The Love Story of Kinanti & Kinoy

The Love Story of Kinanti & Kinoy
episode 69 Vita menabrak Kinanti



Anton dan Kinanti pun menghampiri Vita. Mereka berdua memberikan kado serta mengucapkan selamat ulang tahun pada Vita.


"Selamat ulang tahun, ya Vita!" ucap Anton dan Kinanti.


"Iya, terima kasih!" sahut Vita.


Pak Bambang dan istrinya mengatakan sesuatu.


"Hai..teman-teman, Vita! selamat datang di acara ulang tahun Vita!"


"mari, kita mulai sekarang acaranya!" ujar orang tua Vita.


Acara pun di mulai semua orang pada berbahagia sambil menyanyikan lagu ulang tahun. Kinoy di paksa Ayahnya untuk tetap setia berada di dekat Vita. Semua pun berbahagia. Saat acara tiup lilin, Vita pun menatap semua tamu dengan rasa bahagia. Sesudah acara tiup lilin, kini giliran acara potong kue.


Kinanti berada di samping Anton, menatap Kinoy dengan penuh rasa. Menahan airmatanya yang hampir terjatuh.


Saat semua bernyanyi potong kue, Ayahnya nya menyuruh potongan kue pertama di berikan kepada orang yang dekat dengannya.


"Vita..potongan pertama kamu berikan kepada orang yang deket sama kamu!" suruh Ayahnya Vita.


Kemudian Vita, memotong kue. Dan potongan pertama di berikannya kepada Kinoy. Namun Kinoy menolak karena Kinoy menginginkan potongan pertama itu di berikannya kepada orang tuanya saja.


"Potongan kue yang pertama ini..ku berikan pada, Kinoy..!"ucap Vita.


"Lebih baik, kamu berikan kue itu kepada orang tuamu, saja!" sahut Kinoy.


Lalu Vita membawa potongan kue yang pertama itu, kepada orang tuanya. Vita pun menyuapi kue itu kepada orang tuanya.


Selesai itu Vita memotong lagi kue yang kedua. Potongan kue yang ke dua itu di berikan kepada Kinoy. Dengan terpaksa Kinoy pun memakan kue yang di berikan kepadanya.


Lalu Vita pun berkata.


"Perhatian..semuanya! untuk menghibur kalian semua, bagaiman kalo kita suruh dia menyanyikan sebuah lagu, untuk kita semua!"


"Bagaimana semuanya, setuju?"


"Setuju!" sahut semua tamu.


Lalu Vita pun memanggil Kinanti.


"Kinanti..maukah kamu menyanyikan sebuah lagu untukku?"


Kinanti pun menolak secara halus ajakan Vita, namun Vita tetap memaksa.


'Enggak, aku nggak bisa nyanyi!" tolak Kinanti kepada Vita.


"Ayolah..!" bujuk Vita.


Kinanti pun akhirnya mau. Kinanti maju ke depan untuk duduk dekat piano. Kinanti pun mulai memainkan piano. Kinanti menyanyikan sebuah lagu yang berjudul Ku tahan Cinta sepihak ini.


Di awal lagu, semua terhanyut dalam suasana yang ada di lagu tersebut. Hampir tidak ada yang berani berbicara pada saat, Kinanti menyanyi. Kinanti menyanyikan lagu itu penuh perasaan.


Semua tamu yang ada di sana terdiam, menyaksikan penampilan Kinanti saat menyanyi. Kinanti bernyanyi dengan suara yang lumayan merdu. Pak Herlambang pun mengatakan kepada Pak Bambang agar mempercepat saja pertunangan mereka.


"Pak Bambang..bagaimana kita percepat saja pertunangan mereka?"


"Oke, Pak saya setuju dengan itu!"


"Perhatian semuanya..hari ini saya mengumumkan pertunangan Vita dan Kinoy!"


Lalu Pak Herlambang mengambil sebuah kotak berisi cincin. Pak Herlambang memaksa Kinoy untuk bertunangan dengan Vita. Dengan merasa terpaksa Kinoy pun mengambil kotak itu dan memasangkan cincin di jari Vita.


Vita pun merasa bahagia. Namun Kinanti yang bernyanyi sambil menatap Kinoy yang memasangkan cincin pada Kinoy. Kinanti bernyanyi Dengan penuh perasaan. Tanpa terasa airmatanya menetes membasahi pipi.


