The Love Story of Kinanti & Kinoy

The Love Story of Kinanti & Kinoy
episode 85. Tertangkap nya Vita



🥀🥀🥀🥀


"Segera tangkap dia!" perintah Pak Polisi.


Polisi pun mulai menangkap Pak Herlambang dan memborgol tangannya.


Semua orang yang ada di dalam rumah tersebut pun hanya bisa terdiam seribu bahasa. Kinoy pun tak percaya dengan apa yang di katakan Pak Polisi dan Vita. Ia masih tidak percaya bahwa ayahnya yang telah menculik Kinanti waktu itu.


Kinoy mencoba bertanya pada ayahnya.Kinoy mulai memegang tangan Ayahnya dan bertanya.


"Pah, jawab Kinoy! Apa benar yang di katakan Vita itu? katakan, Pah! katakan.."


Ayahnya hanya terdiam saja. Lalu ibunya pun hanya bisa menangis tanpa berkata apapun.


"Mah, jawab Kinoy Mah, apa benar Papah yang telah menculik Kinanti?" tanya Kinoy.


"Jawab, Mah! Mamah jangan cuma diam aja!" keluh Kinoy sambil menggoyangkan badan ibunya.


Lalu Ibu pun berkata.


"Iya, Nak. Memang benar apa yang di katakan Vita, itu adalah suatu kebenaran. Sebenarnya Mamah sudah mengetahuinya, namun mamah tidak berani memberitahukannya. "


Kinoy pun terdiam tanpa berbicara. Ia begitu kecewa sekali, mulutnya terasa lemas tidak dapat berbicara. Lalu dengan tangan di borgol, Ayahnya pun menghampiri Kinoy dan meminta maaf.


"Kinoy..anakku! Maafin Papah, Nak! Papah telah berbuat jahat terhadap Kinanti. Maafin Papah!" Ayahnya sambil memohon kepada Kinoy.


Namun Kinoy terlanjur kecewa kepada ayahnya. Kinoy pun berkata.


"Papah selalu saja membanggakan Vita dan Papah selalu membenci Kinanti, hanya karena Kinanti adalah gadis miskin. Papah takut reputasi Papah akan jatuh saat orang-orang tahu bahwa Kinoy anak dari Pak Herlambang pemilik perusahaan berlian di Jakarta mencintai gadis miskin yang tak punya orang tua! iya, Pah? maka dari itulah Papah berusaha memisahkan aku dari Kinanti! dan Papah juga yang merencanakan penculikan Kinanti!" ucap Kinoy dengan penuh amarah.


"Maafin PApah, Nak!" kata Ayahnya.


Lalu Kinoy pun berkata kepada Ayah dan ibunya di saksikan oleh banyak orang.


"Asal kalian tahu bahwa saat itu Vita Anggreini yang memakai mobil hitam melaju dengan kecepatan tinggi, ia hendak menabrak aku. Karena saat itu Kinanti yang melihat pun langsung mendorongku, hingga terjatuh ke tepi jalan. Dan apa yang terjadi pada Kinanti? Kinanti menggantikan aku. Dia mengorbankan dirinya dan hidupnya demi menyelamatkan aku. Jika putri Om Bambang ini mencintaiku, apa bisa dia mengorbankan nyawanya untuk menyelamatkan aku? " tanya Kinoy.


Lalu Ayahnya terkejut dengan pernyataan Kinoy.


"Apa kamu bilang? kamu hendak di tabrak Vita?" tanya Ayahnya.


"Iya, Pah! untungnya Kinanti yang menyelamatkan aku, " sahut Kinoy.


"Saya nggak menyangka bahwa kamu jahat ini, Vita!" ucap Pak Herlambang.


"Ayo, bawa mereka ke kantor!" kata Polisi.


"Siap! baik Komandan!"


Lalu Vita dan Pak Herlambang pun di bawa ke kantor Polisi. Saat hendak membawa Vita dan Ayahnya Kinoy, tiba-tiba Vita berhenti dan mencoba merebut senjata pistol milik Pak Polisi. Ia hendak menembak Kinoy.


"Eits..!" tiba-tiba Vita mengambil pistol di saku celana milik polisi itu dan mencoba mendorong Pak polisi yang memegangnya. Para polisi yang lain pun segera mengancungkan pistol ke arah Vita, namun bukannya takut, Vita malah mengancam Polisi itu jika berani menembaknya, ia tidak akan segan untuk melukai Kinoy.


"Turunkan pistol kalian! jika kalian menembakku, aku tidak akan segan-segan untuk menembak Kinoy sampai mati!" kata Vita.


Para polisi pun mulai menurunkan pistolnya dan segera mengangkat tangannya ke atas.


🌺🌺🌺🌺


Vita pun kembali mengancungkan pistol ke arah Kinoy .


"Kinoy Prayoga! andai kamu tahu bahwa aku yang selama ini mencintaimu. Namun kamu cuma bisa mengacuhkan ku dan mulai mencintai Kinanti! mengapa kamu tak bisa mencintaiku seperti kamu mencintai Kinanti?"


kinoy pun menjawab.


