
Mereka berlatih hingga sore hari. Barulah mereka pergi ke kamar mereka untuk beristirahat dan latihan di lanjutkan besok hari.
" Xiao An!, Sebelah sini!', ucap Tian Yue. Xiao An pun berlari kecil untuk menghampiri Tian Yue.
" Bagaimana latihanmu?, Apakah lancar?", Ucap Tian Yue.
" Ya, cukup lancar", ucap Xiao An .
" Kau beruntung sekali di latih oleh kakekmu sendiri. Oh ya, senjata apa yang akan kau gunakan untuk pertandingan 1 benua?", Ucap Tian Yue.
" Pedang Bloody Ashura", ucap Xiao An singkat.
" Hah?, Kau benar benar menggunakannya?, Demi bertemu dengan kakakmu?", Ucap Tian Yue.
" Ya", ucap Xiao An singkat.
" Ya, aku mengerti perasaanmu. Bagaimana pun kau pasti sangat ingin melihatnya. Semua ini gara gara ****** itu!!, Aku sangat membencinya. Dulu, ibuku meninggal hanya karena laporan palsunya kepada tuan", ucap Tian Yue dengan geramnya hingga mengepalkan kedua tangannya.
Sontak Xiao An terkejut, jujur saja Xiao An belum tau tentang itu. Mungkin saja Xiao An yang dulu tau, tapi Xiao An ini tidak tau. Dia mengepalkan kedua tangannya cukup keras hingga memerah.
" Untung saja kau tidak bisa di tindas lagi olehnya. Karena saat ini, kau lah yang paling kuat", ucap Tian Yue sembari mengangkat kedua jempolnya. Xiao An tau saat itu Tian Yue menyembunyikan rasa sakit hatinya terhadap perbuatan selir jiang. Xiao An pun tersenyum lembut menatap wajah Tian Yue .
' mungkin sudah nasib kita untuk menjalani hidup seperti ini. Dulu aku akui memang aku adalah sampah, tapi untuk saat ini dan selanjutnya, aku bukan lagi seorang sampah. Hanya dia , Xun Er dan kakek yang selalu ada untukku dari dulu sampai sekarang. Terimakasih!, Aku pasti akan menjaga kalian dengan baik', batin Xiao An.
Sepanjang jalan, Tian Yue terus mengoceh membicarakan setiap rekan setimnya yaitu tim 4.
Saat mereka berjalan di dekat lingkungan murid tahun ke 3, ada seorang laki laki yang memanggil Xiao An.
" Xiao An ?", Ucap laki laki itu.
Xiao An berbalik, dia menemukan 2 orang laki laki yang berpakaian rapi, berwajah tampan, berkulit putih bersih. Dan salah satunya adalah rekan setimnya. Ya, dia Bai Xu Kai yang sedang berjalan dengan Xu Ge. Dan laki laki yang memanggilnya adalah Xu Ge.
" Ada apa?, Kenapa memanggilku?, Aku tidak mengenalmu", ucap Xiao An dengan nada yang dingin.
' tebakanku ternyata benar. Dia sama dinginnya dengan Xu Kai ', batin Xu Ge.
" Ah, namaku Xu Ge. Aku juga mengikuti pertandingan 1 benua nanti. Aku berada di tim 2. Jika aku tidak salah, kau adalah orang yang pernah mengalahkan Xu Kai kan di pertandingan murid tahun pertama", ucap Xu Ge sembari melihat ke arah Xu Kai yang tampak sedikit geram dengan omongannya.
" Ya, ada apa?", Ucap Xiao An singkat.
" Emmhh, begini... Bisakah kau menjaga Xu Kai?, Dia itu sedikit nakal, aww", ucap Xu Ge, dia menjerit karena dicubit oleh Xu Kai.
" Apa apaan kau ini!!", Bisik Xu Kai.
" Oh ya, hati hati kepadanya. Dia sering kali bertingkah konyol demi mendapatkan hati wanita", ucap Xu Ge.
Tian Yue tertawa mendengarkan apa yang Xu Ge katakan kepada Xiao An. Sedangkan Xiao An segera berbalik dan pergi sembari menarik tangan Tian Yue.
" Apa kau puas?", Ucap Xiao An setelah sampai di pintu kamarnya.
