
Setelah tiba di kamarnya, Xiao An segera membuka satu per satu kitab dan juga gulungan.
Xiao An sangat antusias melihat barang barang itu dan mulai membuka gulungan yang dia dapatkan di lantai 1.
Setelah di buka, terlihatlah pola yang cukup sulit untuk di gambar. Itu adalah formasi tipe serangan yang cukup kuat untuk merobohkan sekelompok kultivator ranah raja dan kaisar. Dan juga bisa menekan kultivator ranah bumi. Yah, cukup berguna bagi Xiao An .
" Sekarang masih siang, aku akan berlatih di dekat hutan saja. Disana jauh lebih tenang dan tentunya luas", ucap Xiao An lalu memasukkan kitab dan gulungan itu kedalam cincin ruangnya dan pergi ke dekat hutan.
Xiao An pun mulai mempraktekkan apa yang telah dia pahami dari gulungan pertama yaitu formasi halilintar.
' bagian ini sedikit sulit, ayo gabungkan dengan hati', batinnya.
Blaarrrrr
Terbentuklah formasi spiritual tingkat 5 dengan halilintar yang terus muncul menyebabkan tanah di bawahnya sedikit gosong dan berlubang.
" Tak ku sangka ini akan begitu hebat", ucap Xiao An sembari menarik kembali formasi itu. Dan segera membuka kitab jurus Roaring Dragon.
" Pasti ini akan cocok dengan ku", ucap Xiao An.
Xiao An pun membuka dan mulai memahami isi kitab itu.
Setelah beberapa saat, Xiao An mulai mempraktekkannya .
"Mengalirkan Qi ke tenggorokan dan melepaskannya dengan berteriak. Itu cukup mudah. Oke aku akan mencobanya", ucap Xiao An .
" Aaaaaaaaaa. Hmm tidak ada yang berubah. Apa aku salah?, Yasudah aku akan coba sekali lagi", ucapnya. Kemudian Xiao An pun mencobanya lagi.
Graaoouuuwww
Keluarlah suara naga yang sangat keras menandakan Xiao An telah berhasil mempelajarinya.
" Hahh, ku pikir akan sangat sulit untuk mempelajarinya. Tapi jurus ini hanya di gunakan untuk menekan musuh kemungkinan jika orang biasa mendengarnya akan tuli saking kerasnya", ucap Xiao An .
Xiao An pun mengambil gulungan formasi spiritual milik bibi nya dan membukanya untuk memahami pola formasinya.
' ternyata ini formasi pertahanan. Tapi ini jauh lebih mudah dari yang sebelumnya' batin Xiao An .
Setelah memahaminya, mulai lah Xiao An membuat pola formasinya.
Terbentuklah formasi yang terlihat seperti cangkang kura-kura yang melindungi Xiao An .
' formasi tingkat 6!' batinnya.
" Wow, sekarang aku sudah siap untuk bertarung di pertandingan 1 benua. Eh, aku masih punya 1 gulungan lagi", ucap Xiao An sembari mencari cari gulungan yang tersisa.
" Ini dia, ini sedikit unik. Biasanya tintanya berwarna hitam, tapi ini warna merah gelap tampak seperti darah. Polanya juga seperti tengkorak. Menarik, menarik", ucap Xiao An .
Kemudian Xiao An pun memahami formasi itu. Tiba tiba Xiao An merasa sangat pusing hingga tak tertahankan.
" Aaaaaaa...saa...kitt....se...ka..liiii", ucap Xiao An .
Xiao An tidak sadar bahwa dirinya sedikit terangkat dan tak menyentuh tanah lagi. Pada saat itu sebuah rantai hitam terus melingkar di sekitar tubuh Xiao An dan kemudian masuk ke dalam tubuhnya. Xiao An pun pingsan untuk beberapa saat dan kembali terbangun saat hari sudah sore.
" Ah kepala ku pusing ", ucap Xiao An lalu Xiao An pun berusaha untuk berdiri.
" Oh ternyata hari sudah sore. Saatnya aku kembali. Kalau tidak, pasti Tian Yue mengkhawatirkan ku lagi", ucap Xiao An lalu membereskan barang barang nya dan pergi.
Di tengah jalan, Xiao An tak sengaja melihat ke arah tangan kanannya. Dan dia pun terkejut.
" Hah?, Apa ini?, Apa mungkin ini tato?", Ucapnya sembari menggosok gosok tangan nya.

Gambar di punggung tangan kanan Xiao An
" Apa mungkin karena gulungan formasi rantai kematian itu?, Mungkin saja. Karena sebelum aku memahami gulungan itu, tidak ada gambar ini di tanganku", ucap Xiao An .
Lalu Xiao An pun kembali melanjutkan perjalanannya menuju kamarnya .
Saat tiba di pintu kamarnya, Tian Yue tiba tiba memeluknya dari belakang kemudian mengomel.
" Kau itu dari mana saja hah?, Aku mencarimu dari 2 jam yang lalu. Apakah kau senang membuatku khawatir?", Ucap Tian Yue .
" Tenang tenang Tian Yue. Aku ini berlatih di dekat hutan", ucap Xiao An jujur.
