The Lord Of The Dragon Race

The Lord Of The Dragon Race
Bagian 91



Kaisar Long maju untuk melerai mereka dan memberikan aturan-aturan yang harus diketahui sebelum memasuki dunia naga.


" Sudahlah, kalian akan segera memasuki dunia naga. Jadi, dengarkan perkataanku!!


Pertama, kalian masuk hanya sendiri tapi diperbolehkan membawa spirit beast. Kedua, saat kalian sudah masuk, kalian bebas melakukan apapun. Ketiga, kekuatan kalian akan disegel agar setara dengan yang lain. Yang harus kalian lakukan disana adalah mencari petunjuk agar kalian dapat memasuki istana naga. Istana naga akan terbuka ketika kalian sudah menemukan petunjuk itu. Aku tidak akan memberitahu kalian tentang petunjuk yang dimaksud. Jadi, ku harap kalian mengerti", jelas kaisar Long.


Satu lagi, waktu 1 hari disana berbanding 1 bulan disini", lanjutnya.


Kedua belah pihak terlihat kebingungan. Bagaimana bisa mereka mencari petunjuk yang bahkan mereka tidak tau apa itu.


' apa sebenarnya petunjuk itu?', batin Xiao An.


"Kaisar, apakah dibolehkan untuk membunuh di dalam dunia naga?", Tanya Hao Ran.


" membunuh diperbolehkan disana. Akan ada 2 hasil dari peperangan ini, menang di dunia naga dan menang dalam peperangan. Jika mendapatkan 1 kemenangan, maka yang dibutuhkan hanya membunuh. Itupun jika kau mampu", ucap kaisar Long.


Mata Li Hao Ran berapi-api mendengar perkataan sang kaisar, seakan tidak sabar untuk menantikan hasil dari peperangan ini. Sedangkan Xiao An tidak bereaksi apa-apa, dia hanya diam mendengarkan.


' dia berbahaya' , batin Ao Tian. Ekspresi Li Hao Ran menunjukkan permusuhan yang kuat, membuat Ao Tian tidak merasa nyaman.


" Baik, kalian sekarang akan memasuki dunia naga. Bersiaplah!", Ucap kaisar Long. Lalu dia membentuk sebuah lingkaran berwarna hitam. Entah apa yang ada di dalamnya. Kemudian, mereka bertiga pun masuk. Setelah itu, barulah perang di mulai.


Setelah mereka bertiga masuk, suara gong tanda dimulainya peperangan menggelegar ke seluruh penjuru menciptakan suasana yang menegangkan di kedua belah pihak. Saat itu medan perang terlihat begitu menyeramkan. Berbagai macam teriakan dan ledakan serta gesekan antar senjata terdengar di seluruh penjuru. Tak disangka pasukan Hao Ran setara dengan pasukan Xiao An, Bahkan mereka hampir mendominasi medan perang. Melihat hal itu, sebagian orang yang mengikuti rapat memutuskan untuk memakan pil pemberian Xiao An berharap dapat mengatasinya dengan membalikan situasi.


Mereka yang masuk ke dalam dunia naga di pisahkan ke tempat-tempat yang berbeda. Dunia itu benar-benar terlihat sama dengan dunia luar. Hutan, jalan, bahkan bangunannya terlihat sama persis dengan letak yang sama di dunia luar.


Di sebuah danau yang terlihat indah, seseorang berjalan di tepinya. Dia tergesa-gesa berlari sembari melirik kesana-kemari seperti sedang mencari sesuatu.


" Aku harus segera mencari Xiao An!", Ucap Ao Tian dengan wajah penuh kekhawatiran.


' kau dimana xiao An? Jangan sampai kau bertemu dengannya', batin Ao Tian. Saat ini Ao Tian berada di sebuah hutan yang sangat dekat dengan kota. Hutan itu tidak begitu luas dan lebat karena letaknya sehingga memudahkan mengambil sumber daya dari hutan. Lokasi hutan itu ada disebelah timur benua Tian Yuan. Dengan semua kekuatannya, dia menelusuri seluruh tempat yang dilalui untuk mencari sang kekasih tanpa berpikir untuk mencari petunjuknya. 


