The Love Story of Kinanti & Kinoy

The Love Story of Kinanti & Kinoy
episode 51



*****


Hari ini adalah hari yang menjengkelkan, bagi Kinoy. Ibu kemudian masuk ke dalam kamar dan membicarakan rencana Ayahnya.


"Tok..tok..tok" Ibu mengetuk pintu.


"Iya, eh Mamah" sahut Kinoy sambil membuka pintu.


"Bolehkah, Mamah masuk?" tanya Ibu dengan suara pelan.


"Boleh, Mah. Silahkan!"


"Kinoy..Mamah perlu ngomong sebentar sama kamu, boleh?" Ibu kembali bertanya.


"Ya,vtentu bolehlah Mah, memang Mamah mau ngomong apa sama Kinoy?"


"Menurut rencana Papah, kita semua akan kembali ke Jakarta secepatnya" jelas Ibu mulai pembicaraan.


"Kita semua?" tanya Kinoy dengan perasaan terkejut.


"Iya, kita semua! termasuk kamu" sahut Ibu sambil menepuk bahu Kinoy.


"Lalu, bagaimana dengan sekolah ku?"


"Kinoy..terpaksa sekolah kamu harus pindah lagi!"


"Apa Mah? pindah lagi? nggak mungkin Mah. Karena sekolah Kinoy tinggal 1 tahun lagi, juga lulus. Apa kalian tidak bisa menunggu sampai Kinoy lulus dulu?"


"Entahlah, Mamah juga nggak habis pikir dengan rencana Papahmu. Sepertinya ada suatu hal yang dia sembunyikan dari kita, yang dia inginkan supaya kita menjauh dari kota ini"


Lalu Kinoy pun marah kepada ayahnya. Ia keluar dari kamar mencoba menemui ayahnya. Ibunyanya juga sudah melarangnya untuk menemui Ayahnya, namun Kinoy pun tetap ingin menemui ayahnya.


Karena ia mendapatkan kenyataan bahwa dirinya akan kembali ke Jakarta. Hal itu, ia dengar dari mulut ibunya sendiri. Ia pun mulai marah. Kinoy, menghampiri Ayahnya di ruang tamu.


"Papah keterlaluan! seenaknya saja membuat keputusan, tanpa bicara dulu dengan anaknya!"


"Kinoy..Kinoy..nggak usah, nanti kalian bertengkar lagi" cegah Ibu.


"Nggak harus mengatakannya padamu. Papah sedang ada urusan, silahkan kamu membereskan semua barang-barangmu!" perintah Ayahnya.


"Pah! Papah! tunggu, dengarkan aku. Sampai kapanpun aku, nggak akan kembali ke Jakarta. Aku mau menyelesaikan sekolah dulu di sini!" teriak Kinoy.


Tiba-tiba Kinoy mendapatkan telepon. Rupanya itu dari Nenek Biyah, Neneknya Kinanti.


"Halo"


"Halo, Nek ada apa? ini Kinoy, Nek"


"Kinoy..itu..Kinanti sejak kemarin belum juga pulang ke rumah. Nenek takut, kalau dia di culik"


"Apa! belum pulang, Nek!" kata Kinoy berpura-pura merasa terkejut.


"Iya, Nenek minta kamu tolong carikan Kinanti, ya"


"Iya, Nek saya akan bantu cari Kinanti. Tapi Nenek nggak usah ikut bantu cari, Nenek di rumah saja istirahat"


"Iya terima kasih ya, cu"


"Iya sama-sama, Nek"


Dengan sigap Kinoy pun kembali ke kamar mengambil jaket dan Kunci motor. Sebelum ia pergi untuk mencari Kinanti, ia melihat Ayahnya sedang berbicara di telpon dengan nada keras.


"Halo, Kalian harus berada di sana, untuk menjaganya. Jangan sampai dia kabur. Sebentar lagi saya akan ke sana. Awas! jika sampai anak itu sampai kabur, kalian yang akan saya habisi! mengerti!" ujar Ayah Kinoy.


Ayahnya hendak pergi menuju suatu tempat. Sejak dari tadi ia mendengarkan percakapan ayahnya. Ia semakin penasaran dengan apa yang di katakan ayahnya di telpon tadi.


"Ada apa dengan Papah? mengapa Papah mengatakan bahwa anak itu jangan sampai kabur! jangan-jangan.."


"Ah, nggak mungkin Papah mau menculik Kinanti, dia kan sudah berjanji padaku tak akan mengganggu Kinanti" pikir Kinoy.


Kinoy pun segera mengambil motornya di garasi. Ia pun memakai helm dan menaiki motornya itu. Saat itu ia juga, merasa penasaran dengan yang di lakukan oleh ayahnya tadi.