The Love Story of Kinanti & Kinoy

The Love Story of Kinanti & Kinoy
episode 50 Kinanti di culik



*****


Keesokan harinya, Kinanti pun seperti biasa ia berangkat ke sekolah. Pagi-pagi sekali ia berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki. Ia tidak ada merasakan firasat apapun sebelumnya. Tiba-tiba saat berjalan hendak menuju pintu gerbang sekolah, ia di tangkap beberapa orang laki-laki yang berbaju serba hitam. Mereka menarik tangan Kinanti, dan membiusnya. Kinanti pun pingsan. Mereka pun memasukkan Kinanti ke dalam mobil.


Sebelum penculikan itu berlangsung Pak Herlambang menelpon anak buahnya yang lain. Beliau, menyuruh anak buahnya agar secepatnya menculik Kinanti. Setelah itu, mereka di suruh untuk membawa Kinanti di sebuah gubuk tua, yang berada di tengah hutan perbatasan Kota.


"Halo, saya ada perkerjaan penting untuk kalian.Tapi kalian harus melakukannya tanpa sepengatahuan Kinoy, mengerti!"


"Iya, mengerti boss!"


"Oh, ya jangan sampai Kinoy curiga!"


"Iya, siap boss!"


Dan semua anak buahnya, pun segera berangkat untuk melaksanakan tugas itu. Setelah mereka menculik Kinanti. Kinanti di bawa kesebuah gubuk di tengah hutan. Gubuk itu, jauh dari permukiman warga.



Salah satu lelaki itu, mengangkat tubuh Kinanti dan membawa Kinanti masuk ke dalam gubuk itu. Kinanti di dudukan di sebuah kursi, yang terbuat dari kayu. Tangan Kinanti, diikat dan mulutnya di tutupi dengan sehelai kain.


Lalu salah satu lelaki itu, pun kembali menelpon Pak Herlambang. Ia melaporkan bahwa gadis kampungan itu, sudah di bawa di sebuah tempat yang di suruh oleh Pak Herlambang. Ia juga mengatakan bahwa gadis itu terikat di sebuah kursi.


"Halo, boss! gadis kampungan itu sudah kami bawa di sebuah tempat seperti apa yang di suruh oleh, boss! kami juga sudah mengikatnya yang duduk di kursi"


"Siap, boss!"


Seperti biasa, saat Kinoy berada di kelas. Kinoy mencari-cari Kinanti. Ia merasa khawatir dengan keadaan Kinanti. Ia berbolak-balik mencari Kinanti, namun tak kunjung ada. Kinanti, tiba-tiba menghilang secara misterius. Dari pagi tadi, hingga pulang sekolah, Kinanti pun sama sekali tidak masuk sekolah hari ini.


Kinoy pun mulai mendatangi Kinanti di rumahnya. Kinoy pun menanyakan Kinanti Kepada Nenek. Saat itu, kebetulan Nenek sedang menyapu di halaman rumah.


"Assalamualaikum, Nek apakah Kinanti hari ini sekolah?" tanya Kinoy.


" Setahu Nenek, hari ini Kinanti sekolah. Seperti biasanya, memangnya kenapa?"


"Apa, Kinanti tidak sekolah hari ini?"


"Oh, nggak kok Nek, Kinanti sekolah kok tadi, mungkin saya tidak melihatnya saat di sekolah tadi!"


Kinoy pun kembali pulang ke rumah.s Sesampainya di rumah, Kinoy pun langsung menghubungi Kinanti, mulai dari telpon, SMS, hingga whatsaap. Namun nomor telpon Kinanti, selalu susah di hubungi.


Kinoy pun mulai khawatir. Ia tidak menceritakan kejadian ini kepada Nenek. Ia takut kalau ia ceritakannya, nanti Nenek akan terkejut bahkan pingsan karena terlalu khawatir terhadap Kinanti.


Lalu ia mencoba mencari Kinanti. Sebelum itu, ia masuk ke dalam rumah dan berganti pakaian. Setelah itu ia langsung pergi mencari Kinanti. Bibi, pembantunya pun berteriak sambil berlari,"Den..aden, makan dulu! nanti tuan marah, kalo aden tidak makan!"


Kinoy tidak memperdulikan perkataan Bibi. Kinoy tancap gas dan lalu pergi begitu saja, tanpa mendengar perkataan Bibi. Ia merasa ada sesuatu yang aneh dengan Kinanti, yang tiba-tiba menghilang begitu saja tanpa meninggalkan kabar.