The Love Story of Kinanti & Kinoy

The Love Story of Kinanti & Kinoy
episode 71



Kinoy sedang duduk di samping Kinanti yang terbaring di kasur rumah sakit. Ia melihat Kinanti yang terbaring tak sadarkan diri itu berkata sambil memegang tangan Kinanti.


"Siapa sebenarnya yang nabrak kamu? mengapa dia menginginkanku mati?" tanya Kinoy pada Kinanti yang masih belum sadar.


Kinoy pun menangisi Keadaan Kinanti. Ia mulai menceritakan semuanya kepada Nenek. Nenek pun terkejut, hal tersebut membuat Nenek merasakan sakit pada dadanya. Nenek terduduk di atas kursi dengan perasaan sedih yang teramat dalam.


Dengan cepat Nenek pun segera menemui Kinanti ruang IGD.


Sementara itu, Vita yang telah menabrak Kinanti kini kembali ke caffe itu menemui orang tuanya. Di sepanjang jalan badannya bergemetar, bibirnya terlihat pucat. Jantungnya berdegup dengan kencang.


Tiba-tiba ia terhenti sejenak sambil berteriak ,"**Aku bukan pembunuh! aku bukan pembunuh**!" teriak Vita sambil menutup kedua telinganya.


Ia pun segera mendatangi kedua orang tuanya. Sesampainya di caffe itu. Ia pun segera turun dari mobil dan masuk ke dalam caffe itu. Saat masuk ke dalam, ia pun berteriak dan mengusir semua tamu yang ada di caffe itu.


"Pergi semuanya...Pergi? pesta nya sudah selesai!" kata Vita sambil berteriak.


Ibunya yang melihatnya seperti itu langsung menghampirinya.


"Ada apa, nak?" Ibunya bertanya.


Vita langsung memeluk Ibunya dan menangis dal pelukan Ibunya. Ibunya pun kembali bertanya.


"Sayang..kamu kenapa? kok nangis?"


"Kinoy..Mah?" keluh Vita sambil menangis.


"Kinoy, kenapa?" Ibu bertanya lagi.


Vita pun terdiam dalam tangis nya. Ia sedikit takut jika berkata jujur, kalau dirinya hendak menabrak Kinoy. Dan Kinanti yang tertabrak karywna menolong Kinoy.a Akhirnya Vita pun berkata.


"Kinoy kembali lagi bersama Kinanti, si cewek kampungan itu!"


"Tadi Vita ngeliat Kinoy bersama Kinanti. Eh, ternyata tak beberapa lama kemudian Kinanti mengalami kecelakaan, Mah"


"Terus, gimana keadaan mereka?" Ibu bertanya lagi.


"Mereka..me..mere..ka. Yaa, Vita nggak tau lagi, Mah!" jawab Vita dengan ragu-ragu.


Mendengar kabar itu, Pak Bambang pun marah kepada Pak Herlambang.


"Pak, saya nggak terima kalau anak saya di perlakukan seperti ini, sama anak Bapak!" ucap Pak Bambang dengan sangat marah.


Dengan perasaan takut,Pak Herlambang pun berkata.


"Aduh..Pak bambang, saya minta maaf atas perlakuan Kinoy terhadap Vita. Saya janji Pak, akan menegur Kinoy dan membuat pertunangan ini agar segera terlaksana"


"Ah..nggak perlu, Pak! saya terlanjur kecewa atas sikap Kinoy tadi. Mulai saat ini bisnis kita di batalkan!" kata Pak Bambang dengan sangat marah.


"Tap..tapi, Pak!" sahut Pak Herlambang.


"Aahh! lebih baik Bapak restuilah hubungan Kinoy sama anak kampung itu! ayo Vita kita pulang!"


Pak Bambang dan istri serta anaknya pulang. Setelah pulang, Pak Herlambang begitu marah dan kesal atas sikap anaknya.


"Aduhh.. gara-gara anak itu, bisnis ku terancam gagal! kenapa sih dia itu, nggak pernah mau menurut sama perkataan orang tua!" gumam Pak Herlambang marah kepada Kinoy.


"Semua ini, gara-gara anak kampung itu! bisa-bisanya dia meracuni otak Kinoy! Awas kamu, anak kampung, tunggu pembalasan dari saya!" gumam Pak Herlambang.


Beliau begitu membenci Kinanti. Karena Kinanti hanya gadis kampung yang mencintai anaknya hanya karena kekayaan. Begitulah pemikiran dari Pak Herlambang menilai buruk seorang gadis bernama Kinanti.