
*****
Saat ia, kembali masuk ke kelas. Kini bel pun berbunyi. Semua siswa dan siswi yang masih berada di luar, akan segera masuk ke dalam kelas. Tak lama kemudian, Kinoy pun masuk ke kelas. Ibu guru mulai menyapa.
"Selamat pagi, anak-anak"
"Selamat pagi, Bu?"
Ibu guru pun mulai mengabsen murid. Saat ibu guru mengabsen. Sejak tadi ibu guru memperhatikan Kinanti. Tiba-tiba Ibu guru bertanya kepada Kinanti,"Kinanti, kamu kenapa? kok nggak seperi biasanya?"
"Oh, nggak Bu, saya cuma pusing dan nggak enak badan aja" sahut Kinanti.
"Kalau kamu sakit, kamu boleh pulang" kata Ibu guru.
Lalu kinanti menjawab,"iya, terima kasih, Bu" kata Kinanti.
Kinanti pun mengambil tasnya, lalu berpamitan kepada Ibu guru. Lalu Kinoy pun bertanya kepada ibu guru,"maaf, Bu apakah saya bisa mengantarkan Kinanti pulang?"
"Oh, tidak usah Bu. Saya bisa pulang sendiri kok" sahut Kinanti menolak ajakan Kinoy.
Ibu guru pun menyetujui perkataan Kinoy.
"Ibu, setuju dengan perkataan Kinoy".
"Kinanti, sebaiknya Kinoy yang mengantar kamu pulang. Ibu khawatir kalau kamu, pulang sendirian?." tegur Ibu guru.
"ya, udah baiklah , Bu" sahut Kinanti.
Lalu Kinoy pun mengantar Kinanti pulang ke rumah. Saat Kinoy melangkahkan kaki, hendak berjalan keluar kelas, saat itu juga Vita merasa sangat marah sekali. Ia berkata di dalam hatinya, sambil mengepal tangannya.
"I..ih, kenapa sih Kinanti lagi..Kinanti lagi yang harus dapat perhatian dari Kinoy. Kenapa nggak aku aja, yang dapat perhatian itu" gumam Vita merasa sangat marah.
"Iya nih Vit, kenapa sama Kinanti, Kinoy itu selalu baik..tapi kalo sama kamu..sih, kok dia cuek banget" keluh Dina.
"Tau, ah!" sahut Vita.
Vita rupanya merasa dendam sekali dengan Kinanti. Ia tidak rela kalau Kinanti dan Kinoy kembali bersama. Lalu Kinoy pun mengantarkan Kinanti pulang ke rumah.
"Maaf, Pak saya ingin pulang karena lagi nggak enak badan!"
"Apa, kamu udah izin sama guru?"
"Udah, kok Pak? sahut Kinanti.
Kinoy pun datang dengan membawa motornya. Kinoy pun langsung menyuruh Kinanti untuk naik motornya.
"Kinanti, ayo cepat naik. Aku akan mengantarmu, pulang!"
"Iya" sahut Kinoy.
Kinanti pun langsung menaiki motor itu. Kinoy pun langsung menyalakan motornya dan langsung mengantarkan Kinanti pulang. Di sepanjang jalan Kinanti memeluk Kinoy, sambil menangis. Tak terasa air mata itu,menbasahi baju Kinoy. Kinoy pun terkejut dengan keadaan bajunya yang tiba-tiba basah karena airmata Kinanti.
"Kinanti..,kamu nangis ya?"
Kinoy pun langsung memberhentikan motornya. Kinoy membalik badan nya sembari berkata,"kamu kenapa?kok nangis?"
"Nggak, kok.nggak papa!" jawab Kinanti menyapu airmatanya.
"Ayolah, kamu jangan nyembunyiin sesuatu dari aku!" ujar Kinoy.
"Aku bisa tau,bbahwa kamu menyembunyikan sesuatu dari, aku kan?" tanya Kinoy kembali.
Lalu,vdengan terpaksa Kinanti, mengatakan sejujurnya apa yang terjadi pada dirinya kemarin. Dengan deraian airmata yang membasahi pipi, Kinanti pun akhirnya jujur kepada Kinoy.
"Kemarin, setelah kamu di jemput oleh anak buah Ayahmu. Lalu mereka datang lagi ke toko Nenek" jelas Kinanti.
Belum Kinanti melanjutkan pembicaraannya, Kinoy pun kembali bertanya dengan nada yang agak keras dan nyaring.
"Apa? mereka datang ke toko!"
"Untuk apa mereka ke sana?"
Sepertinya, Kinoy sangat marah dengan kedatangan anak buah ayahnya itu ke toko Nenek Kinanti.