The Love Story of Kinanti & Kinoy

The Love Story of Kinanti & Kinoy
episode 65



Anton pun mengajak Kinanti untuk bersiap-siap pergi ke salon. Saat itu Anton menginginkan Kinanti untuk di make over.


"Kinanti..ayo ikut sama aku!" pinta Anton kepada Kinanti.


"Kemana?" tanya Kinanti.


"Pokoknya harus ikut!" sahut Anton.


"Aku, mau tau dulu..kamu ngajak aku kemana?" tanya Kinanti.


Kinanti pun bertanya kepada Anton, namun Anton menjawab dengan nada bercanda.


"Ada,vdeh rahasia!" jawab Anton.


Lalu Anton menarik tangan Kinanti untuk masuk ke dalam mobil. Setelah masuk ke dalam mobil, mereka pun langsung keluar dari parkir. Mereka pun keluar dari mall itu langsung menuju salon kecantikan.


Tak berapa lama kemudian, mereka pun sampai di tempat yaitu salon kecantikan.


"Loh! kita kok ke sini?" tanya Kinanti dengan penuh keheranan.


"Pokoknya ikutin aja" sahut Anton.


Anton pun mengajak Kinanti masuk ke dalam salon itu. Saat masuk karyawati salon itu menyambutnya dengan sopan.


"Silahkan masuk! Apa ada yang bisa kami bantu, mba?" tanya karyawati itu.


"Oh, mba..bisa nggak temen saya ini,vdi make over. Kalo bisa secantik-cantiknya" perintah Anton.


"Iya, silakan duduk dulu, mba!" sahut karyawati itu.


Kinanti pun duduk di kursi, menunggu para karyawati yang khusus melayani perawatan muka.


Setelah datang membawa peralatan, Kinanti pun mulai melakukan perawatan. Anton yang duduk di kursi pun kembali menghampiri Kinanti ia ingin mengatakan bahwa ia ingin pergi keluar sebentar.


"Kinanti..kamu di sini dulu, ya! aku sedang ingin pergi keluar untuk bersiap-siap" kata Anton.


"I..iya, baiklah.." sahut Kinanti.


Kinanti masih di dalam untuk melakukan perawatan dulu sebelum di make over. Jam menunjukkan jam lima sore. Anton pun pulang hanya untuk bersiap datang ke pesta ulang tahun Vita.


Anton menelpon Vita.


"Vit, aku datang bersama dengan Kinanti, mohon jangan di ganggu!" pinta Anton.


"Oh..jadi Kinanti jadi pasangan Kamu?" desis Vita.


"Ya, udah..aku nggak akan gangguin Kinanti!" sahut Vita.


Satu jam pun berlalu. Anton pun kembali ke salon kecantikan itu. Ia menunggu hasil make over Kinanti. Jarak antara arah rumah nya dengan salon itu, lumayan jauh. Jadi perlu waktu satu jam setengah untuk sampai ke salon itu.


Sesampainya di salon, Anton langsung masuk ke dalam ruangan itu. Ia melihat Kinanti baru selesai perawatan. kini Kinanti lagi memakai gaun itu. Setelah memakai gaun barulah Kinanti di make over.


Kinanti di dandani, tapi Kinanti tidak mau terlalu menor. Ia ingin di make up dengan make up natural, yang tidak terlalu menor. Karena ia masih belia.


Setelah di make up. Kinanti tampak cantik. Barulah rambutnya di dandani. Rambut Kinanti di buat seperti princes yang ada di tv. Rambutnya terikat dengan balutan ikat rambut dan jepit yang cantik.


Setelah selesai, Kinanti berdiri di depan cermin. Ia takjub dengan dirinya sendiri yang begitu cantik.


"Astaga..cantiknya aku!"


Pelayan salon itu pun keluar, Anton pun bertanya kepada pelayan itu.


"Bagaimana dengan penampilan Kinanti?" tanya Anton.


Tiba-tiba pelayan itu pun, memanggil Kinanti.


"Mba, Kinanti.." panggil pelayan itu.


Kinanti pun keluar dari ruang make up menuju tempat Anton. Kinanti berjalan pelan-pelan. Selangkah demi selangkah Kinanti berjalan sambil melihat ke arah bawah.


Saat Kinanti keluar, menampakkan diri setelah di make over.Anton merasa terkejut. Ia takjub melihat Kinanti yang begitu cantik. Kinanti cantik sekali, dengan balutan gaun berwarna pink dengan make up serta rambut yang di ikat.


Anton, melihat Kinanti dengan mata melotot tanpa berkedip sekali pun. Anton bengong melihat Kinanti yang begitu cantik.