The Love Story of Kinanti & Kinoy

The Love Story of Kinanti & Kinoy
episode 31



*****


Saat mereka berteduh di bawah pohon itu. Suasana di sana sangat dingin sekali. Dinginnya udara di sana menusuk ke tulang. Hingga bisa membuat diri menjadi beku. Hari semakin gelap, menambah rasa seram di malam itu, karena di malam gelap gulita itu, mereka hanya di temani puluhan pepohonan yang rindang dan besar-besar.



Ada rasa takut di hati mereka. Namun rasa kantuk itu tidak tertahankan lagi. Kinanti tidur lebih dulu di bandingkan Kinoy. Kinoy selalu menjaga Kinanti dengan baik. Saat malam sudah mulai larut, matanya pun juga sudah mulai menunjukkan rasa kantuk yang begitu kuat, sehingga mata nya tidak mampu begadang untuk menjaga Kinanti.


Akhirnya, Kinoy pun mulai tertidur. Ia tertidur dengan posisi badan bersandar kepada pohon, ia pun juga memeluk Kinanti yang sudah tertidur. Tidak di hiraukan lagi olehnya berbagai macam suara saat di tengah hutan itu. Mungkin rasa lelah dan mengantuk itulah yang membuat mereka larut dalam tidurnya.


Tidak ada pencahayaan lampu di sana. Kinoy dan Kinanti hanya di temani terangnya bulan dan api unggun saja. Api unggun lah yang membuat badan mereka tetap hangat saat tidur di luar tenda.


Mereka berdua tidur hingga pagi menjelang. Saat pagi menjelang Kinanti pun terbangun. Saat ia terbangun rupanya Kinoy masih tertidur dengan posisi setengah memeluknya. Kinoy memang lelaki yang baik.


Jika seandainya Kinoy adalah cowok yang jahat, tak akan Kinoy menjaganya hingga pagi datang. Pasti ia akan melakukan apa pun dengannya. Tapi karena Kinoy tulus mencintainya. Kinoy pun tidak mau merusak hidupnya.


Ia melihat Kinoy tertidur dengan tangannya masih menempel di badan Kinanti. Kinoy masih memeluk Kinanti. Ia berpikir bahwa Kinoy itu cowok yang bukan hanya ganteng dan keren, tetapi juga adalah cowok yang baik hati dan bisa menjaga Kinanti dengan baik tanpa harus memanfaatkan keadaan yang akan membuat merusak hidup Kinanti.


Kinoy juga adalah anak yang sedikit agak agamis atau cowok religius. Setiap Kinoy pergi ia selalu membawa alquran kecil dan tidak ketinggalan juga tasbih yang selalu di gantungnya di lehernya sebagai kalung.


Hidup Kinoy itu bersih dari hal-hal negatif. Walaupun Kinoy sering keluar malam-malam, tetapi ia masih mengutamakan agamanya di bandingkan anak jaman sekarang yang hobi terjerumus ke dalam dunia hitam pergaulan.


Saat Kinanti ingin memindahkan tangan Kinoy. Kinoy pun tiba-tiba terbangun dari tidurnya.


"Eh, Kinanti! Kamu udah bangun duluan?" tanya Kinoy sambil berusaha duduk.


"iya, baru aja juga bangun" sahut Kinanti.


Lalu Kinoy pun mengatakan kepada Kinanti bahwa mulai pagi ini dia akan mengajak Kinanti untuk pulang kembali ke tenda.


"udah pagi ya. Eh sayang, mumpung masih pagi nih. Kita jalan yuk! nanti biar cepet sampai ke tenda sebelum gelap" ujar Kinoy.


"iya, nih mumpung masih pagi. Secepatnya lebih baik kita berangkat, nanti keburu malam, seperti kemarin!" kata Kinanti.


"walaupun tidur di tengah hutan, tetapi kamu bahagia kan kalo deket sama, aku.." goda Kinoy.


"i..Ih. Kamu nih" ucap Kinanti manja.