
*****
Kini Kinoy akhirnya pun sampai di depan tenda guru. Ia memanggil Pak guru dan teman yang lain, untuk membantu Kinanti.
"Pak.. Pak guru.Teman-teman..!" teriak Kinoy Dengan kencang.
Lalu guru-guru, beserta teman-teman yang lain pun datang.
"iya, ada apa Kinoy, kamu kok teriak-teriak begitu" sahut Pak guru sambil keluar dari tenda.
Pak guru pun keluar dari tenda, begitu pula dengan guru-guru yang lain. Mereka semua terkejut saat melihat Kinoy datang bersama Kinanti. Kinoy datang dengan menggendong kinanti.
Lalu Ibu guru pun datang dan mengatakan sesuatu.
"astaga,kinanti.Kamu dari mana saja.Semua orang khawatir sama kamu".kata ibu guru.
Lalu Kinoy menurunkan Kinanti. Kinoy pun membopong Kinanti duduk di atas kursi lipat milik Pak guru. Lalu Kinoy pun menjawab pertanyaan yang di layangkan Ibu guru untuk Kinanti.
"begini, bu tadi saat saya berkeliling mencarinya, saya mendengar ada suara orang berteriak minta tolong, terus saya cari dimana sumber suara itu, eh ternyata sumber suara itu ada di dalam jurang" Kinoy untuk menjelaskan.
"ternyata suara teriakan minta tolong itu adalah Kinanti, Bu. Ia terjatuh ke dalam jurang. Untung saja dia berpegangan pada akar pohon, kalau tidak nggak tau deh Bu, nasib nya kaya apa" desis Kinoy.
"ini kenapa Kinanti nggak bisa berjalan normal?" tanya Ibu guru.
"sebenarnya Bu, dia menyembunyikan luka nya itu Bu. Dia berpura-pura tidak terluka, padahal terjatuh ke dalam jurang itu pasti badan penuh luka-luka" ujar Kinoy sambil mengadu kepada Ibu guru.
Lalu Ibu guru mulai memeriksa seluruh tubuh Kinanti. Saat hendak memeriksa Kinanti, Ibu guru menyuruh Kinanti untuk masuk ke tenda. Karena kinanti tidak bisa berjalan, maka Ibu guru menyuruh Kinoy untuk membopong Kinanti dan membawanya ke dalam tenda Ibu guru.
"maaf, bu saya ngaak bisa jalan. Kaki saya sakit Bu" kata Kinanti.
Setelah Kinoy mengantarkan Kinanti, kemudian Kinoy pun pergi menuju sungai, karena ia hendak mandi, membersihkan diri dari lelahnya mencari Kinanti.
Saat Kinoy selesai mandi, kini Kinoy bergegas untuk menemui Kinanti yang kini di obati oleh Ibu guru. Tiba-tiba Vita datang dan menghampiri nya. Vita mengatakan bahwa ia ikut khawatir dengan keadaan Kinanti, namun Kinoy, terlanjur marah besar dengan Vita.
"Kinoy, aku sejak semalam mengkhawatirkan keadaan Kinanti. Kinanti nggak papa kan?" kata vita berpura-pura khawatir.
"kamu,i tu nggak usah berpura-pura khawatir sama Kinanti, ini semua adalah rencana kamu kan. Kamu merekayasa perselingkuhan Kinanti dan Anton agar aku memutuskan kintanti kan!" kata Kinoy dengan sangat marah.
Lalu Vita pun menjawab, semua tuduhan kinoy.
"iya, itu semua adalah rencanaku.Tapi itu kulakukan karena aku sangat mencintaimu, sungguh mencintaimu" kata dengan tangannya memegang bahu Kinoy.
"kan sudah aku katakan padamu, bahwa aku itu nggak cinta sama kamu. Aku cintanya sama kinanti. Aku menganggap kamu cuma teman dan itu nggak lebih" Kinoy dengan tegas.
"sungguh kamu wanita yang sangat licik.Kau di butakan oleh cintamu, sehingga menghalalkan berbagai macam cara untuk mendapatkan apa yang kamu inginkan.Tetapi kau perlu ingat bahwa jika cinta tak harus memiliki" kata Kinoy.
"sudahlah, aku mau pergi dulu.Eh satu lagi. Awas jika kamu masih mengganggu Kinanti lagi, aku nggak akan tinggal diam" bentak Kinoy.
Lalu Kinoy pun pergi meninggalkan Vita. Vita pun semakin marah.
"kinoy..Kinoy.I..Iih Kinoy.." panggil vita.