The Lord Of The Dragon Race

The Lord Of The Dragon Race
Bagian 73



" Sebenarnya itu kemajuan yang bagus untukmu. Tapi aku harus memastikan apakah dia pantas untukmu atau tidak. Jika dia tidak pantas maka tinggalkan dia dan cari pasangan lain", lanjut Xiao Yu sembari mengusap kepala Xiao An dengan lembut. Saat itu juga Xiao An menunduk patuh.


Tak lama, seorang pelayan datang menemui mereka.


" Salam, tuan muda dan nona muda. Acara akan segera di mulai, patriak sudah menunggu kalian berdua di aula. Para tamu besar juga sudah berada di aula", ucap pelayan itu sembari menunduk.


" Baiklah, kami akan segera kesana. Ayo kak!", Ucap Xiao An. Lalu mereka pun pergi ke aula bersama sama.


Dari pintu aula sudah terdengar beberapa orang sedang berbincang dan tertawa bahagia. Saat mereka berdua berjalan, para tamu memperhatikan mereka begitu intens. Tidak sedikit orang yang melihat mereka berdua dengan senyuman cerahnya.


Namun tetap saja ada beberapa orang yang melihat dengan sinis seakan mereka berdua telah melakukan kesalahan yang besar. Ya, beberapa kepala keluarga dari keluarga cabang tampak tidak menyukai mereka. Entah apa masalahnya hingga mereka membenci Xiao An dan Xiao Yu.


" Ah ternyata cucuku sudah datang. Ayo duduk di sebelah kakek! Hari ini adalah hari bahagia bagi keluarga Luo. Kami keluarga Luo sangat amat berterima kasih kepada kalian yang sudah bersedia datang di acara ulang tahun ku ini. Kami selalu memandang persahabatan, jadi jangan sungkan! Nikmatilah perjamuan ini", ucap kakek Luo.


Beberapa tamu merasa asing dengan kedatangan seorang laki laki yang bersama Xiao An, Xiao Yu. Hingga mereka berbisik bisik mencoba untuk mengetahui identitas laki laki itu. Karena kakek Luo sadar kalau dia belum memperkenalkan Xiao Yu, dia pun memperkenalkannya.


" Ah, tampaknya kalian bertanya tanya sebenarnya siapa yang datang bersama Xiao An. Aku akan memperkenalkan kepada kalian semua. Dia adalah cucuku dari mendiang Lin Mei Li, ibu Xiao An. Itu berarti dia adalah kakak dari Xiao An. Sejak dulu dia di rawat oleh bibinya, Lin Mei Yin agar dia terlindungi.


Mungkin kalian tidak tau tentang permasalahan keluarga kami. Menantuku dari keluarga Jiang sepenuhnya telah merencanakan kejahatan hingga dia berhasil membunuh anak kedua ku bersama menantuku. Mungkin sampai sekarang mereka merencanakan balas dendam. Maaf membiarkan kalian mendengar hal memalukan seperti ini", ucap kakek Luo.


Para tamu itu terkejut dengan pernyataan dari kakek Luo. Beberapa orang masih bertanya tanya apakah masalah ini akan terus berlanjut atau tidak.


" Tidak apa apa, patriak Luo. Jika kalian membutuhkan bala bantuan, datanglah kepada keluarga kami. Kami akan senantiasa membantu kalian", ucap tetua Bai. Beberapa tamu pun setuju dengan perkataan tetua Bai. Suasana kembali tenang dan damai.


Para tamu undangan pun senantiasa menikmati setiap hidangan dan pertunjukkan menari dari penari penari yang sudah di sewa. Sembari menikmati perjamuan, para tamu memberikan hadiah mereka masing-masing yang sudah mereka siapkan.


" Salam, patriak Luo. Selamat ulang tahun, semoga panjang umur. Ini adalah hadiah dari kami keluarga Qin senantiasa menjadi sahabat sejak dulu", ucap tetua Qin. Mereka memberikan ginseng berumur 300 thn sebagai hadiah. Ginseng itu bermanfaat untuk meningkatkan kultivasi dan sangat sering digunakan sebagai bahan membuat pil tingkat 3. Cukup mahal jika di perjual belikan apalagi jika dibuat pil.


" Oh, terima kasih. Ini adalah hadiah yang besar bagiku", ucap kakek Luo


"kami keluarga Bai meskipun hadiah ini tidak begitu mahal, harap diterima", ucap tetua Bai. Dia memberikan pil matahari, pil yang mampu menekan dan menyembuhkan racun dingin. Sungguh sebuah harta! Mereka berani memberikan hadiah yang sangat langka ini.


