The Love Story of Kinanti & Kinoy

The Love Story of Kinanti & Kinoy
episode 33.



*****


Kinoy pun kecewa melihat Kinanti menyembunyikan lukanya, Kinoy tidak memarahinya. Kinoy pun langsung menggendong Kinanti.


"ayo, naik di punggungku. Biar aku gendong kamu" kata Kinoy sambil membunggkukkan badannya.


"i..Ya.Tapi kamu nggak papa, aku kan berat" sanggah Kinanti.


"iya, nggak papa kok, ayolah!" bujuk Kinoy dengan penuh perhatian.


Kemudian Kinanti pun langsung naik di punggung Kinoy. Kinoy pun menggendong Kinanti, membawa Kinanti untuk berjalan menuju kembali ke tenda camping.


Kinoy adalah cowok yang romantis juga. keromantisan Kinoy dengan Kinanti, membuat yang melihat menjadi baper banget. Terlalu bawa perasaan akan keromantisan Kinoy dan Kinanti.


Lalu sejak sepanjang jalan, Kinanti hanya terdiam memikirkan kelakuan Kinoy tadi. Di sepanjang jalan, Kinanti terdiam diri, membungkam seribu bahasa. Ia memikirkan sifat dan perilaku Kinoy.


"Kinoy adalah cowok ganteng, keren dan gaul. Ia juga orang yang berada. Kata orang, cowok-cowok yang ganteng seperti itu, adalah cowok yang hanya memikirkan penampilan dan kekayaannya saja, tetapi juga memiliki sifat buruk, jauh dari baik, seperti angkuh, merasa jijik jika berteman dengan orang-orang miskin seperti aku. Tetapi Kinoy berbeda dengan perilaku cowok yang kebanyakannya." gumam Kinanti dalam hati


lalu Kinanti, bertanya kepada Kinoy. Karena ia tidak tega melihat Kinoy menggendong dirinya yang lumayan berat.


"sayang, apa kamu capek? jika kamu capek, nggak papa kok,turunin aja aku di sini, kita jalan kaki sama-sama." kata Kinanti sambil tangannya memeluk Kinoy.


"iya, nggak papa kok sayang. Aku masih kuat kok" sahut Kinoy.


"oh..Ya sayang, terima kasih ya. Karena kamu udah tolongin aku" ucap Kinanti .


"i love you,sayang" ucap Kinanti.


"i love you too" balas Kinoy kembali.


Sementara itu di kejauhan, saat di tenda kemah.vSemua orang yang ada di situ merasakan gelisah dan khawatir. Karena Kinanti yang tiba-tiba hilang dari rombongan. Kini Kinoy juga ikut menghilang saat mencari Kinanti.


Para guru dan teman -teman yang lain juga ikut mengkhawatirkan keduanya. Mereka bukan cuma khawatir, tetapi juga takut kalau terjadi sesuatu dengan keduanya.


Semua mengkhawatirkan keduanya, namun Vita bukannya ikut mengkhawatirkan Kinanti dan Kinoy, ia hanya mengkhawatirkan Kinoy saja. Vita sangat gelisah sekali, ia takut kalau seandainya Kinoy dan Kinanti bertemu, pasti mereka udah kembali bersama lagi.


"aduh..Kalau Kinoy bisa menemukan Kinanti gimana,ya" gumam Vita sambil berjalan mondar mandir tidak karuan rasa.


"jika, seandainya Kinoy datang untuk menyelamatkan Kinanti ,terus mereka bisa balikan lagi dong. Dan usaha aku selama ini sia-sia dong" gerutu Vita dengan perasaan gelisah dan takut.


Vita merasa takut sekali jika Kinoy dan Kinanti kembali bersama lagi, merajut tali kasih. Bukan cuma itu saja Vita juga semakin membenci Kinanti. Dengan marahnya utu,ia berkata.


"masa, Kinanti yang norak dan kampungan itu bisa di cintai Kinoy sih.P adahal kan mereka berdua dari kalangan yang berbeda.Nggak kaya aku cantik, modis, dan kaya raya, i...Ih, nggak cocok banget deh" omel Vita dengan semakin marah.


Lalu dua orang temannya pun, datang dan memberikan nasehat.


"udah lah Vit, mungkin kali ini kamu harus terima kenyataan. Bahwa yang kamu inginkan, tidak semua harus kamu miliki" kata Dina.


"nggak! nggak akan ku biarkan dia bersama Kinoy" ucap Vita dengan semakin marah dan dendam.