The Lord Of The Dragon Race

The Lord Of The Dragon Race
Bagian 82



Kakek Luo dan yang lainya pamit undur diri, lalu mereka pergi untuk berjalan-jalan bersama Xiao An sepanjang hari.


Mereka terlihat sangat antusias melihat ibukota benua Tian Yun yang indah dan damai. Banyak orang yang berlalu lalang dan juga toko-toko yang berisi berbagai hal. Di ibukota ini semuanya lengkap tidak seperti di benua Tian Yuan.


Setelah selesai, mereka pun kembali ke kediaman kaisar agung. Setibanya disana mereka langsung membersihkan diri mereka dan langsung tidur di kamar yang telah disediakan.


Sejak tiba di benua Tian Yun Xu Kai menjadi lebih dingin dari sebelumnya. Apalagi setelah mendengar soal perjanjian pernikahan yang di bicarakan sebelumnya oleh sang kaisar dan kakek Luo.


Tidak sekali pun dia tersenyum, bahkan ketika Xu Ge melontarkan leluconnya Xu Kai tetap dengan raut wajahnya yang dingin. Kebetulan Xu Kai ditempatkan bersama dengan Xu Ge, jadi dia dapat mengobrol dengan bebas.


" Hey Xu Kai! Bukankah kau ingin bertemu dengan Xiao An? Tapi kenapa kau tidak senang ketika melihatnya?", Ucap Xu Ge dengan penasaran. Namun Xu Kai tidak menghiraukan pertanyaan yang diberikan kepada nya.


Xu Ge tidak berhenti untuk bertanya, dia mulai berpikir kenapa temannya bisa seperti ini.


" Oh!!! Hey tenang saja! Sainganmu hanya dia. Belum tentu juga Xiao An menyukainya kan? Kau masih punya harapan. Apa kau mau menyerah begitu saja? Heh dasar lemah!", Ucap Xu Ge yang berhasil membuat Xu Kai marah.


" Bisakah kau menutup mulutmu? Nyatanya kau lebih lemah dari ku jadi cukup jangan menggangguku!", Ucap Xu Kai. Kemudian dia menarik selimutnya dan tidur.


" Dasar! Jika aku bukan temanmu, aku tidak akan mendukungmu huh!!!", Ejek Xu Ge. Setelah itu dia pun tidur.


Matahari pun terbit, menandakan hari sudah pagi. Beberapa orang telah melakukan pekerjaannya seperti biasa.


Namun di pagi itu Xiao An kembali tidak sadarkan diri. Semua orang panik!


Awalnya Xiao Yu pergi ke kamar Xiao An untuk membangunkannya, bahkan dia mengira kalau Xiao An tengah berpura-pura. Namun setelah memeriksanya, aliran Qi nya kembali tidak stabil dan hal itu membuat Xiao Yu panik. Dia segera memberitahukan hal itu kepada kakek Luo.


Ketika kakek Luo mendengarnya, dia segera pergi ke kamar Xiao An. Disana sudah ada tabib dan yang lainya. Ao Tian pun sudah ada di samping Xiao An saat itu. Dia terlihat sangat khawatir, lebih khawatir daripada sebelumnya.


Kali ini sang kaisar pun ikut melihat keadaan Xiao An.


" Maaf, sebelumnya saya belum pernah mendapatkan pasien seperti ini. Saya tidak tau apa yang terjadi kepadanya", ucap sang tabib.


" Tabib, tolong periksa lagi! Sebenarnya dia kenapa?", Ucap Ao Tian. Namun tabib menggelengkan kepalanya.


" Maaf tuan muda, saya tidak bisa mengobatinya. Saya tidak tahu harus bagaimana", ucap tabib pasrah.


" Biar aku yang memeriksanya!", Ucap sang kaisar. Semua orang yang berada di sana terkejut mendengarnya. Kaisar pun maju dan mulai memeriksa denyut nadinya.


Beberapa saat berlalu, sang kaisar masih memeriksanya.


' tidak salah lagi! Ini denyut nadi naga. Apa dia penguasa ras naga selanjutnya? Dia jauh lebih kuat dari pada aku saat pertama kali menjadi kaisar naga. Mungkin juga karena tubuhnya spesial dan dia belum bisa mengendalikan mode iblisnya, Qi naganya bertabrakan dan tidak mau menyatu. Aku harus membantunya mengendalikan mode iblis itu. Dengan begitu dia tidak akan seperti ini lagi', batin sang kaisar.


Semua orang menantikan sang kaisar untuk menjelaskan apa yang terjadi kepada Xiao An. Tak lama dari itu, akhirnya sang kaisar pun berbicara.


" Pantas saja tabib tidak tau apa yang sebenarnya terjadi kepada Xiao An. Mungkin untuk sebagian orang tidak mengetahui hal ini. Dia adalah calon kaisar naga. karena tubuhnya adalah tubuh ashura dan dia belum bisa mengendalikan mode iblisnya, itu bertabrakan dengan Qi naga miliknya dan itu tidak mau menyatu. Itulah kenapa Qi nya tidak stabil karena ada 2 jenis Qi di dalam tubuhnya. Jika ku tebak kultivasinya pastilah sangat tinggi, bukan begitu Luo?", Ucap sang kaisar.


