
" Aku tidak akan pernah berbohong kepadamu, selamanya", ucap Ao Tian. Xiao An hanya diam.
" Tidak masalah jika kau tidak percaya kepada ku. Aku akan membuktikannya sendiri dan membuatmu mencintaiku", lanjutnya.
" Ehem, baiklah. Buktikan itu dan buat aku jatuh cinta kepadamu. Dan jika itu gagal, aku harap kita tidak usah bertemu lagi", ucap Xiao An. Lalu Xiao An pun pergi dengan perasaan yang campur aduk.
Setelah kepergian Xiao An, seseorang memakai pakaian serba hitam tiba tiba datang dari arah berlawanan dan berlutut kepada Ao Tian.
" Salam tuan, sekte aliran hitam mulai bergerak. Mereka membunuh orang orang desa dan beberapa sekte aliran putih. Kemungkinan mereka mengetahui informasi bahwa tuan meninggalkan benua Tian Yun. Apa tuan akan kembali?", Ucap orang itu yang di ketahui merupakan pengawal dari Ao Tian.
" Xiao Hei, kita akan kembali nanti malam. Aku harus berpamitan kepada seseorang", ucap Ao Tian dingin.
' kita akan bertemu lagi , padahal baru saja bertemu. Tapi aku sudah merindukannya', batin Ao Tian. Lalu dia pun pergi bersama pengawalnya entah kemana.
Sepanjang perjalanan menuju kota, Xiao An terus memikirkan perkataan Ao Tian.
' kenapa aku malah tersenyum tadi?, Uuh aku terlalu ceroboh. Aku bahkan belum mengetahui namanya, dasar bodoh!', batin Xiao An.
Hanya butuh beberapa menit menuju kota, akhirnya Xiao An sampai. Dia berdiri di atas pohon sembari mencari rombongan keluarga Li.
' dimana mereka?, Apa mereka sudah pergi?, Tidak mungkin. Dengan tempramen anak itu, dia pasti akan berusaha untuk mendapatkanku secepat mungkin. Jadi, kemungkinan mereka masih berkeliaran di sekitar sini. Eh, itu dia! Tetua itu cukup cerdik membawa dirinya sendiri untuk menemuiku', batin Xiao An.
Dengan melakukan teknik bayangan, Xiao An mengikuti tetua itu menuju sebuah rumah bordil.
' laki laki semuanya sama', batin Xiao An.
Saat tetua itu masuk, dia langsung disapa ramah oleh seorang manager dari rumah bordil itu. Tampaknya dia adalah seorang pelanggan setia dari rumah bordil itu.
Itu sedikit mencurigakan. Bagaimana tidak, jelas jelas dia berasal dari benua Tian Yun. Tapi mengapa dia bisa menjadi pelanggan setia dari rumah bordil itu. Xiao An mulai memikirkan hal itu dan di saat itu juga, dia mencoba melihat pikiran para pelanggan dan juga pelayan dari rumah bordil itu.
Setelah beberapa saat, Xiao An menemukan beberapa informasi. Salah satunya adalah hubungan tetua itu dengan seorang perempuan yang menjadi pemilik dari rumah bordil itu seperti saudara. Dan informasi lainnya adalah selain melayani dan memuaskan pelanggan, rumah bordil itu menyimpan beberapa informasi tentang 5 keluarga besar yang diketahui setiap informasinya tak ada yang tahu selain keluarga itu sendiri. Jika ingin mengetahui beberapa informasi rahasia, di butuhkan sejumlah uang dalam jumlah yang besar sebagai bayarannya.
Itu memunculkan asumsi Xiao An bisa jadi di keluarga Luo ada seorang mata mata yang di simpan dengan sengaja untuk menguak beberapa informasi tentang keluarga yang bersifat rahasia.
" Apa mungkin ini ada hubungannya dengan keluarga Jiang?, Sebelumnya mereka mengirimkan selir Jiang untuk mengontrol ayah hingga saat ini ayah masih percaya kepadanya. Siapa lagi yang mereka kirimkan ke keluarga ku?", Gumam Xiao An.
Saat Xiao An berpikir keras memikirkan hal hal yang mencurigakan beberapa hari yang lalu, tiba tiba seorang perempuan melihat ke arah Xiao An dengan tatapan yang sangat mengganggu.
' topeng setan!!! Ada apa lagi yang terjadi? Siapa yang berani mengusik topeng setan? Kenapa dia ada di sini? aku merasa penasaran terhadap identitas asli nya. Siapa dia sebenarnya?', batin wanita itu.
