
Seorang perempuan yang berpakaian rapi dan tertutup menghampirinya. Dia berkata " sedang apa kau disini?, Disini berbahaya. Lebih baik kau segera pergi dari sini", ucap perempuan itu.

"Aku akan pergi sebentar lagi, tapi aku bingung bagaimana aku pergi. Aku sudah agak kecapean berlari 1 jam tanpa berhenti. Tadinya ku pikir dia tidak punya tuan, jadi aku akan membuatnya menjadi spirit beast kontrakku", ucap Xiao An jujur.
"Oh begitu. Memangnya kau mau kemana?", Ucap sang perempuan.
"Aku mau ke Akademi Pedang Surgawi ", ucap Xiao An .
"Oh, kalau begitu kau ikut saja bersamaku. Aku juga akan pergi kesana", ucap perempuan itu.
"Baiklah", ucap Xiao An setuju dengan apa yang di kata kan perempuan itu.
Mereka berdua pun naik ke atas punggung anjing itu dan kemudian pergi dengan kecepatan tinggi ke arah Akademi.
Selama di perjalanan, mereka hanya diam. Sampai akhirnya Xiao An berteriak dengan keras" tunggu, berhenti!", Ucap Xiao An .
Wanita itu pun bertanya " ada apa?", Ucap nya.
Setelah itu, anjingnya pun berhenti.
"Ada spirit beast tingkat 4. Itu laba-laba bertanduk yang memiliki racun udara yang kuat. Sedikit menghirupnya akan membuat kehilangan nyawa", jelas Xiao An .
' dia tau tentang itu bahkan bisa merasakan keberadaannya yang jauh di depan sana , hebat. Seharusnya dia menjadi murid favorit para guru dan juga tetua. Siapa dia ?', batin perempuan itu .
"Kenapa kau bisa tau kalau ada spirit beast ?", Ucap perempuan itu.
"Aku dapat merasakan keberadaannya lewat sebelah mataku", jelas Xiao An .
Setelah menjelaskannya, Xiao An pun mengeluarkan botol kecil dari cincin ruangnya dan memberikannya kepada perempuan itu dan juga kepada anjingnya agar mereka tidak keracunan.
"Apa ini ?",ucap perempuan itu.
"Itu obat penawar racun. Makanlah dan juga berikan kepada anjingnya", ucap Xiao An .
Lalu perempuan itu pun memakannya dan memberikannya kepada anjingnya untuk dia makan.
Setelah itu, mereka pun melanjutkan perjalanannya menggunakan jalan yang ada di sebelah spirit beast dengan kecepatan tinggi agar tidak terlihat oleh laba-laba itu.
Mereka sudah berlari sekitar 1 jam dan juga jarak ke Akademi sudah tidak terlalu jauh. Akhirnya, mereka beristirahat sebentar karena anjingnya sudah kecapean. Sembari beristirahat, Xiao An bertanya tanya kepada perempuan itu.
"Emmhh, kalau boleh tau, anda itu siapa?, Kenapa pergi ke akademi?, Dari penampilan anda seperti bukan murid Akademi", ucap Xiao An .
"Baiklah, aku akan jujur. Aku Cheng Xiao adalah seorang guru alkimia disana. Sepertinya, kau murid ajaran baru. Bukankah penerimaan murid baru di laksanakan kemarin ?", Ucap Cheng Xiao .
Xiao An sedikit malu dengan kelakuannya yang sebelumnya.
"Ada kejadian yang membuatku mengurung diri untuk berkultivasi. Dan kemarin temanku tidak memberitahuku kalau dia akan pergi ke akademi karena aku masih berkultivasi dan dia tidak mau mengganggu ku", ucap Xiao An .
" Ah tidak apa apa. Nanti aku akan berbicara kepada tetua yang menjadi panitia penerimaan murid baru", ucap Cheng Xiao .
"Ngomong-ngomong, kau murid jurusan apa?, Saat kau memberiku pil itu, sepertinya kau juga seorang alkemis", ucap Cheng Xiao .
"Aku murid jurusan kultivasi seni beladiri dan juga formasi spiritual. Alkemis? Itu mungkin saja", ucap Xiao An .
"Eh kenapa kau tidak masuk jurusan alkimia?", Ucap Cheng Xiao .
