
Kurang lebih sudah 1 bulan Xiao an melatih kemampuan nya. Bukan hanya fisiknya tapi juga tenaga dalam nya.
Dan Tian Yue selalu mengikuti arahan dari Xiao an untuk melatih fisik dan juga tenaga dalamnya.
Meskipun terbilang sangat terlambat untuk memulai kultivasi, mereka berdua terus melatihnya.
Tentu saja itu karena keinginan balas dendamnya kepada keluarganya. Dan Tian Yue pun mengikuti apa yang di pikirkan oleh nonanya itu.
Setelah 1 bulan itu, Xiao an mengetahui bahwa tingkatan setiap elemennya adalah:
Api tingkat 9 : api yang sangat lah panas dan tidak bisa padam sampai yang dibakarnya sudah menjadi debu.
Sering disebut api abadi. Yang merupakan api yang sangat kuat.
Air tingkat 9 : air yang sangat dingin tetapi tidak beku dan seperti air laut.
Sering di sebut air 9 lautan.
Angin tingkat 8 : angin yang sangat kuat. Bahkan bisa menyeret baja. Sering di sebut angin semesta.
Tanah tingkat 6 : sudah termasuk tanah yang kuat. Sering di sebut tanah pasir, karena bentuknya seperti pasir.
Petir tingkat 7 : merupakan petir yang meledak terus menerus sebanyak 7 kali.
Dan sekali saja bisa mengakibatkan kematian. Sering di sebut petir 7 awan.
Es tingkat 8 : es yang kuat.
Dan tidak mudah untuk di hancurkan dan lebih kuat dari baja, tetapi sering disebut es baja
Racun tingkat 9 : racun yang sangat mengerikan.
Bila saja racun itu mengenai kulit, itu akan menyebabkan kebusukan dan terus menyebar dengan cepat. Sering di sebut racun kematian.
Xiao An terkejut mengetahui tingkatan elemennya. Karena di dunia ini tidak ada yang sampai tingkat 7 apalagi tingkat sembilan.
Dan jika orang itu punya elemen tingkat 4 saja sudah di sebut sebagai jenius.
Karena rata rata orang mempunyai tingkatan yang lebih rendah dari tingkat 4.
Dan hanya mempunyai 1 atau 2 elemen, atau yang paling banyak adalah 3 elemen.
Meskipun Tian Yue baru memulai, tetapi ternyata dia juga merupakan jenius kultivasi.
Dia mempunyai 2 elemen yaitu : api dan air. Meskipun bertentangan tapi elemennya itu sama tingkatan nya yaitu tingkat 4.
Elemen apinya ada di tangan kanannya dan elemen air nya ada di tangan kirinya.
Setelah tau, dia sangat senang karena di sebut jenius oleh nonanya sendiri yang merupakan monster kultivasi.
Bagaimana tidak, dia bahkan lebih dari seorang jenius. Tian Yue sangatlah bangga mempunyai majikan yang kuat seperti nonanya.
Keesokan harinya, sekitar 1 bulan lagi dimulainya pengangkatan itu.
"Tian Yue, kau sudah di ranah apa?",tanyanya dengan penasaran.
"Nona saya telah berada di ranah raja awal. sungguh pelatihan di dalam ruang dimensi itu sangat cepat. Saya tidak berhenti untuk tersenyum", jawabnya dengan sepenuh hati.
"Kau pantas di sebut jenius, aku bangga padamu".
Tian Yue menatap sang nona dengan tatapan haru.
"Terimakasih nona sudah bangga pada saya yang rendahan ini".
"Sudah lah jangan begitu, mulai sekarang kau panggil namaku saja . Kitakan teman".
"Tapi...nona.. ini.. apa tidak apa apa?".
"Tidak apa apa, lagi pula hanya kau yang selalu ada di sisiku. Dan jika kau kurang nyaman, kau gunakan itu ketika kita di luar kediaman saja ".
"Tian Yue apa aku punya pedang?".
"Tidak Xiao an, kita tidak punya pedang", jelasnya.
"Ahhh... Kita harus punya senjata untuk pengangkatan itu", ucapnya dengan kesal.
Tidak lama dari itu ada yang mengetuk pintu.
Tok tok tok.......
"Silakan masuk".
Masuklah seorang laki-laki yang berpakaian serba hitam dan membawa kotak yang sangat cantik.
