The Love Story of Kinanti & Kinoy

The Love Story of Kinanti & Kinoy
episode 44. Peringatan keras untuk Kinanti.



*****


Siang itu, ketika Kinanti dan Nenek nya sedang melayani pembeli di toko.Tiba-tiba datang lah segerombolan lelaki berbadan besar dan berpakaian serba hitam. Orang-orang itu memakai kacamata hitam dan memegang pistol di tangannya.



Lelaki itu datang dan mengacak-ngacak seisi toko. Mereka juga bertindak sangat kasar. Mereka mengusir para pembeli di toko itu, sehingga para pembeli itu banyak yang lari, karena ketakutan.



Para lelaki itu menghampiri Kinanti dan Nenek. Nenek yang terkejut pun bertanya kepada orang-orang itu.


"Apa yang kalian, lakukan di sini? mengapa kalian mengacak-ngacak toko kami? apa kami punya salah dengan kalian?" Nenek bertanya.


"Ah..minggir wanita tua! aku tidak punya urusan denganmu!" ucap salah satu lelaki itu sambil mendorong Nenek hingga terjatuh.


Kinanti yang melihat neneknya yang terjatuh, lalu berteriak.


"Nenek..! Nenek..!"


Lelaki itu semakin mendekati Kinanti. Kinanti pun lalu memukul lelaki itu.


"Kalian siapa? kenapa kalian begitu jahat sama kami. Kalian mendorong Nenek hingga terjatuh!" ucap kinanti dengan emosi sambil memukul lelaki itu.


lelaki itu, mengarahkan semua anak buahnya untuk menghancurkan semua yang ada di dalam toko tersebut.


"Ayo! semuanya hancurkan seisi toko ini!" perintah lelaki itu.


"Jangan..jangan..jangan kalian hancur! ini satu-satunya mata pencaharian kami!" pinta Kinanti dan Nenek sambil menangis.


"Oke, kami tidak akan menhancurkan toko ini. Asalkan kau jauhi tuan muda Kinoy!" sahut lelaki itu.


"Apa? Jauhi Kinoy? kamu tahu darimana aku dan Kinoy memiliki kedekatan?" Kinanti bertanya.


"Jangan banyak omong! tolong demi kebaikan kalian, silahkan jauhi tuan muda, karena kalian itu sangat jauh berbeda. Kalian tentu tidak akan bisa bersatu!" ucap salah satu anak buah lelaki itu.


"Apa maksud kalian? Aku tidak mengerti?


Dengan perasaan terpaksa Kinanti pun menyetujui perintah itu.


"Oke, aku akan menjauhi Kinoy, asalkan kau mau melepaskan Nenekku, dulu" sahut Kinanti sambil menangis.


"Akan ku pegang, janjimu! kalau kau masih mendekati tuan muda, kami tidak akan segan-segan untuk membunuh kalian berdua! mengerti!" bentak lelaki itu sambil mendorong Nenek.


Kinanti pun menyambut Nenek.


"Nenek, nggak apa-apa kan?"


"Nenek nggak papa, cu?"


"Kamu, juga nggak papa kan, cu?"


"Iya, Nek. Kinan nggak papa!"


Kemudian Nenek dan Kinanti pun menangis dan merintih ketika melihat semua dagangan di tokonya hancur berantakan.


"astaga! dagangan kita hancur berantakan" keluh Nenek.


"Iya, Nek. Mengapa orang tadi kejam kepada kita? padahal kita nggak pernah punya musuh dengan orang lain" kata Kinanti sambil memeluk Nenek.


"Sudahlah, cu. Ini semua cobaan dari allah untuk kita" ucap Nenek mencoba untuk tabah menerima kejadian itu.


Mereka berdua pun membereskan semua dagangan yang hancur. Kinanti pun kembali berpikir. Mengapa segerombolan lelaki berbadan besar itu, datang dan mengacak-ngacak semua dagangannya.apa yang sedang terjadi, mengapa orang tadi, menyuruhnya untuk segera menjauhi Kinoy.



Siapa dalang di balik semua ini? setelah semuanya beres, Kinanti dan Nenek pun menutup toko itu, kemudian pulang ke rumah.



Nenek berpesan kepada Kinanti, jika ia segera harus menjauhi Kinoy, karena takut ikut terlalu dalam dalam permasalahan ini. Nenek jua ingin Kinanti dengan sabar menghadapi semua cobaan ini.