
' sial, jika terus seperti ini maka aku akan pergi', batin pria misterius itu. Dan benar saja, dia langsung pergi setelah itu.
" Baiklah, jika tidak ada yang menawar. 50.000 pertama, 50.000 kedua, 50.000 ketiga. Selamat untuk anda yang telah mendapatkan mangkuk spiritual ini", ucap sang juru lelang.
Pelelangan terus berlanjut hingga akhirnya giliran barang Xiao An yang dilelang.
" Barang ke 5 ini adalah senjata spiritual tingkat tinggi berupa busur yang sangat indah. Terbuat dari kristal es di kedalaman lautan. Selain itu, anak panah akan secara alami terbentuk ketika menarik busurnya", ucap juru pelang itu.
" Eh, bukankah tidak ada senjata ini sebelumnya di daftar lelang?", Ucap salah satu undangan dari keluarga Bai.
" benar apa kata keluarga Bai. Memang tidak ada barang itu di daftar lelang", ucap salah satu undangan lain.
" Itu memang benar. Ada 2 barang yang secara mendadak dilelang. Kedua barang itu berasal dari orang yang sama", ucap juru lelang.
" Oh begitu rupanya. Apakah aku boleh tau siapa yang melelang barang ini?", Ucap salah satu tetua keluarga Bai, tetua Bai Long.
" Emmhh, mohon maaf demi keselamatan pemilik barang kami tidak boleh sampai membocorkannya", ucap juru lelang itu.
" Baiklah, aku mengerti. Silahkan lanjutkan", ucap tetua Bai Long.
" Busur ini di hargai mulai 500.000 tael emas dan setiap kenaikan akan dihargai 10.000 tael emas", ucap juru lelang.
Orang orang mulai berbisik tentang senjata itu.
" Mahal sekali ya",
" Tentu saja, itu kan senjata spiritual tingkat tinggi",
" Nilai itu adalah pendapatan keluargaku selama setahun",
" Bahkan mangkuk spiritual hanya 1/10 dari harga busur itu. Aku menjamin busur itu sangat hebat",
"600.000", ucap seseorang yang berasal dari ruangan yang sama saat menawar mangkuk spiritual.
' tampaknya dia orang penting, sampai sampai dia mengeluarkan uangnya tanpa berpikir lagi', batin Xiao An.
' senjata ini harus menjadi milik keluarga Qin ku', batin patriak keluarga Qin.
" 650.000", ucap patriak Qin.
" 700.000", ucap orang di sebelah ruangan Xiao An itu lagi. Tampaknya dia sangat menginginkan senjata ini. Namun, keluarga Qin pun sangat ingin memilikinya. Itu terlihat dari ekspresi wajah patriak Qin yang sudah memerah dengan tangan yang mencengkram kursinya.
" 750.000", ucap patriak Qin.
" 850.000 ", ucap orang itu lagi. Mereka berdua tidak mau mengalah. Namun mengingat pendapatan keluarga Qin tidak terlalu tinggi jika itu berhasil terjual kepada mereka, mereka akan berhemat untuk waktu yang cukup lama hingga setahun lamanya.
" Kau pergilah ke keluargamu dan katakan untuk tidak menawar lagi. Aku tau bagaimana patriak Qin menginginkan busur itu. Biar aku memberikan senjata lain untuk keluarga mu", ucap Xiao An.
" Apa tidak apa apa? maksudku, jika kau tidak memberikan senjata pun aku tetap akan menghentikan kakekku untuk menawar", ucap Xun Er.
" Tidak apa apa, anggap saja itu sebagai hadiah. Dulu saat aku masih lemah dan selalu ditindas, hanya dirimu dan keluargamu yang membantuku dengan tulus. Anggaplah sebagai rasa terima kasihku kepada mereka", ucap Xiao An.
" Baiklah, terima kasih. Kau memang orang yang sangat baik", ucap Xun Er sembari menundukkan kepalanya.
" Hei, hei, hentikan itu! Kau itu temanku. sungguh tidak perlu sampai seperti ini", ucap Xiao An.
" Baiklah, aku akan memberitahu kakekku", ucap Xun Er, lalu dia pun pergi menemui patriak keluarga Qin.
" 9-...", Ucap patriak Qin yang langsung di hentikan oleh Xun Er.
" Kakek, sudah jangan menawar lagi. Aku tau keluarga kita membutuhkan senjata seperti itu. Tapi itu cukup mahal, kita harus berhemat. Kebetulan aku kenal dengan orang yang melelang barang itu. Tadi aku mencoba untuk membujuknya memberikan senjata lain kepada kita", ucap Xun Er sedikit berbohong. Dia melalukan semua itu agar identitas Xiao An tidak di ketahui.
" Oh, bagus kalau begitu. Aku tidak perlu lagi menawar barangnya", ucap kakek Qin. Lalu Xun Er pun kembali.
" Bagaimana?", Ucap Xiao An.
" Kakek setuju", ucap Xun Er.
" Baguslah", ucap Xiao An.
" Baik, tidak ada yang menawar lagi?", Ucap juru lelang.
