
π₯π₯π₯π₯
Setelah beberapa tahun kemudian, Kinanti pun lulus kuliah S1 untuk mata kuliah teknik informatika. Kini ia selesai wisuda, ia di temani dua orang sahabatnya Nia dan Dito.
"Waahh..selamat ya..lo lulus dengan nilai terbaik!" seru Nia.
"Iya, terima kasih. Selamat juga untuk kalian. karena kalian juga lulus kuliah, dengan hasil yang memuaskan." puji Kinanti.
Tiba-tiba dari parkiran mobil ada seorang yang berjalan, dan ternyata itu adalah Boy. Boy juga datang. Boy sudah lulus dari fakultas itu satu tahun yang lalu.
"Hei..Kinan! Selamat ya..akhirnya lo udah lulus!" ucap Boy sambil memberikan bunga mawar putih.
"Iya, terima kasih..!" sahut Kinanti.
Kinanti mengambil handphone nya untuk segera menghubungi Nenek.
"Halo.. Nenek! Yeehh..Akhirnya Kinanti lulus!" ucap Kinanti dengan sangat bahagia.
"Alhamdulillah..selamat ya, Cucu Nenek akhirnya lulus dengan nilai terbaik. Nenek bangga sama kamu," ujar Nenek.
"Nek, rencananya esok pagi Kinanti akan pulang ke sana!" sahut Kinanti.
"Kamu bersama siapa di sana? maaf, ya Nenek tidak bisa hadir untuk memdampingimu." ujar Nenek.
"Kinanti bersama Teman-teman Kinanti, Nek.Yang ini Nia, yang ini Dito dan yang ganteng ini adalah Boy, Nek!" kata Kinanti sambil menunjukkan teman-temannya.
"Halo, Nek!" kata Nia, Dito dan Boy.
"Iya, Nek nggak papa kok! lagi pula Kinanti kan mau hidup mandiri di kampung orang, Nek!" sahut Kinanti.
"Iya..deh iya, cucu nenek ini memang baik sekali. Oh ya kapan kamu akan ke sini?" tanya nenek.
"Secepatnya, Nek! Kinanti juga udah kangen sama masakan Nenek!" sahut Kinanti.
"Udah, dulu ya Nek, Kinanti mau mempersiapkan untuk pulang ke sana!" ujar Kinanti.
"Iya, jika kamu sudah sampai jangan lupa telpon Pak agus untuk menjemputmu di bandara!"
"Iya, Nek!"
Setelah itu Boy pun mengajak Kinanti dan Kedua teman Kinanti, Nia dan Dito untuk makan bersama dan dia yang akan membayarnya.
"Kinanti..gue mau ngajak kalian semua untuk makan sebagai acara kkelulusan kalian.tenang, gue yang teraktir!" kata Boy.
"Waahh...bener nih, mau ngajakin kita bertiga makan!"
"Iya..ngapain gue bohong sama lo semua." ketus Boy.
"Ya..sudah ayo!" ajak Dito.
Lalu mereka pun pergi untuk makan bersama di sebuah restoran. Saat di dalam restoran, Kinanti pamit kepada temannya Karena mungkin besok ia akan pulang ke Banjarmasin.
"Teman-teman..gue pamit kepada kalian semua, mungkin besok gue akan pulang ke Banjarmasin!" ucap Kinanti.
"Yah..kok secepat itu sih?" tanya Nia.
Tiba-tiba Boy berkata.
"Apa gue boleh ikut?" tanya Boy.
"Emm..gimana,ya..!" sahut Kinanti mengejek nya.
"Ngapain lo ikut Kinanti!" ketus Dito sambil melipat tangannya ke depan.
"Ih..apaan sih lo! kan gue ikut cuma untuk wisata aja ke Banjarmasin!" balas Boy.
"Gimana? boleh nggak?" tanya Boy.
"Iya deh! iya boleh!" sahut Kinanti.
" Apa? boleh? terima kasih Kinanti..!" ujar Boy.
"Sekarang kalian semua pilih mau makan apa, gue yang bayar semuanya!" kata Boy.
"Nah..dari tadi kek!" sahut Dito
Mereka semua pun makan bersama.setelah selesai makan Nia dan Dito pun izin pulang karena orang tua mereka sudah menunggu mereka di parkiran mobil dekat fakultas.
"Eh, Kinan..gue sama Dito balik dulu, ya! orang tua kami sudah menunggu di parkiran.." kata Nia.
"Iya, hati-hati ya.." ucap Kinanti.
"Boy! kita balik dulu ya..!" kata Dito.
"Iya.."
Lalu Nia dan Dito pun pergi menghampiri orang tua mereka yang telah menunggu di parkiran depan gedung perkuliahan.