Kini giliran Vita yang memasangkan cincin di jari Kinoy.Saat menyaksikan itu, entah mengapa Kinanti menangis pada lirik terakhir lagu yang di nyanyikannya itu. Entah kenapa mulutnya tak kuat untuk menyanyikan lagu itu di bait terakhir.


Vita pun berhasil memasangkan cincin di jari Kinoy. Vita merasakan bahagia saat itu. Sementara itu Anton yang melihat Kinanti menyanyi sambil menangis saat menyaksikan pertunangan Kinoy dan Vita, merasakan sedih yang mendalam pada mata Kinanti.


Selesai menyanyi, Kinanti pun berjalan ke arah Vita, sambil mengatakan.


"Selamat, ya Vit!" ucap Kinanti menahan airmatanya.


"Iya, terima kasih!" jawab Vita sambil menggandeg tangan Kinoy.


Kinoy hanya terdiam dalam kesedihan, saat Kinanti menatapnya sambil mengatakan ucapan selamat kepada Vita.


Lalu Kinanti pun berpaling dan pergi meninggalkan acara tersebut. Ia pun berjalan dan keluar dari caffe itu, kemudian berlari sejauh mungkin.


Kinanti berlari dan terus berlari sambil menangis. Kinanti mengingat kejadian saat pertunangan Kinoy dan Vita. Mereka saling bertukar cincin.



Melihat Kinanti pergi, Kinoy pun tiba-tiba melepas cincin tunangan itu dan menaruh cincin itu di tangan Vita. Vita dan semua orang yang ada di acara itu pun terkejut.


"Kinoy! kamu nih apa-apaan sih! kamu mempermalukan Papahdan Om Bambang, tau" tegur Ayahnya kepada Kinoy.


"Aku tak bisa melanjutkan pertunangan ini. Aku dan Kinanti saling mencintai, Pah!"


"Kinoy..Kinoy! dengarkan Papah, Kinoy!" Pak Herlambang berteriak memanggil Kinoy.


Vita pun menangis saat Kinoy membatalkan pertunangan mereka. Vita memanggil Kinoy.


"Maafin, aku Vita!" ucap Kinoy sambil menatap Vita.


Kinoy pun berlari menyusul Kinanti yang pergi. Vita pun menghampiri Ayahnya.


"Papah..Kinoy Pah, Kinoy membatalkan pertunangan ini demi si cewek kampung itu!" keluh Vita sambil menangis memeluk Ayahnya.


Vita pun menangis sambil memeluk Ayahnya. Sementara itu Kinanti pun tetap berlari. Pada malam itu tiba-tiba terdengar suara gemuruh petir beserta turunnya hujan. Kinanti berlari dan terus berlari sambil menangis.


Kinanti terhenti dalam larinya. Kinanti terjatuh dan termenung di tepi jalan yang sepi. Kinanti berteriak di kesunyian malam itu.


"Arrkkhh!" teriak Kinanti.


"Seharusnya aku dan kamu tak pernah saling kenal. Seharusnya kisah cinta kita ini tak pernah ada, sehingga aku tak merasakan kepedihan yang mendalam. Aku sakit..sungguh merasakan sakit melihatmu bersamanya, mengikat cinta!"


"Aku cinta sama kamu, Kinoy..sungguh mencintaimu. Namun ku tak bisa memilikimu. Aku juga merasakan perih dan sakit menyaksikan itu"


"Apa dunia ini tidak membolehkan aku bahagia? atau aku nggak pantas bahagia?" tanya Kinanti.


Lalu Kinoy berlari keluar dari caffe itu. Kinoy berlari mencari Kinanti. Ia berteriak memanggil Kinanti.sampai di sebuah jalan di samping pohon besar. Ia menoleh ke kiri dan kanan sambil memanggil Kinanti. Kinoy kehujanan sambil mencari Kinanti. Badannya basah kuyup saat di guyur hujan.


Ia melihat Kinanti sedang menangis. Ia mendengar semua perkataan Kinanti. Kinoy mendekati Kinanti.


"Aku juga mencintaimu..sangat mencintaimu!" ucap Kinoy berada di belakang Kinanti.


"Kinoy..kamu kok di sini? seharusnya kamu di sana. Karena ini acara pertunangan kalian!" kata Kinanti sambil berdiri mendorong Kinoy.


