The Love Story of Kinanti & Kinoy

The Love Story of Kinanti & Kinoy
episode 77



🥀🥀🥀🥀


Kinoy terkejut saat mendengar pernyataan dari Vita. Bahwa Vita adalah pelaku atas penabrakan yang di alami Kinanti, hingga kini Kinanti masih koma di rumah sakit.


"Ternyata..kecurigaan ku benar, Vita lah yang telah menabrak Kinanti"


Lalu Kinoy mengambil kamera tersembunyi tu dan mengambil memory card yang ada di dalam kamera tersembunyi itu. Ia mengatakan kepada Vita, agar mengantarkan Vita pulang bahwa malam besok ia akan mengadakan acara pertunangan bersama Di rumah Vita.


" Vit, mari ku antar pulang!"


"Ayo!"


Kinoy pun menggendong Vita keluar dari caffe itu, menuju mobil. Setelah sampai di mobil, Kinoy pun memasukan Vita duduk di dalam mobil, Karena Vita lemas karena mabuk maka Kinoy yang harus membopongnya masuk ke dalam mobil.


"Aduuhh..berat sekali cewek ini. Kalo bukan demi Kinanti..males banget deh,baku berurusan dengan cewek ini!" keluh Kinoy dengan perasaan kesal.


Kinoy mengambil memory card dan menyimpannya di saku celana nya.


"Yang penting, aku sudah menemukan bukti kuat, untuk menyeretmu ke penjara, Vita,!" gumam Kinoy dalam hati.


Lalu Kinoy mulai mengantar Vita pulang ke rumah. Di sepanjang jalan Kinoy memikirkan Keadaan Kinanti.


"Aduuhh..gimana ya keadaan Kinanti, sekarang?"


Vita yang duduk di samping Kinoy pun mulai tertidur. Kinoy mulai menelpon anak buah nya.


"Halo..bagaimana dengan bercak darah itu?"


"Kata dokter besok sudah bisa keluar hasilnya!"


"Baiklah.."


Sesampainya di depan rumah, Kinoy pun membangunkan Vita yang tertidur akibat mabuk berat tadi.


"Vita..Vita bangun Vit, kita udah sampai di rumah nih!"


Vita pun pelan-pelan terbangun.


"Aww..kepala ku pusing nih! " kata Vita sambil hendak membuka pintu mobil.


"Vita! kamu kenapa? Sini aku bantu!",kata Kinoy sambil keluar dari mobil, ia ingin membukakan pintu mobil untuk Vita.


"Nggak papa kok Kinoy. Aku bisa sendiri " kata Vita sambil berdiri.


Namun keadaan Vita sangatlah lemah. Vita berjalan dengan sempoyongan. Lalu Kinoy menolongnya yang terjatuh saat berdiri.


"Aaww!"


"Aduuhh Non! Non Vita kenapa?"


"Maaf, Bi tadi Vita nya ada minum sedikit jadi mabuk!"


"Astaga, mabuk!"


"Iya, Bi!"


"Cepat bawa Non Vita ke dalam kamar ya, Den!"


"Iya, Bi"


Kinoy pun membawa Vita masuk ke kamar bersama Bibi, pembantu Vita. Kinoy menyerahkan kunci mobil Vita dan izin pamit untuk pulang.


"Bi, ini kunci mobil Vita! oh ya, Bi saya mau pamit pulang dulu, ya!"


"Iya, terima kasih ya, Den udah ngantar Non Vita pulang"


"Iya, sama-sama Bi"


"Kinoy pamit ya, Bi!"


"Iya hati-hati ya, Den!"


Kinoy pun pergi. Ia mengambil motornya dan segera pulang ke rumah. Namun sebelum pulang ke rumah ia ingin pergi ke rumah sakit terlebih dahulu untuk menjenguk Kinanti.


Kinoy segera meluncur pergi menuju rumah sakit tempat Kinanti di rawat. Ia pun sampai di rumah sakit. Ia berjalan menuju ruang inap Kinanti. Saat di depan pintu.


"Tok..tok..tok!"


"Iya!"


"Eh, Nenek. Bagaimana dengan keadaan Kinanti, Nek?" tanya Kinoy.


"Belum sadar!"


""Oh, Kinoy! kamu bisa temani Kinanti nggak, Nenek mau keluar dulu, Nenek mau cari makan dulu, Nenek pengen makan dulu!"


"Iya, Nek bisa kok!"


Nenek pun pergi keluar untuk mencari makan. Sedangkan itu Kinoy yang berdiri di depan pintu, kini perlahan mendekati Kinanti yang sedang terbaring lemah. Kinoy duduk di samping Kinanti sambil memegang tangan Kinanti.


Ia pun berkata,"Cepat sembuh ya sayang..aku janji bakalan menjerumuskan pelaku itu ke penjara. Aku tahu siapa pelaku yang telah menabrak kamu" ucap Kinoy sambil mencium tangan Kinanti.