The Love Story of Kinanti & Kinoy

The Love Story of Kinanti & Kinoy
episode 57. Hari tanpa cinta



Saat di dalam kelas pun Kinanti, hanya melihat kebersamaan Kinoy dan Vita, walaupun Kinoy menunjukan sikap dinginnya pada Vita. Kinanti menjadi sangat cemburu, namun ia sadar siapa dia, dan siapa Kinoy.



Anton yang ada di sampingnya pun kembali menenangkan Kinanti dengan sikap perhatiannya. Saat itu bel pun berbunyi, semua murid di harapkan berbaris di lapangan karena Ibu guru dan Ibu kepala sekolah ingin memberikan pengahargaan kepada murid terbaik.



Semua murid pun berkumpul di lapangan. Semua guru sudah berkumpul bersama dengan ibu kepala sekolah. Saat itu adalah saat-saat yang di tunggu para murid. Karena itu adalah momen pembagian hasil belajar selama satu tahun belakangan ini.



Kini mereka semua sudah kelasdua SMA, hendak naik ke kelas tiga SMA. Ibu kepala sekolah pun memulai acaranya.


"Selamat siang untuk semua anak-anak. Ibu mengumpulkan kalian di sini, untuk memberikan penghargaan kepada teman-teman kalian, yang berprestasi selama satu tahun ini" kata Ibu kepala sekolah.


Dari kelas satu yang hendak naik ke kelas dua, pun sudah di baca. Kini tinggal kelas dua yang hendak naik ke kelas tiga yang di bacakan Ibu Kepala Sekolah.


"Ini untuk kelas XII A, adalah juara tiga Alya, juara kedua, Ricko dan juara pertama adalah Kinanti Larasati!" ucap Ibu Kepala Sekolah.


Lalu semua teman-temannya bertepuk tangan, termasuk Kinoy. Kinanti pun maju ke depan, Ibu Kepala Sekolah pun memberikan penghargaan kepadanya. Setelah selesai mengambil perhargaan itu, Kinanti pun kembali ke barisan bersama Anton.


Kinoy yang bergandengan tangan dengan Vita. Kinoy pun mengulurkan tangan untuk berjabat tangan memberikan tanda selamat.


"Selamat ya Kinanti!" ucap Kinoy.


Kinanti pun terdiam sambil memandang Kinoy yang memberikan ucapan selamat padanya.lalu Vita pun berkata.


"Eh, iya terima kasih ya" balas Kinanti yang berjabat tangan kepada Kinoy, sambil meneteskan airmata.


"Udah dong, berjabat tangannya jangan lama-lama!" ketus Vita dengan nada cemburu.


Tangan keduanya masih bersalaman,Vita pun merampas tangan Kinoy dengan tiba-tiba. Vita pun mengajak Kinoy kembali berbaris. Kinanti pun merasakan terakhir memegang tangan Kinoy pun mulai meneteskan airmata.


"Aku masih mencintaimu, namun kita tak bisa bersama. Karena perbedaan lah yang mengharuskanku untuk menjauhimu, walaupun sulit rasanya tetapi inilah kenyataan yang harus aku jalani!" ucap Kinanti dalam hati.


Anton pun juga mengajak Kinanti, untuk kembali berbaris, karena Ibu kepala Sekolah ingin membubarkan acara tersebut.


"Kinanti..ayo kembali berbaris!"


"Iya!" sahut Kinanti.


Setelah bubarnya acara tersebut, Kinanti pun langsung ke dalam kelas di dampingi Anton. Ia ingin mengambil tas nya di dalam kelas. Namun saat memasuki kelas itu, hatinya bergejolak. Cemburu menusuk hatinya begitu dalam sehingga membuat rasa cinta itu tidak bisa hilang begitu saja. Kemesraan Kinoy dan Vita yang telah membuat Kinanti terbakar cemburu.



Ia pun hanya bisa meneteskan airmata, di saksikan oleh Anton. Anton pun terdiam saat, Kinanti menangis sambil memandangi Kinoy dengan penuh cinta.


"Aku tahu rasanya, seperti apa yang kamu rasakan Kinanti. Kamu begitu mencintainya namun kalian harus saling menjauhi satu sama lain" ucap Anton dalam hati, saat memperhatikan Kinanti yang memandangi Kinoy.


Kinoy semakin tidak berdaya, saat Vita mencoba menjadi kekasih yang baik untuknya.Vita semakin menunjukan kemesraan dengan Kinoy kepada Kinanti, agar Kinanti merasakan cemburu.