" Benar kaisar, hamba sudah tau kalau cucu hamba adalah calon kaisar naga. Namun karena pengetahuan hamba yang dangkal, hamba tidak tau harus bagaimana", ucap kakek Luo dengan sejujur-jujurnya.


Semua orang terkejut, terutama Ao Tian dan juga Xu Kai yang merupakan ras naga murni.


' apa? Xiao An adalah calon kaisar naga? Ini tidak boleh terjadi!!! Bagaimana mungkin aku akan bertarung dengannya?', batin Xu Kai dan Ao Tian.


" Ini adalah rahasia!!! siapapun yang menyebarkan berita ini akan ku bunuh di tempat!!!", ucap sang kaisar dengan penuh penekanan. Semua orang ketakutan, tidak ada yang berani berbicara.


" Biarkan saja dia beristirahat! Besok dia akan bangun dengan sendirinya. Dan ketika dia bangun, tolong katakan kepadanya untuk segera menghadap ku", ucap sang kaisar. Lalu dia pergi ke singgasananya.


' apa? Kenapa harus Xiao An? Menyakitinya sedikitpun aku tidak berani, apalagi bertarung dengannya', batin keduanya.


Sebelumnya Ao Tian telah di beritahu oleh kaisar kalau kemungkinan peperangan akan terjadi 2 tahun lagi.


Tetapi peperangan terjadi lebih cepat dari yang di perkirakan. Itu berarti sang calon kaisar naga telah bertemu dengan 3 penantangnya. Ya, Xiao An telah bertemu dengan mereka bertiga. Tapi siapa penantang ke 3? Bukankah disini hanya ada 2 ras naga murni?


Itulah yang terus di pikirkan oleh sang kaisar dan juga mereka berdua yang akan berperang.


Setelah sang kaisar pergi, orang-orang pun mulai kembali ke kamar mereka masing-masing dan pergi melakukan pekerjaannya atau hanya sekedar jalan-jalan di taman.


Sedangkan 3 laki-laki ini tetap berada di kamar Xiao An. Siapakah mereka? Siapa lagi jika bukan Xiao Yu, Ao Tian, dan juga Xu Kai. Mereka bertiga siap siaga menjaga Xiao An sepanjang hari. Dan selama itu Xiao Yu menatap tajam kepada Xu Kai dan Ao Tian. Dia tidak membiarkan mereka berdua mendekati Xiao An yang tengah beristirahat itu.


Tibalah malam hari, mereka tetap di posisi mereka sebelumnya. Tidak ada yang maju atau mundur barang sejengkal.


Saat itu seseorang datang mengetuk pintu.


Tok..tok..tokk..


" Hey kau! Buka pintunya!", Ucap Xiao Yu kepada Ao Tian karena dia yang paling dekat dengan pintu. Dengan malasnya Ao Tian membuka pintu, seorang pelayan datang memberi kabar.


" Maaf tuan muda, apakah ada tuan Xiao Yu di dalam?", Ucap seorang pelayan.


" oh ya, dia ada. Memangnya kenapa? Ada apa kau kesini?", Ucap Ao Tian dengan dinginnya.


" Tuan Luo menyuruhnya untuk segera ke ruangannya sekarang juga", ucap pelayan itu.


" Oh baiklah aku akan memberitahunya", ucap Ao Tian. Lalu pelayan itu memberi hormat kemudian pergi.


" Kakek Luo memanggilmu untuk segera ke kamarnya. Dia ingin memberitahu sesuatu kepadamu", ucap Ao Tian.


" siapa yang mengizinkanmu memanggil kakekku dengan sebutan 'kakek'? Awas saja jika kau berani menyebutnya kakek lagi. Jaga Xiao An dengan baik!!! Jika sesuatu terjadi kepada adikku, maka habis kalian berdua!!", Ucap Xiao Yu dengan tegas. Lalu dia pun pergi menemui kakek Luo.


Tak lama kemudian dia pun sampai di depan kamar kakek Luo.


" Kakek, ini aku", ucap Xiao Yu.


" Masuklah!", Ucap kakek Luo. Xiao Yu pun segera masuk ke kamar sang kakek.


" Kakek, ada apa kakek memanggilku?", Ucap Xiao yu penasaran.


" Sesuatu telah terjadi di akademi", ucap kakek Luo singkat namun cukup untuk membuat Xiao Yu terkejut.


" Akademi telah di teror oleh suatu organisasi beberapa hari yang lalu. Kakek tidak tau kenapa mereka melakukan itu", ucap kakek Luo.


" Apakah itu sekte aliran hitam lagi?", Ucap Xiao Yu.


" Tidak! Ini berbeda. Kakek rasa ini bukan sekte aliran hitam. Kau juga tau kalau sekte aliran hitam sudah tidak ada lagi di benua Tian Yuan berkat Xiao An. Ini jelas dilakukan oleh orang-orang yang memusuhi akademi kita", ucap kakek Luo.


" Apa kakek akan pergi ke sana?", Ucap Xiao Yu.


" Ya, kakek akan pulang besok. Jaga adikmu disini", ucap kakek Luo.


" Baik kakek, aku akan menjaganya dengan sekuat tenaga", ucap Xiao Yu. Setelah itu, dia pun pergi ke kamar Xiao An untuk menjaganya.