πΊπΊπΊπΊ
Sementara itu Boy berniat untuk mengantarkan Kinanti pulang.
"Kinan..ayo gue antar lo pulang!" pinta Boy.
"Eh..gue masih belum ingin pulang. Gue ingin pergi membeli tiket pesawat untuk pulang Ke Banjarmasin!" sahut Kinanti.
"Sekalian aja kita barengan!" usul Boy.
"Iya"
Lalu mereka pun pergi untuk membeli tiket. Setelah selesai Boy pun mengantarkan Kinanti ke kosannya.
Sesampainya Di kosan Kinanti pun langsung mengemas semua barang dan pakaiannya. Hingga keesokan harinya pun Kinanti berangkat ke bandara bersama Boy. Karena Boy sekalian ingin liburan ke Banjarmasin.
Tak hanya Kinanti yang pulang ke Banjarmasin. Kinoy pun juga pulang ke Banjarmasin untuk menetap di sana meneruskan usaha Almarhum Ayahnya.
Akhirnya Kinanti pun sudah sampai di Banjarmasin. Ia menelpon Pak Agus supir pribadi Neneknya. Ia ingin meminta jemput kepada Pak Agus.
Saat menunggu di ruang penjemputan. Ia tiba bersama dengan Boy. Saat itu Kinanti berjalan bolak-balik mondar mandir menunggu Pak Agus yang tak kunjung datang.
Secara tiba-tiba Kinoy berjalan dan berhenti di ruang penjemputan, Ia menunggu supir pribadi miliknya datang menjemput. Kinoy berdiri di dekat Kinanti dan Boy yang sedang duduk.
Kinanti melirik melihat dari sepatu hingga muka cowok yang berdiri di dekat ia duduk. Ia terkejut sambil memanggil nama Kinoy.
"Kinoy!.." sapa Kinanti.
"Kinanti!" sapa Kinoy.
"Boy! ngapain lo ke sini? lagi liburan ya, lo?" sapa Kinoy.
"Iya,bgue lagi liburan nih!" sahut Boy.
"Ya..ini Boy senior aku di fakultas Bunga Bangsa. Dia mau ke sini ingin liburan katanya" jawab Kinanti.
"Kinoy..kemana saja kamu selama ini nggak pernah ada kabarnya?" tanya Kinanti.
"Kalian kok bisa akrab banget sih! apa kalian pacaran, ya?" tanya Kinoy.
"Enggak kok. Aku sama Boy cuma temenan kok!" kata Kinanti menjelaskan.
"Alah..!kalian pacaran kan? Kamu tuh jadi cewek nggak setia. Katanya cinta sama aku. Dan saat kita bertemu kamu bakalan balik lagi sama aku. Tapi nyatanya kamu udah punya pacar baru!" ketus Kinoy denfan perasaan cemburu dan marah.
"Enggak Kinoy. Ini tuh nggak seperti apa yang kamu kira!" ucap Kinanti mencoba untuk menjelaskan.
Namun Kinoy sudah terlanjur salah paham dengan keberadaan Boy. Lalu Boy menghampiri Kinoy.
"Bener, Bro! gue sama Kinanti itu nggak ada hubungan apa-apa. Iya gue jujur, gue suka sama Kinanti, tapi Kinanti menolak gue mentah-mentah. Dan dia berharap sekali balikan sama lo lagi!" kata Boy menjelaskan.
Tanpa berkata apapun Kinoy langsung pergi memanggil taxi kemudian pergi dengan menaiki taxi.
"Taxi..taxi!"
"Pak, antarkan saya ke rumah ya, Pak!" kata Kinoy.
"Iya, Mas!"
Kinanti pun menangis karena Kinoy pergi dan tak percaya dengannya. Di sela tanggis Kinanti. Boy berdiri di depannya dan menegang bahunya sambil berkata.
"Jika kamu mencintainya dengan tulus maka kejarlah dia. Buktikan bahwa kamu mencintainya!"
Lalu Kinanti pun melepas kopernya dan mulai berlari mengejar Kinoy.
"Kinoy..tunggu aku!"
"Kinoy...!" teriak Kinanti ketika terjatuh dan menangis.
Namun mobil itu berjalan dengan laju hingga tidak kelihatan lagi. Hujan pun turun di sela tangis Kinanti.
"Aku sangat mencintaimu..sungguh! setiap helaan nafasku..di setiap hariku..aku hanya bisa memikirkanmu. Dan hanya bisa mencintaimu!"
Tak berapa lama Kinanti pun berdiri dan berjalan berbalik arah. Ia kembali ke tempat kopernya berada. Lalu di kejauhan Kinoy yang masih mencintai Kinanti pun langsung menyetop taxi itu. Ia turun bersama kopernya.
