The Love Story of Kinanti & Kinoy

The Love Story of Kinanti & Kinoy
episode 60. Galau



Sesaat Kinanti masuk ke dalam rumah. Kinanti pun menutup pintu tanpa melihat wajah Kinoy sekalipun. Hatinya begitu sakit, saat dirinya terpaksa mengatakan hal yang bisa membuat ia dan Kinoy menjadi menderita.


"Maafin aku, Kinoy! maafin aku..


aku terpaksa mengatakannya, kita harus bisa saling menjauh. Sebenarnya aku juga tidak menginginkan semua ini terjadi, tetapi aku sudah berjanji kepada Ayahmu, untuk segera menjauhi dirimu!" Kinanti sambil menangis di depan pintu.


Kinanti pun berlari menuju kamar tidurnya. Saat itu Nenek sedang duduk di atas kasurnya sambil membaca buku tentang agama. Kinanti berlari masuk ke kamar dan menutup pintu kamarnya.


Ia menghempaskan diri di atas kasur. Ia rebahan di atas kamur dengan posisi tengkurap. Ia menangis dan terus menangis. Lalu secara tiba-tiba Kinoy berkata.


"Kinanti..Kinanti!"


Namun Kinanti hanya menangis di dalam kamar. Ia tidak menjawab ketika Kinoy memanggilnya. Kinoy pun berbalik arah dan pergi meninggalkan rumah Kinanti. Kinoy pun merasa sedih dan kecewa dengan Kinanti.


"Aku sudah berjanji kepada Om Herlambang, untuk segera menjauhimu!" kata Kinanti sambil menangis.


Kinanti duduk dan mengambil sebuah bingkai foto mereka berdua. Kinanti adalah korban dari keegoisan orang tua Kinoy. Gara-gara keegoisan orang tua Kinoy, ia dan Kinoy menjadi menderita. Kinanti tidak ingin Neneknya tahu semua permasalahannya.


"Terpaksa, kisah ini kita korbankan. Aku nggak mau Nenek ikut terseret dalam masalah ini. Aku harus bisa menghadapi semua masalah ini dengan sendiri, walaupun hati ini menangis. Aku harus kuat! aku berusaha tegar dalam menghadapi masalah ini. Keadaan mengharuskan aku kuat, walaupun aku merasa nggak mampu!" rintihan dari hati Kinanti.


Kinoy pun pulang ke rumah dengan menaiki motornya. Dengan perasaan sedih bercampur kesal, ia pun akhirnya sampai di rumah. Ayahnya sedang menunggunya di ruang tamu bersama Vita.


"Aku, pulang!" ucap Kinoy sambil membuka pintu pintu.


"Kinoy..darimana saja kamu? sejak tadi Vita menunggumu di sini?" tegur Ayahnya sambil menarik tangan Kinoy.


Namun, Kinoy marah dan langsung berjalan menuju kamarnya.


"Lepaskan!" ucap Kinoy dengan kasar.


Ayahnya pun segera memanggilnya, dengan sangat marah.


Kinoy langsung naik anak tangga menuju kamarnya di atas. Kinoy tak menghiraukan Ayahnya yang memanggilnya. Kinoy pun menutup pintu dengan kencang.


Ibunya pun yang berada di dapur, langsung menghampiri suaminya.


"Ada apa sih, Pah?" tanya Ibu.


"Itu, si Kinoy anak kesayangan Mamah" keluh Ayahnya.


"Sepertinya, dia sedang marah. Apa yang terjadi? kok Kinoy begitu marah sekali?" pikir Ibu.


"Oh, ya udah, Om. Sepertinya Kinoy sedang banyak masalah. Aku permisi pulang aja deh, ya Om! takut ganggu Kinoy" kata Vita.


"Oh, begitu ya! ya udah deh. Salam buat orang tuamu ya!" sahut Pak Herlambang.


"Iya!" balas Vita.


Lalu Vita pun pulang. Ayahnya merasa marah sekali dengan Kinoy.am Ayahnya pun menghampirinya.


"Kinoy! kamu nih apa-apaan sih. Kok bersikap begitu sama Vita!"


"Papah yang apa-apaan! pasti Papah kan yang udah paksa Kinanti, untuk menjauhi aku kan?" bentak Kinoy dengan penuh emosi.


"Kinoy! Kamu ini apa-apaan sih? tidak baik ngomong seperti itu sama Papah. IniI Papah kamu Lo?" tegur Ayahnya.


"Jawab aja, Pah? "


"Ngapain ayah paksa dia, lagi pula Papah kan nggak tau juga, mukanya seperti apa. Lagi pula kan Papah belum pernah bertemu dengan dia" dalih Ayahnya.