"Kamu memang cantik! namun masalah perasaan tidak bisa di paksa. Aku dan Kinanti saling mencintai. Aku tidak bisa mencintaimu! walaupun aku tidak bisa mencintaimu, tetapi kita masih bisa berteman, kan?"


"Aku nggak butuh teman sepertimu! jika aku tidak bisa mencintaimu, maka Kinanti pun tidak bisa memilikimu! lebih baik kamu mati saja, Kinoy!" ucap Vita penuh kemarahan.


Vita pun siap untuk menembak Kinoy. Suasana di acara tersebut itu pun menjadi semakin menegangkan. Semua tamu pun mulai panik, beberapa tamu banyak yang pulang.


"Baiklah! jika itu maumu. Silahkan saja kamu tembak aku dan biarkan aku mati di hadapanmu!"


Dengan mata tertutup Vita pun siap menembak. Saat melihat itu, Ayahnya pun berlari mencoba menyelamatkan Kinoy. Ayahnya mendorong Kinoy hingga Kinoy terjatuh ke lantai.


"Dorkk! dorkk! Drokk!"


suara pistol itu pun berbunyi tiga kali. Yang tertembak adalah Pak Herlambang Ayah Kinoy, bukan Kinoy. Kinoy pun melihat ayahnya yang mencoba menyelamatkannya dari Vita pun berteriak.


"Papah.." kata Vita sambil berlari menghampiri Ayahnya.


Saat itu juga Vita pun di tangkap para polisi itu dan segera di bawa ke kantor polisi. Ibunya Kinoy pun segera berlari menghampiri suaminya.


"Mas Herlambang.. !" teriak sangat istri.


Ayah dan ibu Vita pun berlari menghampiri Pak Herlambang. Tamu-tamu pun berlari dan berteriak keluar, mereka pulang ke rumah.


Kinoy memeluk Ayahnya. Ayahnya mengalami luka tembak tepat di dadanya sebanyak tiga kali. Kinoy dan Ibunya pun menangis tersedu-sedu.


"Papah! maafin Kinoy! seharusnya A


Papah tak perlu menyelamatkan Kinoy. Cukup Kinoy aja yang tertembak!" ucap Kinoy sambil menangis.


"Mas Herlambang!" kata ibu memanggil sambil menangis.


"Ki..Kinoy..Papah meminta maaf..atas kesalahan Papah selama ini!" ucap Ayahnya dengan perkataan terbata,-bata.


"Iya, Pah Kinoy udah maafin Papah!" sahut Kinoy sambil menangis memeluk Ayahnya.


Ayah memegang tangan Kinoy.


"Kinoy..Papah minta kamu jaga Mamah baik-baik, ya! jangan buat Mamah muda menangis" kata Ayahnya.


"panggilkan ambulan!!" teriak Ibu Kinoy.


Lalu Ayah Vita pun segera menelpon ambulan. Ayah Kinoy memanggil ibunya Kinoy.


"Mah..Papah Minta maaf, ya! karena selama ini pernah marah-marah sama Mamah. Papah minta Mamah untuk bertemu Kinanti dan sampaikan permintaan maaf, Papah sama Kinanti!"


Tak berapa lama Kemudian mobil ambulan pun datang.


"Papah ingin kamu meneruskan perusahaan kita! Papah..pamit dulu ya, " ujar Ayah Kinoy sambil mata mulai terpejam.


Ayah Kinoy pun dinyatakan telah meninggal dunia. Kinoy dan Ibunya sangat terpukul sekali dengan kematian Ayahnya.


Kinoy pun berteriak memanggil Ayahnya.


"Papah..**Papah jangan tinggalin Kinoy. Kinoy masih membutukan kasih sayang** Papah" ujar Kinoy.


Lalu Kinoy pun mulai menyuruh Para petugas rumah sakit itu untuk membawa jasad Ayahnya.


Kemudian tanpa pamit kepada Orang tua Vita, Kinoy pun membawa Ibunya untuk pulang. saat hendak berjalan menuju pintu, Ibunya berbalik arah dan mengamuk dan mencoba memukul Pak Bambang.


"Gara-gara anakmu..suamiku menjadi meninggal..Dasar pembunuh! " teriak Ibu sambil menangis.


Kinoy pun menhampiri Ibunya dan membawa Ibunya pulang kerumah.


"Udah, Mah..Kita pulang ya..,Kita urus pemakaman Papah. Nggak usah marah-marah disini. Percuma, Mah. Itu nggak bisa menghidupkan Papah Kembali" bujuk Kinoy.


"Tapi Kinoy..!" sahut Ibunya.


"Sudahlah, Mah sebaiknya Kita pulang saja" bujuk Kinoy.


Lalu Kinoy dan Ibunya pun pergi meninggalkan kedua orang tua Vita berdiri sendiri di dalam rumah itu.


🌺Bersambung🌺