
*****
Kinoy pun dengan diam-diam mengikuti mobil ayahnya. Ia merasa penasaran dengan ayahnya, setelah menerima telpon tadi malah langsung pergi.
"Aku harus mengikuti kemana Papah pergi"
"Apa jangan-jangan..Papah ada hubungannya dengan Kinanti yang menghilang dengan tiba-tiba?"
"Ah..nggak mungkin, mana mungkin Papah berbuat jahat dengan Kinanti"
Sesaat Kinoy membuntuti ayahnya, dengan Tiba-tiba Ayahnya berhenti sejenak. Rupanya ayahnya, melihat di kaca spion mobil, Kinoy ingin mengikuti dirinya. Lalu ayahnya menelpon Vita. Bermaksud untuk membuat Kinoy pergi dengan Vita, agar tidak bisa mengikutinya lagi.
"Halo, Vita! ini Om Herlambang"
"Iya, Om ada apa?"
"Om, mau kamu bantu Om. Karena ini Kinoy mengikuti Om"
"Memangnya ada apa sih, kok Om mau aku membuat Kinoy tidak jadi mengikuti Om?"
"Sebenarnya, Om yang telah menculik dan menyekap Kinanti, agar tidak bisa mengganggu kalian"
"Oh, sampai segitunya Om, mau membantu Vita biar dekat dengan Kinoy"
"Iya, sipp Om"
Pak Herlambang kembali melanjutkan perjalanan. Sesaat hendak mengikuti ayahnya, tiba-tiba handphone nya berdering. Ternyata itu dari Vita.
"I..ih, ngapain lagi sih nih cewek!"
"Iya halo, Ada apa!"
"My baby Kinoy..aku mau kamu jemput aku. Aku mau ngajak kamu santai bareng di caffe, inikan hari Minggu"
"Iya tap..tapi!"
"Pokok nya,kamu harus jemput aku sekarang!"
Kinoy pun langsung memutar balik motornya. Kinoy berjalan menuju rumah Vita. Setelah itu, Ayahnya Kinoy melihat ke arah belakang, melihat Kinoy.
"Sepertinya Kinoy,sudah tidak mengikutiku lagi"
"Syukurlah.."
Kinoy merasa kesal denganVita.karena Vita yang telah menggagalkan usahanya untuk mengikuti ayahnya.Kinoy sangat kesal dengan Vita.Kinoy pun memgeluarkan sikap yang dingin kepada Vita.
"Ayo..naik lah"
Sementara itu ayahnya terus berjalan menuju penyekapan Kinanti.Tak berapa lama mobil itu pun sampai di tempat tujuan. Ayahnya Kinoy pun langsung turun dari mobil, menuju masuk ke dalam gubuk tua itu.
Sesaat memasuki gubuk tua itu, Pak Herlambang pun menyuruh semua anak buahnya untuk berjaga di luar.
"Kalian silahkan tunggu di luar"
"Siap, boss"
Pak Herlambang datang menghampiri Kinanti. Beliau pun langsung duduk di depan Kinanti. Beliau mengatakan sesuatu kepada Kinanti.
"Kinanti..Kinanti.!"
Pak Herlambang pun langsung membuka mulut Kinanti yang di tutupi sehelai kain.
"Om, tolonglah..lepaskan aku.." lirih Kinanti sambil menangis.
"Lepaskan kamu! Ha..ha..ha. Enak saja!" sahut Pak Herlambang dengan sangat marah.
"Sebelumnya kan, saya sudah peringatkan kamu, agar bisa menjauhi Kinoy namun kamu masih saja mendekatinya"
"Ampun Om..saya sudah menjauhinya, namun Kinoy selalu mendekatinya" jawab Kinanti samabil menangis.
Pak Herlambang mengeluarkan sehelai surat. Yang ternyata itu adalah surat pernyataan agar Kinanti bisa menjauhi Kinoy, kalau tidak Neneknya akan di sekap menggantikan dirinya.
"Saya, ada tawaran buat kamu"
"Apa itu Om.."
"Kamu harus tanda tangani, surat ini!"
"Untuk apa, Om"
"jika kamu setuju menjauhi Kinoy, kamu tanda tangani surat ini. Tapi jika kamu tidak setuju Nenekmu yang akan menggantikanmu di sekap di sini!"
"Jangan, Om..jangan libatkan Nenek!" pinta Kinanti sambil menangis.
"Jika kamu menyetujuinya, aku akan lepaskan kamu"
"Bagaimana?"
Kinanti melihat surat itu sambil memangis. Ia berpikir keras dengan tawaran itu. Ia sangat mencintai Kinoy, namun ia harus menjauhinya, jika tidak menjauhi Kinoy, nanti Neneknya juga ikut terlibat dalam masalah ini.