" 850.000 pertama, 850.000 kedua, 850.000 ketiga. Selamat Untuk anda yang telah mendapatkan busur kristal es ini", lanjutnya.
" Wah, orang itu lagi yang mendapatkannya. Kira kira siapa dia?",
" Aku juga tidak tau siapa dia",
" Entahlah",
" Selanjutnya, barang ke 6 ini juga merupakan barang yang tidak ada di daftar lelang. Barang ini snagat amat berharga bagi sebagian orang yang ingin memperbaiki dantian yang telah rusak, selain itu barang ini juga dapat membantu meningkatkan kultivasi orang yang sudah mengkonsumsinya.
Sebutlah pil kebangkitan yang sangat langka ini berasal dari orang yang sama dengan orang yang melelang barang ke 5. Dan yang paling mengejutkan lagi, ini adalah pil kebangkitan kualitas tinggi", jelas sang juru lelang. Para undangan terkejut mendengar perkataan sang juru lelang hingga menjatuhkan rahang mereka.
" wah itu pil kualitas tinggi! Sebenarnya siapa yang melelang barang ini? Dia sangat hebat",
" Aku tidak menyangka akan melihat pil kebangkitan dengan kualitas tinggi seumur hidup ku",
" Pil ini di hargai dengan 100.000 tael emas dan setiap kenaikannya di hargai 1000 tael emas", ucap juru lelang.
' dengan pil ini, Bai Chen Xiao akan sembuh dan dia dapat berkultivasi lagi seperti biasanya', batin patriak keluarga Bai.
"200.000", ucap patriak Bai.
"210.000", ucap patriak Wei.
"250.000", ucap patriak Wang.
" Wah keluarga Wang berani melawan keluarga Bai dan keluarga Wei",
" Padahal mereka hanya keluarga menengah",
" Huh, aku harus mendapatkannya tidak peduli siapa yang menjadi lawanku", ucap patriak Wang.
" Aku harus mendapatkannya demi kejayaan keluarga Bai ku dan kesembuhan anakku", ucap patriak Bai.
" Ah sudahlah, keluarga Bai tampaknya sangat membutuhkan pil itu", ucap patriak Wei.
" Tapi patriak-", ucap salah seorang tetua keluarga Wei yang langsung di hentikan oleh patriak Wei.
"400.000", ucap patriak Bai. Semua orang diam suasana hening tak ada yang berani membuka harga yang lebih tinggi begitu pun dengan orang yang berada di ruangan sebelah Xiao An yang sebelumnya mengeluarkan uang dengan mudah.
' 400.000? Itu pendapatan keluargaku dalam setahun', batin patriak Wang.
" Baik, tidak ada yang menawar lagi? 400.000 pertama, 400.000 kedua, 400.000 ketiga. Selamat untuk keluarga Bai telah mendapatkan pil kebangkitan kualitas tinggi ini", ucap juru lelang.
' akhirnya aku mendapatkan pil kebangkitan itu. Bai Chen Xiao, kau akan sembuh nak', batin patriak Bai. Patriak Bai tampak sangat bahagia mendapatkan pil itu.
" Selanjutnya, barang terakhir yang amat sangat ditunggu tunggu. Sebutlah tungku naga emas peninggalan sang legenda alkemis 100 thn yang lalu. Tidak diragukan lagi tungku ini sangat hebat, tidak peduli alkemis tingkat pemula, menengah, bahkan ahli dapat menyuling pil dengan kualitas tinggi", jelas sang juru lelang.
" Wah, hebat sekali",
" Tungku itu terlihat kuno sekali dengan hiasan naga yang melingkar di permukaan luarnya",
" Tentu saja tungku itu hebat karena itu harta peninggalan sang legenda alkemis",
Suasana semakin riuh dengan orang orang yang sibuk mengobrolkan tungku itu. Memang di pelelangan kali ini, tungku naga emas menjadi barang inti dari seluruh barang pelelangan.
' tunggu, sepertinya ada jiwa yang terkunci di dalam tungku itu. Mungkinkah itu jiwa dari sang alkemis?, Jujur saja aku tidak tertarik. Tapi akademi pasti membutuhkannya apalagi aku datang sebagai perwakilan dari Akademi Pedang Surgawi. Aku harus mendapatkan tungku ini!!!', batin Xiao An.
" Tungku ini di hargai sebesar 1jt tael emas dan setiap kenaikannya akan dihargai 100.000 tael emas", ucap sang juru lelang.
" Wah mahal sekali ya",
" 1.100.000",
"1.200.000",
"2jt", ucap orang yang berada di sebelah ruangan Xiao An. Tampaknya orang ini maniak harta.
" 2.500.000", ucap Xiao An.
" Eh, kau ingin membeli tungku itu?", Ucap Xun Er.
" Ya, aku ingin membelinya", ucap Xiao An santai.
" 3jt", ucap orang itu lagi tak mau mengalah.
"3.500.000", ucap Xiao An mulai kesal.
" Tuan, sepertinya di ruangan sebelah lebih membutuhkannya ", ucap pelayan dari orang itu.
" Heh, ingin merebut itu dariku? Mimpi!!!", Ucap orang itu.