The Love Story of Kinanti & Kinoy

The Love Story of Kinanti & Kinoy
episode 63



Setelah Vita Anggraini pulang, Kinanti pun kembali masuk ke dalam rumah. Ia membawa selembar undangan acara ulang tahun Vita. Ia pun masuk ke dalam kamar untuk menaruh kertas undangan tersebut di atas meja belajarnya.


Ia merasa kebingungan, ia harus hadir di acara ulang tahun itu. Namun yang membuatnya bingung adalah siapa yang akan menjadi pasangan nya di acara ulang tahun Vita.


"Aku di haruskan hadir dalam acara tersebut. Tapi siapa yang akan menjadi pasangan aku di malam ini?" tanya Kinanti pada dirinya sendiri.


"Siapa, ya.." ucap Kinanti sambil berjalan mondar-mandir.


"Apa sebaiknya..aku meminta Anton untuk menjadi pasanganku.."


"Ah..masa dia mau sih. Nggak mungkin dia bisa bantuin aku!"


Kinanti dilanda rasa bingung. Ia pun segera mengambil handphone miliknya di atas meja belajar. Ia pun segera mencari kontak nama Anton. Setelah menemukan kontak Anton pada handphone nya, ia pun segera menghubungi Anton.


Ia menelpon Anton, saat handphone nya tersambung dengan Anton, tiba-tiba ia menutup telpon nya. Ia tidak jadi untuk menghubungi Anton.


"Eh, bentar dulu..kalo seandainya Anton tidak mau bantuin aku, gimna?" tanya Kinanti pada diri sendiri.


Tiba-tiba Anton pun menelpon balik. Ia segera mengangkat telpon itu.


"Halo..ada apa Kinanti, kok kamu tadi miscoll aku?"


"Iya, memang aku yang miscoll kamu!"


"Memangnya, ada apa?"


"Em..em.."


"Ngomong aja, ada apa sih?" tanya Anton.


"Sebenarnya aku mau nanya sama kamu?" sahut Kinanti dengan suara pelan.


"Coba katakan!" sahut Anton.


"Aku mau nanya sama kamu, kamu di undang nggak sama Vita?"


"Iya, memang nya kenapa?"


"Kamu mau nggak bantuin aku?" tanya Kinanti.


"Bantuin, apa ya?"


"Iya..bantuin jadi pasangan aku di acara ulang tahun Vita!" ucap Kinanti.


"Oh..itu. Sebenarnya aku mau ngajak kamu. Eh..keduluan kamu yang ngajak aku" desis Anton.


"Jadi..kamu mau bantuin, aku?" tanya Kinanti.


"Iya, aku mau bantuin kamu"


"Terima kasih, ya. Tapi nggak papa nih?" tanya Kinanti.


Anton pun ingin mengajak Kinanti untuk membeli baju dan kado. Anton menjemput Kinanti.


"Kinanti..satu jam lagi aku akan jemput kamu kita cari kado untuk Vita"


"Iya, tap..tapi..!"


"Nggak usah pake tapi-tapian" balas Anton.


Kinanti pun bersiap-siap. Setelah semuanya siap. Anton pun datang dengan mengendarai mobil sport warna hitam.


"Tin..tin..tin" suara klakson mobil.


Kinanti pun menengok ke arah jendela. Ternyata itu adalah Anton yang datang untuk menjemputnya. Anton pun keluar dari mobil nya menuju depan rumah Kinanti.


"Nek, bolehkah Kinanti pergi untuk mencari kado buat Vita yang lagi ulang tahun" ucap Kinanti meminta izin pada Nenek.


"Iya, boleh. Dengan siapa kamu pergi?" tanya Nenek.


"Oh, dengan Anton Nek!"


"Siapa Anton? pacarmu ya" goda Nenek.


"Anton itu cuma temen Kinanti, kok Nek!" balas Kinanti.


"Ya udah, Kinanti pergi dulu ya, Nek" sahut Kinanti.


Kinanti pun mencium tangan Neneknya dan mencium pipi Neneknya. Kemudian ia berjalan ke depan pintu sambil memakai sepatunya.


"Kinanti..sudah siap?" tanya Anton menyapanya.


"Iya, udah kok" sahut Kinanti.


Kinanti pun memanggil Neneknya.


"Nek, Kinanti jalan dulu ya!"


Nenek pun keluar. Anton yang melihat Nenek pun dengan sopan berpamitan pada Nenek sambil menyalami tangan Nenek.


"Nek, saya dan Kinanti jalan dulu ya!" pamit Anton.


"Iya, tolong jagain Kinanti, ya!" pesan Nenek.


"Iya, siap Nek!" sahut Anton.


Kemudian Anton dan Kinanti masuk ke dalam mobil. Saat mobil itu mulai berjalan Kinanti melambaikan tangan kepada Nenek. Nenek pun ikut melambaikan tangannya sambil mengatakan.


"Hati-hati di jalan ya"


"Iya, Nek" sahut Kinanti.