"Itu karena aku tidak punya banyak waktu. Awalnya aku akan masuk semua jurusan. Tapi karena aku ragu, jadi aku hanya masuk 2 jurusan", ucap Xiao An .
"Berarti aku tidak bisa bertemu denganmu", ucap Cheng Xiao .
"Mungkin juga guru bisa menemuiku jika guru butuh bantuan ku. Apapun itu pasti aku akan membantu guru. Bahkan jika itu tentang senjata aku bisa membantumu", ucap Xiao An . Ya, jika Xiao An bertemu seseorang yang baik, dia akan bersikap dengan baik juga.
"Benarkah?,huuu.... Kebetulan, senjataku rusak saat aku bertarung dengan beruang gila. Double Blade ku sedikit rusak. Bisakah kau memperbaikinya?", Ucap Cheng Xiao dan dia pun mengeluarkan double bladenya dari cincin ruangnya. Kemudian memberikannya kepada Xiao An .
"Sepertinya ini masih bisa di perbaiki. Aku akan mencobanya", ucap Xiao An . Setelah itu, Xiao An mengeluarkan palu rohnya dan mulai memperbaiki double bladenya. Tak lama Xiao An telah memperbaikinya dan memberikan setetes holy water ke senjata itu. Kemudian, senjata itu berubah menjadi tingkat pusaka yang awalnya hanya tingkat tinggi.
Xiao An memberikan setetes holy water untuk membalas Budi guru itu karena mengantarkannya ke Akademi.
"Ini. Aku sudah memperbaikinya", ucap Xiao An sembari memberikan double Blade kepada guru itu.
"Terima kasih sudah memperbaikinya", ucap sang guru. Xiao An pun mengangguk.
"Eh, tunggu. Kenapa senjataku menjadi tingkat pusaka?, Bukankah hanya tingkat tinggi", ucap guru itu.
"Anggap saja itu sebagai balas budiku karena telah mengantarkan ku ke akademi. Dan ini untuk anjing mu", ucap Xiao An sembari memberikan botol kecil berisi setetes holy water.
"Ini..., Ini sangat mahal. Tolong ambil kembali " ucap sang guru.
"Tidak apa apa. Sebaiknya segera berikan itu kepadanya kulihat dia sedang berusaha untuk menerobos ke tingkat 4", ucap Xiao An . Guru itu pun memberikannya kepada anjingnya. Beberapa saat setelah itu, anjingnya telah berhasil menerobos ke tingkat 4 dan fisiknya pun mulai bertambah besar.
Setelah itu, mereka pun melanjutkan perjalanan mereka ke akademi. Sekitar setengah jam mereka berlari, tibalah di gerbang akademi. Saat itu guru Cheng Xiao memberi penjelasan kepada penjaga dan merek pun di perbolehkan untuk masuk.
Saat itu, guru Cheng Xiao membawa Xiao An ke kantor penerimaan murid baru. Dan dia pun pamit untuk pergi ke kantor guru.
" Kau baru datang ke akademi?", Ucap pria tua yang merupakan petugas.
"Ya, saya murid baru", ucap Xiao An .
"Sebutkan namamu!", Ucap pria tua itu.
"Xiao An ", ucap Xiao An singkat.
"Oh, kau Luo Xiao An ?, Temanmu sebelumnya mengatakan bahwa kau sedang berkultivasi jadi kau tidak kesini kemarin. Aku bisa memaafkanmu tentang itu. Dan ini barang-barang mu sudah di siapkan dari kemarin. Jika kau merasa barangnya jelek, kau bisa beli di toko sebelah kanan. Kau tinggal berjalan kesana dan disana sudah tersedia semua yang kau butuhkan. Bahkan kau juga bisa menjual barang seperti pil atau pun batu spiritual dan juga batu inti spirit beast", jelas pria itu.
"Dan ini kunci kamarmu. Jaga baik baik karena tidak ada cadangannya", lanjut pria tua itu.
Xiao An pun pergi ke kamarnya. Saat itu tidak ada seorang murid pun yang terlihat. Sesuai apa yang di katakan guru Cheng Xiao bahwa murid murid sedang berkeliling melihat akademi.
Xiao An pun menjatuhkan dirinya di atas kasur karena kelelahan.