" apa kau yakin bisa mengalahkanku? ", ucap Li Hao Ran angkuh.


" cih, kau pikir siapa dirimu? bajingan lemah sepertimu lebih baik enyah saja dari dunia ini", jawab Xiao An. Kata-katanya membuat suasana semakin menegang diantara keduanya.


Mereka saling berancang-ancang untuk mengeluarkan jurus mereka dengan hati-hati. Mereka mulai mengeluarkan pedang yang kemudian bersinar diselimuti aliran Qi yang menyala-nyala. Dalam hitungan kelima, keduanya mulai beradu pedang yang memberikan ledakan dan gesekan kuat hingga memecah kesunyian.


trang~ trang~ 


srakkk~


Suara kain yang robek membuat jarak diantara keduanya dan membuat kesunyian kembali menguasai tempat itu. Xiao An tersenyum licik karena berhasil melukai laki-laki itu meskipun hanya luka kecil. 


" hanya luka kecil tidak akan bisa membunuhku", ucap Li Hao Ran dengan sangat percaya diri. Xiao An tetap mempertahankan ekspresinya, dia tidak terpengaruh oleh perkataan laki-laki itu.


' luka kecil? baiklah jika kau begitu percaya diri dengan membiarkan luka kecil yang dapat melumpuhkan dirimu', batin Xiao An.


Setelah itu, mereka kembali beradu pedang dengan gerakan dan jurus yang berbeda menyebabkan pertarungan semakin sengit seiring berjalannya waktu. Keduanya percaya diri akan kemampuan masing-masing meskipun tidak dapat dikatakan setara. Xiao An jelas lebih kuat karena ketahanannya terhadap semua racun memberinya keuntungan besar ketika musuh menggunakan racun. Saat ini wajah Li Hao Ran menunjukkan ketidakpuasan dan bingung yang membuat celah pada setiap serangan yang diciptakan sehingga memudahkan Xiao An menyerangnya dengan memanfaatkan celah tersebut. Tentunya tindakan Xian An itu membuat lawan terkejut, namun dia segera sadar hingga akhirnya kembali menciptakan jarak diantaranya.


Meski adanya perbedaan waktu yang jelas antara dunia luar dan dunia naga, itu tidak memperpanjang lamanya waktu 1 hari. Keduanya tanpa lelah telah beradu pedang hingga malam gelap menyelimuti langit dengan hiasan bulan sabit dan taburan bintang yang indah. Hal itu berhasil menghasilkan kesepakatan diantara keduanya untuk tidak meneruskan pertempuran hingga esok hari mendatang. Keduanya memilih arah yang berbeda agar tidak ada pengkhianatan dalam kesepakatan yang telah disepakati.


' Kenapa tubuhku semakin panas? apa ini sebenarnya? apa aku sudah diracuni? tapi tidak ada orang selain dia saat kita bertarung. Mustahil aku yang kebal dengan 100 racun dengan mudah teracuni. Darimana dia mendapatkan racun langka ini? aku tidak tau apa sebenarnya racun yang dia gunakan. Seharusnya dia yang keracunan!!!!', batin Li Hao Ran.


Dia terlihat kebingungan dengan kondisinya saat ini. Sebaliknya, Xiao An terlihat sangat senang sembari bersandar di atas pohon dengan senyum liciknya yang terus dia tunjukkan sejak awal pertarungan terjadi.


" hmm... dimana Ao Tian ya? Apa dia bersembunyi disuatu tempat? Tidak mungkin. Dia pasti sedang mencariku. Bagaimanapun dia sudah berjanji untuk membantuku, tapi aku sama sekali belum melihatnya. Kemana dia sebenarnya? Atau dia terpisah jauh?", ucap Xiao An.


Lalu, Xiao An turun dari pohon dan berjalan menuju sebuah bangunan bertingkat yang tampak seperti penginapan. Disana benar-benar sepi, tidak ada seorangpun. Tentu karena itu berada di dunia yang berbeda.


" aku tidak menyangka akan sesunyi ini", ucap Xiao An ketika melangkah ke dalam bangunan itu. Dia terus berjalan sembari melihat-lihat. Disana terdapat ruangan luas dengan banyak meja dan kursi yang melingkarinya.