
🥀🥀🥀🥀
Sesampainya di depan toilet, Kinoy menyerahkan barang bukti itu kepada orang suruhannya agar bisa di cek ke rumah sakit.
"Ini barangnya, kalian harus tetap hati-hati ya. Jangan sampai kalian ketahuan! serahkan ini ke pihak rumah sakit yang menangani Kinanti, tolong minta di cek bahwa itu darah Kinanti atau bukan, tapi jangan sampai ada yang tau termasuk Papah!" perintah Kinoy.
"Mengerti?"
"Iya, mengerti tuan muda!"
Orang suruhan itu langsung pergi. Mereka segera pergi menuju rumah sakit.sementara itu Kinoy pun segera kembali menghampiri Vita. Sesampainya di tempat Vita.Vita pun bertanya kepada Kinoy.
"Sudah? kok lama banget?"
"Eh, maaf ya!" sahut Kinoy.
"Eh, Vit sudah hampir tengah hari nih! kamu laper nggak?" tanya Kinoy.
"Iya, aku laper nih! gimana kalo kita makan di restoran di tengah kota, yang deket hotel itu, lo!" pinta Vita.
"Iya, ide kamu benar sekali" sahut Kinoy.
Kinoy dan Vita langsung berjalan menghampiri mobil yang terparkir di sana. Kinoy dan Vita pun masuk ke dalam mobil. Mobil itu segera berjalan menuju Restoran.
Di sepanjang jalan menuju Restotran itu, Vita hanya duduk di samping Kinoy sambil kepalanya menempel pada pundak Kinoy. Kinoy merasa risih sekali dengan itu. Sesekali ia memindahkan kepala Vita yang menempel di pundaknya.
"
Apa-apaan sih nih cewek! ih..kok lebay banget sih" gumam Kinoy dalam hati.
Lalu telpon pun berdering, Kinoy segera memasang haedset bluetooth di telinga.
"Kring..kring..kring!" bunyi telpon di ponsel Kinoy.
"Halo.."
"Halo..ada apa?"
"Maaf tuan muda, Kinoy.kami mau melaporkan bahwa barang bukti tadi, sudah kami serahkan untuk di cek di rumah sakit, sesuai perintah tuan muda!"
"Baiklah, terima kasih. Silahkan kalian pulang"
"Baiklah, tuan muda Kinoy. Kami pamit pulang!"
Kinoy pun menaruh headset bluetooth nya, Vita pun bertanya.
"Ada apa, Kinoy?"
"Nggak kok! nggak ada apa-apa," sahut Kinoy.
"Oh, gitu" Vita menganggukan kepalanya.
Tak berapa lama kemudian, mereka pun sampai di restoran itu. Kinoy menyuruh Vita untuk masuk ke dalam terlebih dahulu, karena ia akan memarkirkan mobil itu sebelum masuk ke dalam.
"Vit, kamu masuk duluan saja. Aku mau memarkirkan mobil di sebelah sana!"
"Baiklah..!"
Vita pun masuk ke dalam restoran itu, sedangkan Kinoy memarkirkan mobil itu. Setelah turun dari mobil, Kinoy pun mengambil ponsel miliknya untuk segera memotret bercak darah itu sebagai bukti bahwa mobil itu bekas menabrak seseorang.
Setelah itu ia pun segera menyimpan ponselnya kedalam saku celana nya dan masuk ke dalam restoran itu.
Kinoy menghampiri Vita di meja nomor 11.
"Hai..Sini!" Vita memanggil
"Hai.."
"kita mau makan apa?"
"Terserah kamu aja lah"
"Ya udah! mba..mba!" Vita memanggil pelayan.
"Iya"
"Saya pesan ini 2, minumnya jus jeruk aja, 2 ya !" Vita memesan makanan dan minuman.
Setelah makanan datang mereka pun makan. Setelah selesai makan, mereka pun segera pergi ke caffe. Kini giliran Vita yang memgajak Kinoy untuk pergi ke caffe.
"Kinoy, setelah ini kita pergi ke caffe ya?"
Lalu mereka pergi menuju caffe. Kali ini ia akan membuat Vita mengatakan siapa pelaku penabrakan itu.
Tak berapa lama kemudian mereka sampai di sebuah caffe. Tetapi caffe itu tertutup. Karena caffe itu adalah caffe yang menjual minuman keras. Vita pun mengajak Kinoy untuk masuk ke dalam.