"Permisi nona, ini ada sesuatu yang dikirim oleh kakek nona".
"Oh letakkan saja di sana. Terimakasih sudah mengantarkannya ke sini".
"Baiklah kalau begitu saya pamit undur diri nona". Lalu seketika laki-laki itu pergi secepat kilat.
Xiao An terus menatap kotak itu dengan seksama. Dan kemudian dia membukanya dengan perlahan.
Terlihatlah benda benda yang agak mewah itu. disana terlihat sebuah cincin dengan 1 mutiara yang sangat berkilau dan barang lain.
Tetapi ia hanya memandang ke arah cincin itu . Dan beralih melihat kertas yang ada di bawah benda benda itu.
Ternyata itu adalah surat dari ibunya. Yang bertuliskan kegunaan benda benda itu dll.
Dan apa saja yang ada di dalam cincin itu.
Ia mengetahui bahwa cincin itu adalah cincin ruang milik mendiang ibunya.
Dan di dalam cincin itu ada berbagai benda berjumlah banyak seperti:
Beberapa tael emas yang menggunung,
banyak pedang yang sangat bagus dengan tingkat tinggi dan juga pusaka,
batu inti dari berbagai spirit beast tingkat tinggi,
beberapa belati berbagai ukuran.
Dan banyak lagi. Tetapi hanya satu yang tidak ada, yaitu pil.
Xiao An tidak menemukan 1 pil tingkat rendah pun.
Dia berpikir bahwa ibunya mungkin menggunakan seluruh pil itu untuk menyembuhkannya dari racun.
Setelah menelusuri semua itu ,ia terhenti karena melihat 1 trisula yang sangat menarik perhatian nya.
"Apakah ini yang ibu sebutkan di surat itu?, Benda paling berharga miliknya yang dapat menggerakkan 9 lautan"gumamnya.
Jelas saja karena ibu Xiao an adalah penguasa lautan sebelumnya.
Dan dia berasal dari keluarga Lin yang menetap di daerah pantai.
Sedikit jauh dari kediaman Luo Karena berada di wilayah ibukota .
Tak lama setelah ia menemukan benda itu, ia keluar dengan membawa 2 pedang yang sangat cantik.
Dan 2 belati yang sepertinya berpasangan dengan kepala naga di pegangannya, yang satu hitam dan satunya lagi putih.
Kedua pedang itu, yang satu tingkat tinggi dan satunya lagi tingkat pusaka.
Tetapi anehnya, semua senjata terdapat batu inti spiritual beast yang berbeda beda yang melekat di setiap pegangannya. Yang membuatnya terlihat berbeda dengan yang ada di luar sana.
Sedangkan belati kembar itu tingkat pusaka.
Lalu ia meletakkan 2 pedang itu beserta dengan belati kembar itu.
Setelah itu dia membereskan semuanya dan memasukkan nya kedalam cincin mutiara yang kini telah berada di jari tengahnya.
"Ini pedang untukmu berlatih, kita akan ke akademi bersama. Jadi mulai besok, kita akan berlatih pedang".
"Tidak nona, pedang ini sangat lah berharga dari pada hidup saya".
"Sudah kubilang kan jangan memanggilku dengan sebutan 'nona' lagi. Dan ini cepat lah kau ambil, ini perintah".
"Maafkan aku Xiao an, baiklah aku akan membawanya bersamaku".
Xiao An menyayat jari telunjuknya ,lalu meneteskan darahnya ke mata pedang dan belatinya.
Dengan begitu, pedang dan belati itu sudah menjadi miliknya.
"Cepat kau tetesi dengan darahmu agar pedang itu mengakuimu sebagai tuannya. Seperti yang aku lakukan tadi".
"Ah baiklah Xiao an aku akan melakukannya".
Dengan cepat ia menyayat jarinya lalu meneteskan darahnya ke mata pedang nya.
"Baguslah sekarang pedang itu milikmu. Dan jangan pernah mengembalikannya kepadaku. Itu pemberian dari ku",jelasnya.
"Terima kasih Xiao an".
Tian Yue hanya bisa membalasnya dengan kesetiaan yang dimilikinya kepada Xiao An.
Dia pun tersenyum bahagia karena mendapat sesuatu yang sangat berharga dari nonanya itu.
Setelah itu mereka mulai berlatih dari kitab jurus yang ditinggalkan ibunya Xiao an.