The Love Story of Kinanti & Kinoy

The Love Story of Kinanti & Kinoy
episode 36.Vita merasa galau dengan kemesraan Kinoy dan Kinanti.



*****


Mendengar penolakan Kinoy terhadapnya, membuat Vita menjadi sedih dan marah. Ia tidak menyangka bahwa Kinoy adalah satu-satunya cowok yang berani menolaknya, hanya karena ia mencintai orang lain.


Lalu Kinoy, menghampiri Kinanti . Ia bermaksud untuk membantu Kinanti. Saat Kinanti ingin berdiri, saat itu juga Kinanti terjatuh. Kinanti tidak kuat untuk berdiri lama-lama. Lalu dengan sigap Kinoy menolongnya.


Kinoy menolong Kinanti, dengan cepat menarik tangan Kinanti. Kinanti di tarik oleh Kinoy, hingga terjatuh dalam pelukan Kinoy. Saat mereka berdua berpelukan, mereka pun saling pandangan, hingga membuat Vita yang melihat menjadi marah dan juga benci dengan kebahagiaan mereka.


Lalu mereka saat beradu pandang. Tiba-tiba Pak guru datang dan mengejutkan keduanya.


"ehem..ehem." Pak guru mengejek mengejutkan mereka.


"eh, ada Pak guru!" sapa Kinoy dan Kinanti, sambil melepas pelukan itu.


"kalian sedang apa ini! jangan berpelukan! kalian bukan muhrimnya." tegas Pak guru.


"siapa yang pelukan. Pak, saya itu cuma nolongin Kinanti, yang terjatuh Pak!" jelas Kinoy.


"iya, Pak" jawab Kinanti.


"ya, sudah kalian bersiap sana! karena kita sebentar lagi pulang" tegas Pak guru.


Lalu Pak guru pun pergi meninggalkan mereka berdua. Saat itu Kinoy tersenyum sambil merangkul Kinanti. Kinoy pun langsung mengusap kepala Kinanti. Kinanti pun tersenyum kembali kepada Kinoy.


"seharusnya kamu tahu betapa aku sakit dan terluka saat, melihat kamu bermesraan dengan nya. Kamu pikir aku bahagia melihat kalian berdua. Seharusnya aku yang di sana , bukannya Kinanti. Seharusnya aku yang kamu cintai dan aku bisa bahagia memilikimu, bukan Kinanti. Apa aku kurang cantik dan menarik dimata kamu!" gumam Vita dalam hatinya.


"Seharusnya kamu mengetahui bahwa perasaan cintaku ini lebih dari pada Kinanti. Seharusnya aku yang saat ini kamu cintai, bukan Kinanti. Seharusnya tuh aku yang saat ini bahagia bersama kamu menjalani hidup menjadi kekasihmu" gerutu Vita.


Lalu Vita marah dan benci saat menyaksikan kemesraan keduanya. Vita pun mengambil daun-daun yang ada di ranting pohon, dan merobek-robek daun itu. Vita berkata sesuatu dengan suara pelan.


"aku tuh tulus cinta sama kamu" ucap Vita.


Lalu ada satu teman cowok di kelas nya yang bernyanyi di dekat dirinya yang sedang duduk sambil memetik gitar. Temannya itu bernyanyi seolah menyindir dirinya yang cemburu dengan Kinoy.


"Sungguh..andai kau tahu, betapa dalamnya rasa ini padamu. Tak mungkin kau bersamanya. Lihatku di sini..yang mencintaimu sedalam itu, dan tak kan ku sia kan dirimu." seperti itu lirik lagunya.


Seakan benar-benar tersindir dengan lagu itu. Vita pun berteriak menyuruh temannya diam dan berhenti bernyanyi. Lalu Vita pun pergi meninggalkan Kinoy dan Kinanti yang di mabuk asmara. Kemesraan itulah yang membuat dirinya menjadi marah dan sekaligus sedih. Remuk, redam serta hancur berkeping-keping saat menyaksikan kejadian itu.



Dan seakan tak ada yang perduli dengan rasa hatinya, temannya malah mengejek dan menyindirnya dengan bait-bait lagu. Sindiran itu membuat hatinya panas, dan meradang. Ingin sekali ia terkam seperti layaknya seekor harimau yang menerkam seekor mangsa. rasa cemburu bercampur marah di dalam hatinya.


~🌹BERSAMBUNG🌹~