Sejak tadi Xiao An mencoba untuk tidak mempermasalahkan hal itu. Namun tiba tiba wanita itu menggunakan teknik yang membuat seseorang dapat berkata dengan jujur yaitu teknik mulut berbisa kepada Xiao An.
Tentu saja itu tidak akan mempan karena tingkat kultivasi wanita itu masih berada di ranah bumi tingkat 8. Di balik topeng itu Xiao An tersenyum miring.
' apa maksudmu menggunakan teknik seperti itu kepadaku hah?, Sudah jelas tingkat kultivasimu masih rendah. Apa yang ingin kau ketahui?', batin Xiao An. Dia mengirimkan gelombang suara itu kepada wanita itu.
' huh, aku tidak mau memberitahu mu', batin Xiao An. Kemudian dia pun pergi meninggalkan wanita itu yang masih berkeringat deras.
Xiao An mengubah rencananya, dia memilih untuk menyamar menjadi laki laki dan masuk ke dalam rumah bordil itu. Kali ini dia membuka topengnya.
" Selamat datang di rumah bordil kami. Apa ada yang boleh saya bantu, tuan?", Ucap seorang pelayan.
' pelayannya saja berpakaian seperti pelacur, pantas saja para hidung belang selalu ke rumah bordil ini', batin Xiao An.
" Aku ingin memesan kamar di sebelah timur", ucap Xiao An. Dia sengaja memesan kamar di sana karena dekat dengan kamar yang berisi tetua Li itu. Setelah itu, Xiao An membayar reservasinya terlebih dahulu.
" Mari tuan, saya antar ke kamar anda", ucap pelayan itu dengan sopan. Disepanjang jalan menuju kamar, banyak mata yang melihatnya. Mereka sudah seperti melihat harta Karun karena terpesona dengan ketampanan Xiao An.
" Lihat! Dia sangat tampan,Tapi dia juga cantik jika menjadi perempuan. Oh aku merasa gagal",
" Siapa dia? Dia sangat tampan. Aku ingin menjadi istrinya",
" Dia sangat tampan, siapa dia?",
Xiao An pun masuk dan mendengarkan setiap perkataan yang dikatakan oleh tetua itu dengan menggunakan Qi untuk mendengarnya dengan jelas.
Setelah beberapa saat, Xiao An memutuskan untuk segera kembali karena pesta ulang tahun kakek akan di laksanakan malam ini.
' semakin lama percakapan mereka terdengar vulgar. Aku sudah memastikan kalau mereka sudah tertidur karena kelelahan. Lebih baik aku kembali', batin Xiao An. Lalu dia pun pulang setelah berbicara kepada pelayan.
Setelah sampai, Xiao An segera mandi dan berganti pakaian. Dia kembali memakai topengnya lagi. Matahari sudah terbenam, sebentar lagi pesta ulang tahun akan dilaksanakan.
" Dari mana kau? Aku tidak melihatmu di kota. Ku kira kau ke kota jadi aku pergi kesana", ucap Xiao Yu.
" Heh, terserah ku mau kemana pun", ucap Xiao An dengan nada yang mengejek.
" Jangan bilang kalau kau pergi berkencan dengan seseorang", ucap Xiao Yu menebaknya. Xiao An membulatkan matanya, pipi dan telinganya kini memerah.
" A-apa? Tidak! Aku tidak berkencan dengan siapa pun!!!", ucap Xiao An. Sangat terlihat dia sedang menyembunyikan sesuatu.
" Lihatlah telingamu memerah, reaksimu juga menarik. Menarik untuk di perhatikan! Ha ha ha. Eh ngomong-ngomong siapa laki laki itu? Tidak mungkin Li Hao Ran kan?", Ucap Xiao Yu dengan nada mengejek. Xiao An terdiam kaku, dia bingung harus menjawab apa.
" Emmm, sudah kubilang aku tidak berkencan!", Ucap Xiao An sembari berteriak hingga beberapa pelayan yang lewat berbalik melihat ke arah Xiao An.
" Jangan bohong! Kau tak akan bisa membohongi ku", sekali lagi Xiao Yu mengejek Xiao An.
" Sebenarnya itu kemajuan yang bagus untukmu. Tapi aku harus memastikan apakah dia pantas untukmu atau tidak. Jika dia tidak pantas maka tinggalkan dia dan cari pasangan lain", lanjut Xiao Yu sembari mengusap kepala Xiao An dengan lembut. Saat itu juga Xiao An menunduk patuh.