
🥀🥀🥀🥀
Vita pun datang,"Nih,kunci mobilnya!" kata Vita sambil menyerahkan kunci itu pada Kinoy.
Kinoy pun menyambut kunci itu,"Oh, iya"
Kinoy pun mengajak Vita jalan-jalan. Saat itu masih satu minggu liburan kenaikan kelas. Kinoy pun mengajak Vita jalan-jalan kemana pun, guna menghabiskan satu hari bersama Vita. Agar ia tahu, siapa dalang dari kecelakaan itu.
"Memangnya kamu mau ngajakin aku jalan-jalan, kemana?" tanya Vita.
"Kemana pun kamu mau, aku mau menghabiskan satu hari bersamamu!" ucap Kinoy sambil pura-pura tersenyum.
"Benarkah, itu?" desis Vita.
Kinoy hanya menganggukkan kepalanya. Lalu Kinoy menyuruh Vita masuk ke dalam mobil.
"Vit, ayo masuk! katanya mau jalan-jalan!" desis Kinoy.
"I..iya," sahut Vita dengan penuh gembira.
Vita tak perduli lagi dengan rasa takutnya akibat hendak menabrak Kinoy. Ia merasa beruntung sekali dengan saat itu. Dia memikirkan bahwa dia sudah menang dari Kinanti bisa merebut Kinoy dari Kinanti.
"Ah..masa bodoh dengan kejadian kemarin yang membuat aku menjadi syok. Karena aku hampir saja menabrak Kinoy. Kinanti..lihat!aku kan yang menang! aku berhasil merebut Kinoy darimu! semoga saja kau cepat mati!" ucap Vita dalam hati.
Setelah sampai di sebuah taman, mereka pun segera keluar dari mobil.
"Kita sudah sampai!" ucap Kinoy.
"Ayo, turun!" suruh Kinoy.
Vita pun berjalan menghampiri Kinoy. Lalu Kinoy pun memainkan permainannya untuk membuat Vita terlena dengan cinta kepadanya. Kinoy berpura-pura melakukan hal romantis kepada Vita.
Kinoy berjalan menghampiri penjual bunga di sana. Kinoy pun berlari dan mencoba membeli bunga mawar merah merona untuk Vita. Lalu Kinoy pun kembali menghampiri Vita dan menyerahkan bunga itu kepada Vita.
"Bang! beli bunganya!"
"Iya, pilih saja yang mana!"
"Saya, beli bunga ini saja satu"
"Ini uangnya!"
Kinoy berlari menghampiri Vita.
"Ini, bunga mawar merah yang cantik! untuk cewek secantik dirimu!" ucap Kinoy menyerahkan bunga itu.
Lalu Vita menyambut bunga itu sambil mencium bunga itu.
"Emm..wanginya. Kok kamu tau bahwa aku suka bunga mawar merah?" tanya Vita sambil tersenyum bahagia.
"Ada deh! rahasia." jawab Kinoy.
Lalu Kinoy menggandeng tangan Vita dan mengajaknya duduk di kursi taman.
"Ayo, ikut aku!" ujar Kinoy.
"Aduuh, Kinoy kamu tuh cowok yang romantis banget, kamu buat aku meleleh akan cintaku padamu!" gumam Vita dalam hati.
Kinoy menelpon anak buah ayahnya.
"Bentar, ya Vit! aku mau nelpon Papah dulu!" dalih Kinoy.
"Iya, baiklah!" sahut Vita sambil tersenyum.
Kinoy pun berjalan menjauhi Vita.
"Halo..!"
"Iya, halo. Ada apa tuan muda?" tanya anak buah ayahnya.
"Pak, bisakah kalian temui saya di depan toilet taman kota. Nanti kalian antar barang bukti itu ke rumah sakit untuk di cek darah siapa yang menempel di pada mobil, Om Bambang!" kata Kinoy.
"Baiklah, tuan muda! kami segera meluncur ke tempat itu. Tuan muda bisa tunggu dulu, jangan ke sana duluan, sampai kami menghubungi tuan!"
"Baiklah, saya tunggu!" sahut Kinoy.
Kinoy pun kembali menghampiri Vita. Vita pun bertanya.
"Udah, nelponnya?"
"Udah, kok!" sahut Kinoy sambil pura-pura tersenyum.
Kinoy pun duduk di samping Vita sambil memegang tangan Vita. Ia mencoba merayu Vita. Sebenarnya ia tidak mau melakukannya, namun demi mengungkap siapa dalang di balik peristiwa kecelakaan itu.
"Kamu tuh sebenarnya cantik lo, cuma..cuma!" ucapbKinoy.
"Cuma apa?",l tanya Vita.
"Sebentar, ya!" kata Kinoy.
Kinoy memetik sebuah bunga mawar di taman itu. Dan menaruhnya di belakang telinga Vita.
"Nah..kalo begini kan kamu jadi tambah cantik," puji Kinoy.
Tiba-tiba handphone nya pun bergetar. Ternyata itu pesan dari anak buah ayahnya yang menjadi suruhannya.
"Tuan muda! kami sudah sampai di depan toilet!" kata anak buah itu.
"Iya,aku segera ke sana!" jawab Kinoy.
Kinoy pun segera menemui orang suruhannya tadi.
"Eh, kamu mau kemana?" tanya Vita.
"Kamu tunggu bentar,bya! aku mau ke toilet dulu!" kata Kinoy.
"Iya, jangan lama-lama, ya" sahut Vita.
"Iya, nggak akan lama kok!"