The Love Story of Kinanti & Kinoy

The Love Story of Kinanti & Kinoy
episode 6.



Kinoy pun menutup mulut Kinanti dengan tangannya. Dan memberitahukan sesuatu pada Vita.


"Kalau aku dan Kinan beneran jadian, memangnya kenapa? ada yang salah?" tanya Kinoy pada Vita.


"Ya...ya.  Enggak papa sih! eh, tapi.." 


"tetapi apa, Vit?" tanya Kinoy.


"tetapi, masa kamu mau sih, jadian sama cewek kampungan ini. Iih..Kamseupay" ucap Vita memojokkan Kinanti 


"Eh, Vita. Lu denger ya, baik-baik. Terserah gua dong! mau jadian ama siapa juga, terserah gua! lu itu bukan siapa-siapa gua! jadi lu tidak usah ngurusin hidup gua! ngerti lu!" ujar Kinoy sambil marah mengeluarkan logat bahasa kasarnya.


Setelah itu Kinoy pun menggandeng tangan Kinanti dengan mesra dan membawanya pergi keluar dari kelas. Mendengar perkataan Kinoy yang kasar padanya. dan mempermalukannya di depan teman teman di kelas.


"I..ih. awas, ya kamu Kinoy!" Vita marah sambil marah menggenggam tangannya.


"Eh, kayanya ada yang lagi di tolak mentah mentah tuh sama si anak baru, itu" ejek teman teman mengejeknya.


" Diam!" bentak Vita memarahi teman temannya yang mengejeknya.


Vita pun merasa di permalukan oleh Kinoy. Dan dia dendam terhadap Kinoy.


"Awas kamu Kinoy. Jangan panggil aku Vita, kalau tidak bisa menaklukan mu!" ungkap Vita sambil menahan marah.


Lalu saat Kinoy mengajaknya keluar kelas, untuk menghindari Vita dan kedua temannya. Dia mengajak Kinanti untuk bermain basket di lapangan.


"Nah, Kinanti ayo kita main basket saja!" ajak Kinoy mengajak Kinanti.


"Ya..terserah kamu aja lah!" balas Kinanti.


"Iya, aku mau dengan satu syarat" jawab Kinanti.


"Boleh, coba apa syaratnya?" tanya Kinoy.


"Syaratnya adalah jika kamu kalah, kamu harus mau mengikuti apa yang aku suruh!" ujar Kinanti.


"Oke siapa takut! tapi bila kamu yang kalah, kamu harus mau jadi pacar aku! " Kinoy membalas Kinanti.


"Emmm...oke . Siapa takut! kamu pasti kalah" kata Kinanti meremehkan Kinoy.


"Ya, sudah. Kita buktikan saja!" 


Lalu mereka pun memulai permainan itu. Saat bermain Kinanti pun berhasil merebut bola itu dan bola itu pun berhasil masuk ke ring basket. Namun Kinoy tak patah semangat dengan keberhasilan Kinanti. Kinoy pun berhasil merebut bola dan iya pun berhasil memasukkan bola sebanyak tiga kali. Namun saat Kinanti hendak memasukkan bola tiba-tiba kakinya terinjak tali sepatunya yang terlepas. Sontak itu membuat Kinanti hampir terjatuh.


Kinoy pun menyambutnya dengan pelukan. Akhirnya Kinanti pun tidak terjatuh karena ada Kinoy yang menyambutnya di depan, sehingga Kinanti terjatuh ke dalam pelukan Kinoy. Jantung ini pun tak henti hentinya berdetak dengan kencang. Perasaan hati yang tiba-tiba berbunga-bunga saat mereka tak sengaja berpelukan.


Lalu dengan perasaan malu, Kinanti melepaskan pelukan itu.


"Eh..m. Maaf ya, aku tidak sengaja. Tadi aku terinjak tali sepatu, sehingga membuatku terjatuh. Untung ada kamu, jadi aku tidak terjatuh. Terima kasih ya, sudah menolongku" ucap Kinanti sambil tersenyum manis.


Melihat senyuman manis yang terlukis di wajah cantik Kinanti, membuat Kinoy merasakan ada rasa kagum yang tiba tiba masuk dalam hatinya.  Dia begitu terpesona akan senyuman Kinanti.


Kinoy pun menggandeng tangan Kinanti dan berkata, "Aku, sudah mengalahkan mu dan akhirnya aku yang menang Lalu apa kah kamu mau melaksanakan syarat kekalahanmu itu?" tanya Kinoy.


"Emm...bagaimana ya?" Kata Kinanti sambil berpikir. belum Kinanti menjawab, bel pun berbunyi. Mereka pun masuk ke kelas.