" Kau terlalu sungkan tetua Bai! Ini adalah hadiah yang terlalu besar bagiku. Ini sangat mahal dan langka, banyak orang yang menginginkan nya. Apa tidak apa apa memberikan pil ini kepada keluarga kami?", Ucap kakek Luo. Dia terlihat sangat sungkan untuk menerima hal itu karena harganya yang amat sangat mahal.


" Ah, tidak apa apa. Patriak Bai yang menyuruhku untuk memberikan pil itu kepada anda, patriak Luo. Oh ya, mohon maaf patriak Bai tidak bisa hadir karena dia masih dalam pengasingan", ucap tetua itu.


" Tidak apa apa, terima kasih atas hadiah yang kalian berikan. Itu sangatlah berharga", ucap kakek luo. Lalu tetua Bai pun kembali ke tempat duduknya.


Kali ini keluarga Wei tidak hadir, biasanya mereka selalu hadir dalam acara seperti ini. Biasanya mereka akan menyulut api kepada keluarga keluarga besar. Terkadang ada yang terpancing dan kadang tidak. Seperti halnya keluarga Bai yang tidak goyah meski pun sudah di hina hina seakan posisi keluarga nomor 1 itu hanya bualan semata.


Setelah itu, para tamu lain pun ikut memberikan hadiah mereka kepada patriak sembari mengucapkan selamat.


" Oh ya, hadiah apa yang sudah kalian berdua siapkan untuk patriak?", Ucap seorang kepala keluarga cabang. Dia melihat mereka berdua seakan akan dia sangat jijik melihatnya. Kakek Luo mulai merasa marah dengan tingkah laku kepala keluarga itu.


" Eh, benar! Kira kira apa hadiah yang telah kalian siapkan?, Pasti itu adalah hadiah yang spesial. Secara patriak selalu memanjakan kalian kan?", Ucap istri dari kepala keluarga itu.


" Ya, kau memang benar. Setidaknya kakek tidak pernah mengajarkanku untuk ikut campur urusan orang lain", ucap Xiao An. Xiao Yu menahan tawanya.


' kau memang pantas menjadi adikku', batin Xiao Yu. Dia masih menahan tawanya. Wanita itu tampak marah dengan wajah yang mulai memerah.


' heh, kau pikir aku tidak mampu membeli barang barang berharga? Bercanda kau?', batin Xiao An.


" Selamat ulang tahun kakek! Semoga kakek panjang umur dan senantiasa sehat. Ini adalah hadiah dari kakak untuk kakek dan ini adalah hadiah dari ku. Berharap kakek menyukai hadiah ini", ucap Xiao An sembari memberikan 2 kotak besar berwarna putih dan hitam.


" Aku tidak sabar melihat hadiah dari kalian", ucap kakek Luo. Dia pun membuka kotak putih itu.


" Wah, ini adalah peralatan membuat teh yang sangat sempurna. Bahkan bahannya juga bahan yang langka. Kalian memang tahu apa yang kakek inginkan", ucap kakek Luo. Tidak semua orang tau jika kakek Luo sangat menyukai teh. Dia sangat tertarik untuk membuat tehnya sendiri hingga tidak jarang dia membeli peralatan untuk membuat teh.


" Heh, cuma peralatan untuk membuat teh. Kukira barang yang berharga", ucap kepala keluarga itu. Dia semakin menjadi jadi. Lalu kakek Luo pun membuka kotak hitam itu.


" Hah? Apa? I-ini..... Dari mana kau mendapatkannya? Ini sangat berharga", ucap kakek Luo karena terkejut melihat isi kotak itu. Para tamu mulai berasumsi. Hingga akhirnya benda itu pun di keluarkan dari kotak itu.


" Ini adalah tungku naga emas!!! Ini.... Kalian memberikannya kepada kakek apa tidak apa apa?, Dari semua hadiah, hadiah ini lah yang sangat berharga", ucap kakek Luo. Dia masih terkejut dengan hadiah yang diterimanya, begitu pun para tamu yang melihat tungku itu dengan sangat jelas didepan matanya.


" Eh, ternyata tungku naga emas itu didapatkan oleh nona muda keluarga Luo. Kalian sangat beruntung, dia bahkan menawar harga yang sangat mahal untuk membayar tunggu itu", ucap tetua Bai.


" Benarkah? Berapa harga yang dia tawar?", Ucap salah satu tamu.