" Itu jauh sekali. Kenapa kau harus repot repot ke dekat hutan untuk berlatih hah?, Bukankah ada ruang latihan? Kau kan bisa menggunakan nya", ucap Tian Yue.
" Baiklah jika memang itu alasannya. Lain kali kau bilang kalau kau mau kemanapun, agar aku tidak khawatir", ucap Tian Yue .
" Iya iya aku akan bilang", ucap Xiao An . Sekilas mereka ini seperti ibu yang memarahi anaknya karena anaknya nakal.
" Eh iya, aku lupa memberitahumu. Besok adalah hari dimana kita akan di uji untuk bertahan hidup di hutan kematian. Tentu saja kita juga akan berlomba untuk mendapatkan batu inti spirit beast. Ku harap kita 1 kelompok", ucap Tian Yue.
" Benarkah?, Bagus!. kalau begitu aku bisa mencoba kekuatanku yang baru. tentunya dengan teknik formasi dan jurus yang baru", ucap Xiao An .
" Yah aku tau pasti ini adalah hal yang bagus untuk menunjukkan kemampuan semua murid tahun pertama. Ku dengar bukan hanya kultivator dan ahli formasi yang mengikuti ini, tapi alkemis juga ikut", ucap Tian Yue.
" Tapi bukannya alkemis hanya akan membuat obat?", Ucap Xiao An.
" Katanya mereka yang akan mengobati kita saat kita terluka. Tapi aku tau kau tidak akan membutuhkannya. Toh kamu juga seorang alkemis", ucap Tian Yue malas.
"Kau jangan iri kepadaku. Kau harus bersyukur bisa menjadi kultivator", ucap Xiao An .
" Ya ya ya, aku sangat bersyukur menjadi kultivator", ucap Tian Yue masih dengan nada malasnya.
" Ya sudah kalau begitu, aku akan beristirahat di kamarku", ucap Xiao An kemudian dia pun masuk dan mengunci kamarnya dari dalam dan merebahkan badannya di atas kasur hingga dia terlelap. Tian Yue pun sama.
Pagi pun tiba, mereka berdua segera bangun dan bersiap untuk pergi berkumpul di lapangan.
Sebelum itu, Xiao An terus teringat dengan nasihat kakeknya yang menyuruhnya untuk berhati hati meskipun dengan tingkat kultivasi Xiao An sekarang. Itu membuat Xiao An berpikir 2 kali untuk membalas mereka.
Intinya, dia harus benar benar tau kekuatan besar apa yang berada di belakang keluarga Jiang hingga kakeknya pun memperingatkannya.
' aku khawatir keluarga Jiang bisa menggerakkan sekte aliran hitam lebih banyak dan bahkan lebih kuat. Jika itu hanya 1 sekte, aku masih bisa menghadapinya. Tapi jika itu banyak, aku tidak tau', batin Xiao An .
Kemudian, Xiao An pun menulis di kertas dan melipatnya lalu menaruh segel agar surat itu terjaga kerahasiaannya. Setelah itu, Xiao An menyimpannya di cincin ruangnya.
Xiao An pun keluar dan mengetuk pintu Tian Yue agak keras.
Tok tok tok
" Tian Yue ?, Cepat kita ke lapangan", ucap Xiao An .
" Iya sebentar", ucap Tian Yue. Lalu dia pun membuka pintunya.
" Ayo!", Ucap Tian Yue.
Kemudian, mereka berdua pun pergi ke sana.
Saat mereka tiba, tempat itu telah di penuhi oleh murid murid biasa yang berlarian kesana kemari karena ingin mendapatkan senjata yang sesuai dengan mereka.
Sedangkan Akademi hanya menyediakan sedikit senjata untuk para murid. Tentu saja tidak semua dari mereka mendapatkannya. Dapat di tebak dari ekspresi mereka yang terlihat lesu.
" Mereka kenapa?", Ucap Xiao An .
" Yah, kau tau lah mereka semua hanya orang biasa. Tentu saja mereka berebut untuk senjata yang di pinjamkan akademi. Karena senjata tingkat rendah saja mereka tak akan bisa membelinya", ucap Tian Yue.
" Oh. Apa kau tau dimana tempat jasa pengiriman?", Ucap Xiao An .
" Oh aku tau. Itu di sebelah sana. Ayo aku akan mengantarmu", ucap Tian Yue sembari menunjuk ke arah tempat yang di tanyakan Xiao An .
" Memangnya kau mau mengirim apa dan kepada siapa?", Lanjut Tian Yue.
" Mengirim surat ke rumah makan", ucap Xiao An singkat.
Sampailah mereka di tempat jasa pengiriman.
" Ada yang bisa saya bantu nona?", Ucap sang pegawai.
"Tolong kau kirim surat ini ke rumah makan Haozi di wilayah tengah", ucap Xiao An .
" Baik nona, kami akan mengirimkannya", ucap pegawai itu.
"Ini sebagai bayarannya", ucap Xiao An sembari mengeluarkan 1 tael emas.
" Ini terlalu banyak nona", Ucap pegawai itu.
" Tidak apa apa, kau ambil saja. Aku ingin secepatnya kau kirimkan surat itu", ucap Xiao An.
" Baik nona", ucap pegawai itu.