" Ha ha ha, sungguh itu lucu sekali!. Xiao An, bagaimana jika kau menjaganya juga?, Sekalian kau nasihati dia agar dia tidak nakal lagi!, Ha ha ha", ucap Tian Yue sembari tertawa. Lalu dia masuk ke kamarnya, meninggalkan Xiao An yang masih di luar kamar.
" Apa apaan mereka ini", ucap Xiao An , lalu dia pun masuk ke kamarnya untuk mandi dan beristirahat.
Sedangkan di tempat lain.....
" Dasar kau ini!!!, Aku tidak menyangka kau akan berbicara seperti itu kepadanya", ucap Xu Kai dengan marahnya.
" Tapi menurutku kau sangat cocok dengannya, sama sama dingin!", Ucap Xu Ge.
" hmm,Yang nakal itu kau, bukan aku. Habislah kau!!!, Dia tampak marah karena omonganmu. Kau tidak tau kan kalau dia itu sangat kuat?, Apa kau pikir dia akan diam saja setelah kau bicara seperti itu kepadanya?", Ucap Xu Kai dengan naga yang cukup tinggi.
" Aku hanya bercanda", ucap Xu Ge.
" Bercanda mu itu tidak lucu sama sekali", ucap Xu Kai.
" Yahh, aku akui aku memang salah , tapi kau sungguh cocok dengannya", ucap Xu Ge .
" Cukup!", Ucap Xu Kai.
" Apa kau masih menyukai perempuan itu?, Ku sarankan kau untuk tidak mengejarnya lagi. Dia terlalu kekanak kanakan!", Ucap Xu Ge.
" Jangan ikut campur urusanku", ucap Xu Kai dengan tegas. Seketika raut wajah keduanya nampak serius.
" Aku hanya ingin memperingatkanmu saja. Bukankah dia sudah mencapakkanmu beberapa kali?, Apa kau tidak sadar?, Dia selalu datang ketika membutuhkanmu saja.
Tanpa memikirkan apakah kau sibuk atau tidak, apakah kau bisa menolongnya atau tidak. Cukup!, Satu kali ini saja, dengarkan nasihatku!!.
Aku sangat lelah melihatmu dengan gampang menolongnya tanpa memikirkan keselamatanmu sendiri. Kau itu manusia!, Suatu saat kau juga akan mati. kau tidak pernah memikirkan apakah aku, keluargamu, dan semua orang yang menyayangimu itu akan baik baik saja?, Tidak.
Kita pasti akan sedih saat mengetahui kematianmu. Apakah kau pernah memikirkannya?, Heh tidak pernah. Yang ada di pikiranmu hanya Su Wan Er saja. Aku pikir kau sudah tergila gila kepadanya, sadarlah!! Masih banyak wanita yang jauh lebih baik darinya, seperti Xiao An misalnya.
Dia memang dingin, tapi setelah aku perhatikan, dia juga orang yang sangat menyayangi teman temannya. Aku tau alasanmu untuk melawannya di arena pertandingan murid tahun pertama itu karena Xiao An melukai Su Wan Er.
Itu adalah pertandingan!!, Apapun bisa terjadi. Selama musuh tidak berbuat curang, kita tidak bisa membencinya karena menjadi lawan kita", jelas Xu Ge. Dengan kesal dia berbicara panjang lebar kepada sahabatnya itu, betapa sayangnya dia kepada Xu Kai.
Xu Kai hanya berdiri dengan tatapan kosongnya. Pikirannya kacau tak terkendali. Sesekali dia menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal. Lalu dia pun pergi meninggalkan Xu Ge yang masih menunggu jawaban dan respon darinya.
" Dasar keras kepala!!!, Sudah ku beritahu beberapa kali. Respon nya selalu begitu, tidak peduli sama sekali. Yang ada di pikiranmu hanya wanita itu, yang hanya manis di depan saja, tapi pahit di belakang", ucap Xu Ge dengan kesal. Dia pun pergi ke kamarnya.
Su Wan Er adalah teman masa kecil Bai Xu Kai . Mereka sering kali bermain terutama jika ada perayaan di setiap keluarga. Saat itu mereka sangat dekat, tetapi Su Wan Er tidak menyukai Bai Xu Yuan yang menjadi adik dari Xu Kai.
Saat Xu Yuan ingin ikut bermain, sering kali Xu Kai memarahinya. Hingga sampai sekarang ini, Xu Yuan tidak pernah dekat dengan Xu Kai, meskipun dia adalah adiknya. Ada rasa takut dalam diri Xu Yuan jika bertemu dengan Xu Kai.