
🥀🥀🥀🥀
Pagi itu keadaan Kinanti sudah lumayan pulih. Kinanti sudah bersiap untuk segera pergi ke sekolah, karena hari itu hari pertama masuk setelah libur 2 minggu. Setelah siap Kinanti pun segera pergi ke ruang makan. Nenek sudah duduk di meja makan, tiba-tiba Kinanti duduk dan mengambil selembar roti. Nenek pun menegurnya.
"Kinanti..apakah badanmu sudah enakan?"
"Insyaallah, Nek Kinanti sudah sehat kembali," sahut Kinanti sambil tersenyum.
"Ya sudah..tapi bila kamu sakit lagi, Nenek tidak mengijinkanmu untuk pergi ke sekolah, terkecuali kamu benar-benar sehat kembali!" tegur Nenek.
"Iya, Nenekku yang paling cantiiikk!" goda Kinanti pada Neneknya.
Lalu Kinanti makan roti dan minum susu. Saat selesai minum susunya tiba-tiba suara klakson motor milik Kinoy datang.
"Eh..sepertinya itu Kinoy!" tegur Nenek.
"Iya, Nek. Kinanti mau bareng Kinoy ke sekolahnya."
Lalu Kinanti pun bersalaman pada Nenek serta mencium pipi Neneknya sambil berkata.
"Nek, Kinanti pamit pergi sekolah dulu, ya."
"Iya, belajar yang bener jangan pacaran mulu!" ejek Nenek.
"Ih..Nenek nih suka sok udzon sama cucunya!" keluh Kinanti dengan muka cemberutnya.
"Enggak kok, Nenek cuma bercanda," sahut Nenek.
Nenek pun mengantar Kinanti ke depan pintu. Sesampainya di depan pintu Kinanti pamit pada Nenek. Kinoy pun juga menghampiri Nenek dan berpamitan pada Nenek.
"Nek, Kinanti berangkat sekolah dulu, ya."
"Iya, Nek Kinoy juga pamit berangkat sekolah dulu," ucap Kinoy.
Kinoy segera menaiki motornya. Kinoy memanggil Kinanti.
"Kinanti..ayo!" sapa Kinoy.
"Iya."
Kinanti pun menaiki motor Kinoy. Kinoy dan Kinanti segera berangkat. Saat motor mulai berjalan, Nenek pun masuk ke dalam rumah dan menutup pintu rumah.
Saat mulai berjalan, Kinanti memeluk Kinoy dan kepalanya bersandar pada badan Kinoy. Kinoy mulai menarik tangan Kinanti dan menggengamnya. Kinoy berkata.
"Aku ingin selamanya Kita seperti ini selalu bersama!"
"Iya, aku juga ingin kita selamanya seperti ini..selalu bersama," sahut Kinanti.
Tak berapa lama kemudian mereka pun segera sampai ke sekolah. Semua teman-temanya di sekolah menyapanya. Mereka semua ramah dan baik pada Kinanti.
Kinoy dan Kinanti turun dari motor. Kinoy menggenggam tangan Kinanti dengan mesra dan mulai membawanya kedalam.
Saat berjalan ke arah kantin. Tiba-tiba Dina dan Amel menempel sebuah foto di Mading. Foto itu berisikan foto Vita yang lagi berada di penjara..Foto itu tertempel dengan caption.
"Vita adalah pembunuh!"
Semua murid yang ada di sana pun terkejut dan marah. Mereka semua tidak menyangka bahwa Vita itu sejam itu. Lalu Kinanti dan Kinoy pun menghampirinya.
Kinanti marah dan mengambil foto itu. Semua terkejut dan terdiam. Dina pun berkata sambil memarahi Kinanti.
"Ngapain kamu marah! kan kamu udah jadi korban dia, kok masih aja sih belain dia? kamu mau cari muka ya, sama Kinoy dan semua orang, biar kamu dibilang satu-satunya cewek paling baik seperti malaikat!"
"Harusnya tuh ya, kalian suport dia, bukan malah menjatuhkannya!" ucap Kinanti dengan perasaan kesal.
Lalu Amel mendorong Kinanti, hingga Kinanti terjatuh. Untung Kinoy menyambutnya hingga tidak terjatuh. Kinoy pun marah.
"Eh, kamu nih apa-apaan sih! yang di bilang Kinanti itu benar. Kalian kan, sahabat Vita. Seharusnya tuh kalian bantu dia dan suport dia bukan malah ingin menjatuhkan dia!" kata Kinoy sambil menunjuk ke arah Dina dan Amel.
Dina pun berkata.
"Denger, ya Kinoy! Ini semua tuh gara-gara kamu! coba saja kamu ngerti perasaan dia dan memilih Vita untuk jadi pacarmu, justru kejadian itu nggak terjadi!"
"Loh! kok gara-gara aku? kan sudah pernah ku tegaskan bahwa aku dan dia itu nggak ada perasaan apapun. Kok kamu yang sewot sih?" kata Kinoy.
"Seharusnya tuh kamu itu bahagia..karena Vita sudah berhenti mengganggu kamu dan dia nggak jadi ngerebut Kinoy dari Kamu! ini malah sok simpati sama Vita! Dasar cewek bermuka dua!" sindir Dina.
Mendengar suara sindiran itu Kinanti pun terbakar emosi. Kinanti menghadap ke Dina dan berkata.
"Kamu nggak tau kenapa aku bisa memaafkan Vita padahal dia hampir saja buat aku mati! kamu mau tau alasannya?" ucap Kinanti sambil menunjuk Dina.
Dina pun hanya terdiam. Lalu Kinanti pun melanjutkan pembicaraannya.
"Kamu mau tau apa alasannya? biar ak beri tahu, ya! Vita Anggreini adalah Sepupu aku. Ayahnya Vita Om Bambang adalah Adik kandung dari almarhum Ayahku dan perlu kamu tau bahwa semua kekayaan Vita adalah milik Ayahku! Ayahku adalah pemilik semua aset kekayaan yang dimiliki oleh Om Bambang ayahnya Vita!" ujar Kinanti berusaha untuk menjelaskan.
"Hanya karena gila harta, mereka tega membunuh ayah dan ibuku di saat aku masih kecil!" kata Kinanti sambil meneteskan airmata.
Semua orang pun terkejut bahalan Dina dan Amel pun terkejut.
"Apa?..jadi..sebenarnya yang kaya itu Kamu? bukannya Vita?" desis Dina.