The Love Story of Kinanti & Kinoy

The Love Story of Kinanti & Kinoy
episode 28.Kinanti terperosok Ke dalam jurang.



*****


Hari pun semakin sore. Langit semakin mendung, hutan serasa semakin mencrekram. Sesaat ada suara-suara aneh di dalam hutan menambah suasana menjadi seram.


Kinanti, berteriak sekeras-kerasnya. Meminta pertolongan.


"tolong..tolong..tolong" teriak Kinanti.


Kinanti yang berpegangan erat dengan akar pohon yang ada di pinggir jurang. Sesekali ia menengok ke bawah. Betapa dalamnya jurang itu. Ia mulai berpikir macam-macam. Mungkinkah di jurang ini akhir dari hidupnya?atau kah ia akan terjatuh ke bawah, dan mungkin saja jika ia masih hidup, ia akan hidup dalam keadaan cacat.


Pikirannya sudah tak karuan. Badannya bergemetar karena ketakutan yang ia alami. Jurang itu dalam dan gelap.Jurang itu di penuhi dengan ratusan pepohonan. Mungkin jika ia terjatuh kedalam jurang itu ia akan mati, tanpa ada yang tahu.


Sedikit demi sedikit, ranting pohon itu hampir tercabut dari dalam tanah. Lalu ia berteriak lagi meminta pertolongan.


"tolong...tolong...tolong..siapa saja tolong aku" teriak Kinanti.


Tiba-tiba hujan pun turun dengan deras. Akar pohon itu pun menjadi licin saat di guyur hujan. Tangannya terasa tidak kuat lagi untuk berpegangan akar tersebut. Akar itu pun tidak kuat menahan beban berat tubuh Kinanti. Hampir saja ia terlepas dari akar tersebut.


Sementara itu, Kinoy yang sejak tadi berputar-putar mencari Kinanti. Namun hasilnya selalu nihil. Lalu Kinoy pun berdiam diri sesaat, ia menyesali keputusannya tadi, yang membuat Kinanti menghilang.


Saat merenungi sikap nya yang cenderung jahat kepada Kinanti. Tiba-tiba Kinoy mendengar suara jeritan minta tolong. Suara itu terdengar jelas.


"tolong..tolong..tolong" teriak Kinanti.


"Seperti ada yang minta tolong, seperti nya itu suara.." gumam Kinoy.


Kinoy pun bergegas mencari sumber suara itu. Sesekali ia pun berteriak memanggil nama Kinanti.


"Kinanti... Kinanti..Dimana kamu Kinanti.." teriak Kinoy memanggil Kinanti


Kinanti pun mendengar suara yang memanggil namanya. Namun ia terdiam sebentar mendengarkan suara itu. Sepertinya itu suara Kinoy.


Kinanti pun menyambut suara itu.


"Kinoy...Aku di sini, tolong aku!" sahut Kinanti dengan berteriak.


Lalu kinyoy yang nendengar suara Kinanti pun bergegas berlari mencari Kinanti. Akhirnya ia sampai di dekat jurang. Lalu Kinoy pun terhenti sejenak. Ia melihat di sekelilingnya, hanya pepohonan saja, dan ia pun kembali memanggil Kinanti. SaatdI guyur hujan yang sangat lebat sekali, ia tetap mencari Kinanti.


"Kinanti...Dimana kamu? kinanti...kamu dimana?" Kinoy berteriak sekeras-kerasnya.


Mendengar suara Kinoy, yang semakin dekat dengan posisinya. Kinanti pun berteriak meminta tolong.


"tolong...tolong..tolongin aku..Aku udah nggak kuat lagi" lirih Kinanti berteriak meminta pertolongan.


Kinoy yang mendengar pun bergegas mencari. Ia terkejut saat melihat ujung dari lokasi itu ada jurang yang sangat dalam. Tapi suara Kinanti berasal dari jurang itu. Lalu Kinoy pun bergegas menghampiri jurang itu. Sesampainya di ujung jurang itu. Ia terkejut melihat kiynanti terperosok ke dalam jurang. Kinanti berpegangan dengan akar pohon besar yang tertancap di pinggir jurang.


Lalu ia memanggil Kinanti dan berusaha menolongnya. Namun tanganya tak sampai meraih tangan Kinanti. Lalu ia pun mencari kayu atau pun akar pohon yang seperti rotan. Setelah menemukan akar yang seperti rotan. Di ambilnya akar itu dengan sebilah pisau kecil yang selalu di bawa Kinoy di kantong celananya.


"Kinanti..pegang tanganku" perintah Kinoy.


"nggak bisa, tangan mu nggak sampai mana mungkin bisa aku meraih tanganmu" keluh Kinanti.


"tunggu sebentar ya, aku mau cari tali dulu untuk menyelamatkan mu" sahut Kinoy.


"Iya, hati-hati!" ucap Kinanti


"iya" sahut kinoy sambil pergi mencari tali.


ia pun langsung menaruh akar itu di sebelah Kinanti. kinyoy pun memberi arahan kepada Kinanti.


~đź’•BERSAMBUNGđź’•~