"Nah..ini dia caffe nya!"
"Ayo, Kinoy kita masuk ke dalam"
"Aku mau tunjukkin kamu bahwa ada satu minuman yang begitu enak di sini" ujar Kinoy.
"Baiklah! ayo!"
Mereka berdua pun masuk ke dalam caffe itu dan memesan tempat duduk di situ.
"Mas..mas!"Kinoy memanggil pelayan caffe itu.
"Aku mau pesan satu botol minuman yang paling enak dan menyegarkan di sini ya"
"Baiklah, akan saya ambilkan," sahut pelayan caffe itu.
Lalu minuman itu pun datang.
"Ini, minumannya." katapelayan caffe.
"Iya, terima kasih ya"
"Nah,Vita. Ini tuh minuman paling menyegarkan! ayo di minum" bujuk Kinoy sambil menuangkan air itu ke dalam gelas Vita.
"Minuman apa ini?" tanya Vita.
"Ini minuman menyegarkan"
"Cobalah!"
"Tap..tapi!"
"Tapi kenapa? kamu nggak suka? yaah..padahal ini minuman kesukaanku loh, waktu di Jakarta kemarin!" ujar Kinoy.
"Masa sih?"
"Iya! kamu nggak perlu risau, ini aman kok!" sahut Kinoy.
"Ayolah minum! katanya apapun kesukaanku kamu juga suka, kan?" bujuk Kinoy.
"Mana buktinya?" kata Kinoy kembali.
"Ya udah deh demi kamu aku mau minum ini!"
"Glek..glek..glek!"
"Eh, ini enak sekali ! apa aku boleh meminta lagi?" pinta Vita.
"Boleh! tentu saja. Nih lagi minumannya!" kata Kinoy.
Suad habis 3 botol Vita meminum air itu. Rupanya Vita sudah kelihatan mabuk. Kinoy pun langsung minta Vita mencoba menjelaskan siapa pelaku penabrakan itu. Sebelum itu ia menaruh kamera tersembunyi di seberang Vita.
"Apa kamu tau tentang Kinanti yang mengalami kecelakaan?" tanya Kinoy.
Lalu Vita duduk dengan posisi lemas tak berdaya akibat mabuk berat.
"Iya tentu aku tau siapa pelakunya," sahut Vita.
"Siapa? coba kamu jelaskan?" Kinoy kembali bertanya.
"Tapi..ini rahasia ya..jangan sampai Kinoy mengetahuinya. Sebenarnya malam itu.."ucap Vita sambil bercerita awal sebelum kecelakaan itu terjadi.
"Sebenarnya..malam itu saat aku dan Kinoy bertunangan. Lalu dengan tiba-tiba Kinoy memutuskan pertunangan itu saat melihat Kinanti si cewek kampungan itu pergi dari acara itu sambil menangis. Kinoy melepaskan cincin tunangan kita dan pergi menyusul Kinanti yang pergi karena kecewa, terus.."
"Terus..apa lagi?" tanya Kinoy.
"Terus..karena aku terlanjur marah dan kecewa banget sama Kinoy yang tiba-tiba memutuskan pertunangan itu. Maka aku mengambil kunci mobil Papah yang ada di sak celananya dan pergi menusul Kinoy yang mengejar Kinanti. Sesampainya di sana, aku melihat Kinoy dan Kinanti kembali bersatu di saksikan hujan turun dengan sangat lebat. Aku tancapkan gas dan berupaya menabrak Kinoy hingga mati. Namun karena saat itu Kinanti melihat mobilku, Kinanti mendorong Kinoy hingga terjatuh di tepi jalan, sehingga Kinanti yang tertabrak menggantikan Kinoy. Kinanti tertabrak, badannya terpental dan darah mengalir membasahi jalan. Karena aku syok sekali saat itu, aku pun berbalik arah mencoba meninggalkan Kinanti yang terkapar di jalan dengan darah mengalir membasahi jalan!" jelas Vita bercerita dengan tidak sadar, karena sedang mabuk berat.
"Tapi, ha..ha..ha..! aku bahagia karena Kinanti tak bisa mendapatkan Kinoy lagi. Dan aku bakalan jadi kekasih Kinoy!" ucap Vita sambil mabuk berat.
Lalu Kinoy pun mengambil memori card yang ada di kamera tersembunyi itu dan pergi mengantarkan Vita pulang ke rumah.
"Ayo! mari kau ku antarkan pulang!"