujar Vita sambil menyerahkan handphone miliknya untuk di cek.


Pak polisi itu juga mengambil handphone milik Vita dan mulai mengecek nya. Ternyata yang di katakan oleh Vita itu benar.


"Lapor, Komandan! ternyata isi percakapan yang ada di Handphone ini memang benar" kata Pak Polisi kepada atasannya.


🌺Bersambung🌺