" Dia menawar hingga 10 jt, sungguh kalian sangat royal terhadap nona kalian", ucap tetua Bai sembari tersenyum. Para kepala keluarga dan tetua dari keluarga Luo inti maupun cabang melihat Xiao An dengan tatapan yang sangat membingungkan.


" ah, kau salah paham. Di usia yang sangat muda dia sudah mempunyai bisnis yang cukup besar dan terkenal. Apa kalian pernah pergi ke rumah makan Haozi?, Itu miliknya. Dia juga pernah mendirikan toko senjata namun dia menutupnya kembali karena dia tidak mau menimbulkan pertarungan", ucap kakek Luo. Para tamu cukup terkejut mendengar hal itu begitu pun dengan para tetua dan kepala keluarga Luo. Acara itu berjalan begitu lancar, tak ada kejadian yang menimbulkan kemarahan dari beberapa pihak. Para tamu pun sudah pergi sejak tadi.


Saat ini Xiao An sedang ada di kamarnya. Dia sedang bersiap siap untuk tidur, namun seorang pelayan mengetuk pintu kamarnya.


Tok tok tok...


" Nona, patriak menyuruh Anda untuk pergi ke ruang belajarnya", ucap pelayan itu dengan sopan. Xiao An pun membuka pintunya dan mendapati pelayan itu yang masih berdiri tidak jauh dari pintu.


" Baiklah, aku akan pergi", ucap Xiao An. Dia pun pergi ke ruang belajar kakek Luo.


' ada apa ya? Kenapa kakek menyuruhku untuk menemuinya?', batin Xiao An. Dia terus bertanya tanya dalam hati kira kira apa yang ingin kakek Luo katakan. Sampai di ruang belajar, Xiao An mengetuk pintunya terlebih dahulu, lalu dia pun masuk.


" Sebenarnya ada apa kakek menyuruhku ke sini?", Ucap Xiao An dengan penasaran. Kakek Luo menghela nafas panjang.


" tadi sebelum tetua Bai pergi, dia memberikan surat ini kepada kakek. Awalnya kakek kira ini hanya surat ucapan ulang tahun. Tapi ternyata itu adalah surat lamaran untukmu. Mereka berniat untuk menjodohkan mu dengan Xu Kai. Kakek tidak akan ikut campur soal itu. Biarkan itu menjadi pilihanmu sendiri", jelas kakek Luo.


' bagaimana ini? Aku tidak tau harus menjawab apa', batin Xiao An.


" Kakek tau kau pasti bingung dengan keputusan yang akan kau ambil. Tapi sebelum itu, kakek ingin bercerita kepada mu", ucap kakek luo. Xiao An langsung menaruh kepalanya di atas paha kakek Luo dan mendengarnya bercerita.


"Sebenarnya dulu sekali sebelum kakek lahir, nenek buyutmu pernah dilamar oleh seorang kaisar naga sepertimu. Namun dia menolaknya karena dia sudah menikah dengan kakek buyut. Meskipun kakek buyut tidak terlalu kuat, mereka adalah pasangan yang sangat serasi. Karena kaisar naga ini tidak mau mengalah, dia terus menghampiri nenek buyut dan meyakinkannya untuk menikah dengannya dan meninggalkan kakek buyut. Tetapi nenek buyut sangat mencintai kakek buyut, jadi nenek buyut terus menolaknya. Dan akhirnya kaisar naga itu pun menyerah. Namun dia membuat kesepakatan bersama nenek buyut. Jika dia melahirkan anak perempuan, dia akan di jodohkan dengan keturunannya. Dan jika dia laki-laki, maka dia akan di beri hadiah yang dia butuhkan. Saat itu kakek mendapat hadiah pedang naga itu dari kaisar naga ketika kakek berusia 5 THN. Wajahnya sangat muda tampak seperti umur 20 THN, tapi sebenarnya umurnya jauh lebih tua. Dan kesepakatan itu berlaku hingga generasi ke 3, yang artinya kau akan di jodohkan dengan generasi ke 3 dari kaisar naga" jelas kakek Luo.


" Hah? Kenapa jadi aku?", Ucap Xiao An.


" Tentu saja karena kau adalah satu satunya perempuan yang ada di keluarga Luo ini. Namun masalahnya kakek belum pernah melihat dan mendengar cicit dari kaisar naga ini. Hingga sangat sulit untuk menemukannya dan melancarkan kesepakatan ini. Tapi sekali lagi itu terserah mu! Itu adalah hidupmu. Hanya kau yang berhak untuk mengaturnya", ucap kakek Luo.