
Kinanti masih berdiri di depan gerbang, sambil memandangi Kinoy yang pergi ke kelas bersama Vita. Anton yang datang pun langsung menghampirinya.
"Hai, Kinanti..ngapain kamu berdiri di situ, ayo masuk!" sapa Anton mengajak Kinanti masuk ke kelas.
"O..aku ngerti sekarang!" sahut Anton.
"Kalian saling menjauh satu sama lain, kan?" tanya Anton.
"Sok tau, kamu!" ketus Kinanti.
Kinanti lalu pergi meninggalkan Anton. Tanpa berpikir apapun, Anton juga akhirnya menyusul Kinanti.
"Kinanti..tunggu!" teriak Anton.
"Ada apa, sih?" sahut Kinanti
"Kok kamu, jutek terus sama aku? Padahal aku mau jadi teman kamu!" keluh Anton.
"Maukah, kamu berteman denganku?" tanya Anton sambil mengulurkan tangan.
Kinanti berpikir sejenak. Ia memikirkan menerima pertemanan Anton apa tidak. Apalagi itu bisa jadi alasan dirinya untuk memjauhi Kinoy.
"Bagaimana, ya? aku terima apa enggak ya, pertemanan Anton, tapi itu bisa jadi alasan aku untuk menjauhi Kinoy" kata Kinanti dalam hati.
Lalu Kinanti pun juga mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Anton.
"Iya, aku mau kok berteman sama kamu!"
"Jadi..sekarang kita berteman nih?" tanya Anton kembali.
"Iya, kita sekarang temenan!" sahut Kinanti.
Lalu Anton mengajak Kinanti masuk ke kelas bersama.
"Ayo, masuk kelas bareng sama aku!"
"Iya!" sahut Kinanti.
Kemudian Kinanti dan Anton pun masuk ke dalam kelas bersama. Saat menginjakkan kaki pertama kali ke dalam kelas, Kinanti berpura-pura tertawa bersama Anton.
Kinoy yang melihat pun dengan sigap berdiri dan menghampiri Anton. Ia menggenggam dan menarik kerah baju milik Anton ke atas sambil berkata.
"Ngapain Lu deket-deket sama Kinanti!"
Anton pun mencoba menurunkan tangan Kinoy yang menarik kerah bajunya.
"Santai, men nggak usah terlalu emosi!" sahut Anton.
"Kebanyakan basa-basi Lu!" ucap Kinoy sambil menonjok muka Anton.
"Kinoy! Jamu nih apa-apaan sih!"
"Kamu, yang apa-apaan! ngapain kamu deket sama dia?" tanya Kinoy dengan penuh emosi.
"Terserah aku dong, mulai sekarang kita nggak ada hubungan apa-apa lagi! kita putus!" kata Kinanti dengan penuh emosi.
Kinanti pun pergi menggandeng tangan Anton, keluar kelas.
"Ayo, Anton aku coba obatin lukamu" ucap Kinanti.
Kinanti pergi bersama Anton menuju UKS. Dengan cepat Kinoy pun menyusul Kinanti.
"Kinanti..tunggu!" Kinoy kembali memanggil Kinanti.
Namun, Kinanti tak menghiraukannya.bKinoy pun berhasil menghampiri Kinanti.
"Kinanti..tunggu! aku perlu bicara sama kamu!" kata Kinoy mencoba menarik tangan Kinanti.
"Udahlah..Kinoy! nggak ada yang perlu di omongin lagi!" kata Kinanti.
Lalu Anton menurunkan tangan Kinoy dan berkata.
"Udahlah men! dia udah nggak mau lagi sama Lu. Lu jangan maksain dia lagi!" sahut
Anton.
Kinoy pun semakin marah.
"Lu nggak usah ikut campur urusan gua sama Kinanti!" ucap Kinoy sambil menyerang Anton.
Anton pun juga membalas perlakuan kasar Kinoy dengan menonjok muka Kinoy.
Terjadilah perkelahian antara Kinoy dan Anton. Semua teman-teman pun menghampiri mereka, semua teman-temannya dan Kinanti yang berada di situ pun berteriak menyudahi perkelahian itu.
"Udah..stop! stop! jangan ada yang berkelahi lagi..Kinoy aku tambah benci sama kamu!" ucap Kinanti.
Akhirnya mendengar perkataan Kinanti tadi. Mereka pun berhenti berkelahi. Semua teman-teman yang ada di sana juga ikut melerai mereka. Lalu Kinanti pun menarik tangan Anton dan membawanya masuk ke dalam ruang UKS.
"Anton, ayo ikut aku!" lanjut Kinanti.
Kinanti pun akhirnya mengambil kotak P3K yang ada di atas meja.
"Maaf, ya..!" ucap Kinanti sambil mengobati luka Anton.
"Maaf, untuk apa, ya?" tanya Anton.
~• BERSAMBUNG•~