
*****
Pak Herlambang, terus-terusan menyindir Kehidupan Kinanti, dengan sangat kasar. Kinanti pun menahan rasa marah nya. Namun, saat Pak Herlambang, mengatakan bahwa ia harus meninggalkan Kinoy, apa pun yang di inginkannya, akan di berikannya, walaupun Kinanti, meminta uang sekali pun.
Tetapi bukannya Kinanti, meminta sesuatu sebagai imbalan dia meninggalkan Kinoy. Kinanti malah marah serta tersinggung dengan perkataan, Pak Herlambang.
"Om, sangat keterlaluan! Jangan Om kira, saya bisa di bayar dengan uang atau apapun, hanya untuk meninggalkan, Kinoy!"
"Tanpa Om, suruh juga saya akan pergi meninggalkan Kinoy. Tapi jangan merendahkan saya seperti itu!"
"Jangan sok, kamu!"
"saya akan berikan sejumlah uang, asalkan kamu mau meninggalkan Kinoy. Uang itu bisa kamu, pakai untuk usaha toko kamu!" bujuk Pak Herlambang sambil melempar sejumlah uang, di depan muka Kinanti.
"Stop, Om! mengapa Om, sangat menginginkan kami berpisah? salahkah jika kami saling mencintai? tak semua bisa di selesaikan dengan uang! memang orang kaya seperti itu"
" Kamu jangan sok deh. Baru juga punya pacar orang kaya, aja belagu!"
"Kalau, Om hanya ingin membuat kami berpisah, silahkan! Tapi jangan perlakukan saya seperti cewek matre, yang mau di bayar hanya untuk pergi menjauhi cintanya" ucap Kinanti sambil mengembalikan uang itu kepada Pak Herlambang.
"Maaf, Om permisi!" sahut Kinanti.
Kinanti pun pergi meninggalkan Pak Herlambang yang sedang duduk di kursi dengan raut wajah kesal. Setelah Kinanti pergi Pak Herlambang, pun merasa marah dan Kesal sekali dengan perkataan Kinanti tadi.
"Heeaah! Awas Kamu, Kinanti! di ajak ngomong baik-baik kok, malah pergi. Lihat saja, sebentar lagi, kamu akan berpisah dengan Kinoy!" ucap Pak Herlambang dengan perasaan marah.
Pak Herlambang pun menghubungi anak buahnya. Ia memberikan tugas yang sangat penting.
"Halo! Kalian ada tugas baru. Coba kalian bikin hidup anak kampungan itu seperti menderita!
mengerti!" ucap Pak Herlambang.
"Siap, iya mengerti, boss!"
Belum menyalakan korek api, tiba-tiba ada beberapa warga yang melihat mereka dengan gerak-gerik yang sangat mencurigakan. Lalu warga pun berlari sambil berteriak, kepada orang-orang itu.
"Hey, apa yang kalian lakukan di sini!"
"Astaga! kalian mau membakar toko Kinanti, ya?"
Mendengar warga-warga meneriaki mereka, mereka pun terkejut dan bergegas untuk pergi meninggalkan toko itu.
"Ayo-ayo, cepat kabur warga sudah melihat kita!" kata orang-orang tersebut.
Semua lelaki berbaju hitam itu, pun langsung kabur dan pergi meninggalkan toko itu, dengan mengendarai mobil bermerek Avanza berwarna hitam.
Salah satu warga pun, mencoba memberitahu Kinanti. Warga itu menghubungi Kinanti, melalui sambungan telepon.
"Halo, Kinanti.."
"Iya, ini siapa ya?"
"Ini, Saya Pak ipin. Saya ingin memberitahukan, bahwa tadi ada beberapa orang laki-laki, berbaju serba hitam datang dan mereka, seperti ingin membakar toko, kamu Kinan!"
"Apa!"
"Tapi, gimana dengan Keadaan tokonya?"
"Alhamdulillah, mereka semua akhirnya kabur! dan belum sempat membakar tokomu!"
"Syukur lah, tidak terjadi kebakaran"
Lalu Kinanti pun bergegas pergi menuju tokonya, yang hendak di bakar oleh orang-orang yang ingin berbuat jahat pada dirinya. Ia pun menaiki taxi. Di sepanjang jalan ia sangat heran. Siapa pelaku yang ingin membakar tokonya.