The Love Story of Kinanti & Kinoy

The Love Story of Kinanti & Kinoy
episode 48. Pak Herlambang menemui Kinanti



*****


Pak Herlambang mencoba menelpon Kinanti. Beliau menginginkan Kinanti segera menjauhi Kinoy.


"Halo, apa ini Kinanti?"


"Iya, saya sendiri. Ini siapa ya?"


"Oh, saya Herlambang Ayahnya Kinoy. Saya mau mengajakmu bertemu, ada yang saya bicarakan sama kamu. Apa kamu bisa?".


"I ..iya bisa, Om. Kapan dan dimana?"


"Nanti sore. Tempat nya, nanti saya akan kirimi lokasinya.Tapi awas jangan sampai Kinoy tau, kalau Kamu betemu dengan saya!"


"Iya, Om"


Pak Herlambang menutup telponnya. Sesaat menutup telpon itu, Kinanti merasa bingung, mengapa Ayahnya Kinoy tiba-tiba menelpon dan mengajaknya bertemu. Padahal Ayahnya Kinoy sangat membencinya, hingga menyuruh anak buahnya untuk menghancurkan dagangan di tokonya.


"Kenapa ya, Ayahnya Kinoy tiba-tiba menelpon aku, dan kenapa dia mengajakku untuk bertemu, padahalkan dia benci sama aku dan Nenek?" pikir Kinanti.


Saat sore hari, Kinanti pun bersiap untuk pergi. Ia menerima pesan dari Pak Herlambang, bertemu di caffe yang jauh dari keramaian. Caffe itu terletak di belakang gedung perkantoran.


Kinanti pun segera berangkat. Ia pun pergi dengan menaiki ojek.


"Ojek, bang! bang bisa antarkan saya di alamat ini?"


"Oke, bisa Neng?"


Sesampainya di caffe itu, Kinanti segera berjalan menemui yayahnya Kinoy. Tetapi, sebelum itu ia membayar ongkos ojek itu terlebih dahulu.


"Bang, ini ongkosnya"


"Iya, Neng"


Kinanti pun pergi meninggalkan ojek itu. Ia kebingungan saat masuk ke dalam caffe itu.Tiba-tiba pelayan caffe itu menyapanya.


"Maaf, mba. Apa mba sedang menunggu seseorang, di sini?"


"Iya, mba".


"Oh, apakah mba sudah memiliki janji?"


"Iya"


"Atas nama siapa, mba?"


"Atas nama Pak Herlambang!"


"Oh, ada di meja VIP, mba"


"Kinanti Larasati!"


"Mari, saya antar mba menuju Pak Herlambang. Karena beliau sudah menunggu, mba"


"Iya"


Kinanti pun, segera menemui Pak Herlambang. Sesampainya di tempat itu. badannya serasa bergetar dan lemah karena takut di marahi oleh Pak Herlambang.


"Eh, Kinanti.."


"Sini, jangan berdiri di situ. Mari duduk"


"I..iya, Om"


"Ada yang ingin saya bicarakan sama kamu"


"Ada, apa ya, Om?" tanya Kinanti.


Sebelum Pak Herlambang, memulai bicaranya. Terlebih dahulu Pak Herlambang, mempersilahkan Kinanti makan, tapi dengan nada suara yang menyindir.


"Sebelum kita mengobrol. Ayo di makan, Jangan malu. Lumayan lo, kapan lagi kamu bisa makan seenak ini! lagi pula ini kan makanan mahal, pasti kamu tidak mampu membelinya!" ucap Pak Herlambang dengan menyindir Kinanti.


Kinanti pun memakan makanan itu. Dengan menahan emosi nya, Kinanti pun menikmati makanannya.


"Gitu, dong! kamu orang kampung jangan menolak kalo di suruh makan!" ujar Ayah Kinoy, kembali menyindir Kinanti.


Kemudian, Pak Herlambang memulai pembicaraannya.


"Apa, kamu masih berhubungan dengan anak saya?"


"Enggak, kok Om. Saya sudah melaksanakan perintah Om untuk menjauhi Kinoy"


"Bagus! tapi kenapa Kinoy masih bisa bertemu dengan, kamu lagi?"


"Ya..saya sudah mencoba untuk selalu menghindar. Bahkan saya mencoba membuat Kinoy benci sama saya. Namun dia masih saja mengejar saya, Om"


"Kau tinggakkan dia sekarang juga atau hudupmu akan lebih menderita lagi!" gertak Pak Herlambang.


"Tapi, Om. Saya dan Kinoy saling mencintai"


"Tidak, usah pakai tapi-tapian. Mulai sekarang kau jauhi dia, atau!"


"Berapa pun uang yang kamu minta, Om akan bayar. Atau kamu mau apa? katakanlah Om akan berikan, asalkan kamu tinggalkan dia!"


~•BERSAMBUNG•~