Kinoy pun memeluknya dengan mesra. Kinanti memukul Kinoy sambil berkata.


"Kamu itu sudah jadi milik Vita. Kamu nggak boleh deket sama aku"


"Yang aku cintai kamu, bukan Vita!" sahut Kinoy sambil memeluk Kinanti.


"Seharusnya Kita nggak pernah kenal.sl Seharusnya kisah kita nggak pernah ada!" ucapKinanti.


Lalu Kinoy melepaskan pelukan itu dan memegang kedua pipi Kinanti.


"Kinanti! liat aku..liat aku! aku masih mencintaimu. Aku nggak bisa bertunangan dengan Vita karena aku nggak cinta sama dia!"


"Tapi..cincin itu?" tanya Kinanti sambil menangis.


"Cincin itu! kamu liat tanganku" jelas Kinoy.


"Kamu melepaskan cincin itu! kamu nggak boleh begitu. Kamu harus melanjutkan pertunangan itu!" ucap Kinanti sambil mendorong Kinoy.


Lalu Kinoy pun mengambil kedua tangan Kinanti dan menggangkatnya ke atas dadanya.


"Aku mau kita perbaiki lagi hubungan ini. Aku mau kita berjuang bersama untuk mendapatkan restu dari kedua orang tuaku!"


"Apa kamu mau, berjuang bersamaku?" tanya Kinoy pada Kinanti.


Lalu Kinanti pun tersenyum.


"Iya, aku mau!"


Mereka pun kembali berpelukan. Kinoy memeluk Kinanti dengan mesra. Kinanti pun membalas pelukan itu sambil memejamkan mata. Kekuatan cinta mereka yang berhasil menyatukan mereka kembali.


Sementara itu Vita yang menangis dan terlanjur sakit hati dengan batalnya pertunangan itu, membuatnya gelap mata. Vita mengambil kunci mobil milik ayahnya dan berlari keluar caffe.


Suasana di caffe itu tak terkendali. Pak Bambang yang kecewa dengan Kinoy memarahi Pak Herlambang. Saat Vita pergi mengendarai mobil dengan penuh emosi. Vita mengendarai mobil dengan sangat cepat. Saat berada di kejauhan, ia melihat Kinoy dan Kinanti kembali bersatu. Mereka saling berpelukan dengan mesra.


Hal itu membuat hati Vita menjadi meradang. Emosinya memuncak saat menyaksikannya. Ia terlanjur sakit hati dan dendam kepada Kinanti.


"Jika aku tidak bisa memiliki Kinoy! maka kamu juga tidak akan bisa memiliki Kinoy selamanya!" ucap Vita dengan penuh emosi.


"Lebih baik, kau mati, Kinoy!" ujar Vita.


Kemudian ia menyalakan mobil dan mengendarai mobil dengan penuh kecepatan tinggi. Ia ingin menabrak Kinoy hingga tewas, agar tidak ada yang bisa memiliki Kinoy kembali.



Kinanti yang melihat ada sebuah mobil yang melaju ke arah Kinoy. Lalu ia melepaskan pelukan itu dan mendorong Kinoy ke tepi jalan. Mobil Vita pun melaju ke arah Kinoy. Vita menabrak Kinoy dengan mata tertutup.


"Kau harus pergi Kinoy!"


Dan tiba-tiba .


"Arrkhh!"


Kinanti tertabrak mobil Vita. Kinanti terpental dan terjatuh di atas jalan. Darah mengalir membasahi jalanan. Kinoy yang terjatuh saat di dorong Kinanti pun, berteriak memanggil nama Kinanti sambil berlari menghampiri Kinanti.



Vita pun berhenti dengan tiba-tiba saat mendengar suara Kinoy berteriak memanggil nama Kinanti. Vita pun menoleh ke arah belakang. Ia terkejut saat melihat yang tertabrak adalah Kinanti, bukan Kinoy. Ia pun panik. Tubuhnya bergemetar, hatinya sudah tak karuan. Ia merasakan ketakutan yang teramat dalam.


Kinoy berteriak ke arahnya. Kinoy menghampirinya dan mengetuk jendela mobilnya dengan sangat marah. Namun karena ketakutannya ia pun menghidupkan mobil dan langsung pergi meninggalkan tempat Kinanti tadi.


~šŸ„€BERSAMBUNGšŸ„€~