Ia berjalan berbalik arah mengejar Kinanti. Langkah demi langkah Kinoy berjalan menghampiri Kinanti.
Ia takut jika ia bersikap seperti tadi maka itu menjadi peluang besar Boy untuk menjadi kekasih Kinanti.
Saat Kinanti berjalan menuju ke dalam bandara, karena ia ingin mengambil kopernya yang tertinggal di sana.Tiba-tiba Kinoy berlari melepaskan kopernya dan berlari menghampiri Kinanti.
Kinoy berlari menghampiri Kinanti. Sesampainya di tempat Kinanti berdiri Kinoy menghampiri dan memeluk Kinanti dari belakang.
"Aku minta maaf..aku juga mencintaimu..tak ada satu cewek pun yang berani mendekatiku. Karena hati ini hanya tersimpan satu nama yaitu kamu,"
Namun Kinanti pun hanya terdiam dan kembali berjalan meninggalkan Kinoy. Lalu pelukan Kinoy itu terlepas hingga tamgan Kinoy memegang tangan Kinanti.
Kinoy bertanya.
"Apakah kamu benar-benar mencintaiku?"
"Iya..aku memang benar-benar mencintaimu, namun kamu sudah tak tak percaya lagi denganku. Dan kamu pergi gitu aja tanpa mendengar penjelasanku!" keluh Kinanti sambil menangis.
Hujan turun dengan sangat lebat. Kinoy menarik tangan Kinanti sehingga Kinanti berputar dan jatuh dalam pelukan Kinoy. Kinanti terkejut karena Kinoy menarik tangannya hingga ia jatuh ke dalam dekapan Kinoy.
"I..ih! kamu apa-apaan sih!" kata Kinanti sambil mencoba melepaskan tangan Kinoy yang memeluknya.
"Aku nggak akan melepaskanmu, sebelum kamu memaafkan aku!" ujar Kinoy.
Lalu dengan terpaksa Kinanti berkata.
"Aku akan memaafkanmu tapi lepaskan dulu pelukanmu ini!" kata Kinanti.
"Oke, baiklah!" sahut Kinoy sambil melepaskan pelukan itu.
"Jadi..gimana,mau memaafkanku?" tanya Kinoy.
Kinanti berkata.
"Aku sudah memaafkanmu!"
Lalu Kinoy memegang tangan Kinanti.
"Aku ingin kita bersama seperti dahulu. Karena perpisahan ini sungguh menyiksa hidupku. Aku sungguh benar-benar tulus mencintaimu. Aku harap kita bisa bersama seperti dulu lagi."
"Iya, aku juga mau kita sama-sama lagi seperti dahulu. Karena separuh semangat hidupku ikut pergi bersamamu," balas Kinanti.
"I Love Yo.."
"I Love Yo too" balas Kinanti.
Lalu Kinoy bertekuk lutut sambil memegang tangan Kinanti.
"Kinanti..aku mau orang-orang yang ada di sini menjadi saksi ke sungguhan hatiku. Aku juga ingin hujan menjadi saksinya!"
Kinoy mengulurkan cincin putih yang selama ini di simpannya hanya untuk Kinanti.
"Kinanti..maukah kamu menikah denganku menjadi istriku dan menjadi Ibu dari anak-anakku nanti?" tanya Kinoy.
Kinanti pun tersenyum. Semua orang yang menyaksikan itu bersorak.
"terima..terima..terima!" ucap semua orang yang ada di pinggir jalan.
Dengan tersenyum Kinanti pun berkata.
"Iya..aku mau menikah sama kamu!"
Kinoy memasangkan cincin putih itu di jari manis sebelah kiri tangan Kinanti. Lalu Kinoy pun memeluk Kinanti dengan mesra.
πΊπΊπΊπΊ
Dua Minggu kemudian mereka pun menikah. Setelah akad nikah mereka pun melempar bukket bunga dengan rasa bahagia. Saat bukket bunga itu di lempar ternyata Vita dan Anton yang telah mendapatkannya. Di sini Vita sudah bebas dari masa tahanan sejak satu tahun yang lalu.
Pernikahan mereka di saksikan oleh keluarga besar mereka. Nenek pun menangis bahagia saat menyaksikan Kinanti menemukan cinta sejatinya.
Kini Mereka pun hidup berbahagia dengan menyandang status suami dan Istri. Cinta mereka telah resmi di ikat dengan ikatan yang resmi menurut agama dan Negara.
Pernyataan dari Kinoy itu adalah benar adanya.
" Kinoy Hanya Untuk Kinanti & Kinanti Hanya Untuk Kinoy."
Kalau jodoh itu tak akan kemana. Jodoh itu akan datang menghamprimu atas izin dari Allah SWT.
~TAMAT~