The Lord Of The Dragon Race

The Lord Of The Dragon Race
Bagian 10



Setelah pertengkaran di jalan itu, Tian Yue yang awalnya ceria sekarang menjadi tidak peduli dengan sekitarnya dan mulai bersikap seperti Xiao an.


"Lihatlah dirimu. Kau meniruku?", Ucap Xiao An .


"Hah?, Tidak", ucap Tian Yue .


"Lalu kenapa kau menunjukkan ekspresi sepertiku ?, Jelas jelas kau meniruku. Apa kau masih kesal kepada mereka?", Ucap Xiao An .


"Tentu saja siapa yang tidak kesal diperlakukan seperti itu?. Hemm mereka bersikap seakan dunia ini milik mereka sendiri huh", ucap Tian Yue.


"Sudahlah jangan memikirkan mereka. Mereka hanya orang sombong yang tidak pernah merasakan kesusahan", ucap Xiao An .


"Yah, aku tidak akan memikirkannya lagi. Ayo kita kesana!, Cepat Xiao an agar kita bisa melihat lebih dekat!", Ucap Tian Yue dengan raut wajah yang kembali ceria di tambah dengan perasaan antusiasnya.


Mereka berdua pun segera masuk ke tempat duduk penonton yang berada di dalam arena besar yang terletak di tengah-tengah benua yang di disebut arena big boss.


Berbeda dengan kemarin, hari ini pengetesan untuk alkemis berada di arena. Sedangkan untuk pengetesan kultivasi dan elemen kemarin, di adakan di balai keadilan yang berada disampingnya.


Dan untuk pengetesan formasi spiritual besok akan diadakan di aula rakyat karena memiliki formasi pelindung paling kuat karena pastinya setiap peserta akan menunjukkan kemampuan formasi yang paling kuat yang mereka miliki.


Saat penyulingan akan di mulai, Xiao an berteriak dan berdiri dari kursinya.


"Berhentiiii", teriak Xiao an.


"Ada apa? , ada apa?", Ucap para penonton dan segera menengok ke arah orang yang berteriak.


Seorang tetua yang merupakan alkemis pun angkat bicara "ada apa anak muda?, Apa anda ingin mengacaukan pengetesan ini ?", Ucapnya.


Semua mata kini melihat kearah Xiao an menunggu penjelasan darinya.


"Aku pikir ini tidak adil. Lihatlah sebagian dari mereka menggunakan tungku yang membantu pil menjadi lebih baik dan meningkatkan efek pilnya.


Sedangkan sebagian lagi, mereka hanya mengunakan tungku biasa yang tidak meningkatkan efek apapun pilnya.


Menurutku lebih baik menggunakan tungku biasa agar yang keluar adalah hasil yang sebenarnya", ucap Xiao An .


"Hey kau, jika kau iri bilang saja", ucap salah satu peserta bangsawan yang jelas jelas menggunakan tungku mewah yang bisa meningkatkan efek pil dan menambah tingkat murni pil.


"Sudah sudah. Memang benar apa yang anak muda itu bicarakan. Ini memang kurang adil untuk peserta lain. Oleh karena itu, panitia?," Ucap sang tetua.


Keluarlah salah satu panitia pengetesan.


"Ya tetua. Ada apa?," Ucap sang panitia.


"Ambilkan beberapa tungku tingkat rendah seperti itu dan berikan kepada mereka yang menggunakan tungku tingkat menengah dan tingkat atas", ucap sang tetua sembari menunjuk tungku milik salah satu peserta rakyat biasa.


"Baik, tetua", ucap panitia.


Tak lama kemudian, para panitia membawa beberapa tungku tingkat rendah dan membagikannya kepada para peserta pengetesan alkemis.


Setelah dibagikan, para peserta bangsawan itu memberi tatapan yang tidak ramah kepada Xiao An . Tentu saja Xiao an hanya akan mengabaikan nya. Untuk Xiao an itu bukanlah hal yang harus di khawatirkan.


Tidak ada yang berbeda dengan teknik penyulingan yang setiap peserta lakukan. Sehingga tidak ada yang membuat Xiao an tertarik.


Sampai tiba saatnya untuk mengeluarkan pil yang telah para peserta buat. Para penonton bersorak karena salah satu peserta bisa memurnikan pil sekitar 25%.


Tentu itu adalah hal yang jarang bagi pemula tingkat awal. Dan karena orang itu hanya rakyat biasa, para bangsawan memandangnya seperti harimau yang bersiap untuk menerkam mangsanya.


Tapi semua itu tidak berhasil menggerakkan Xiao an untuk memujinya. Berbeda dengan Tian Yue yang mata yang berbinar binar.


"Xiao an, lihat ! Dia berhasil membuat pil dengan kemurnian 25%",  ucap Tian Yue .


"Itu biasa. Bahkan aku bisa memurnikannya sampai 100%", ucap Xiao An dengan nada malas andalannya.


"Sombong sekali", ucap penonton yang berada di samping Xiao an.


"Memang benar kok. Jika tidak percaya, lebih baik diam", ucap Xiao An.


Setelah menilai hasil penyulingan para peserta, tiba lah saat yang menegangkan. Ya, itu adalah saat untuk mengumumkan nama yang lolos sesuai peringkatnya.


"Baik, harap diam semuanya. Aku akan menyebutkan nama nama peserta yang lolos. Pertama, Lin Xue yang. Kedua......,ketiga........., Keempat........,...................(dst)", ucap panitia.


' Lin?, Mungkinkah jika dia kerabat dekat ku?' ,batin Xiao an.


Pengetesan pun berakhir dan para peserta yang lolos mulai menghampiri ketua akademi yang mereka tuju.


Setelah mereka keluar arena, tiba tiba dari belakang ada seorang laki laki yang menepuk pundak xiao an. Xiao an pun menoleh.


"Oh sama sama. Lagi pula memang seharusnya seperti itu. Oh ya, apakah kau dari keluarga Lin yang ada di pulau kecil di arah tenggara ?", Ucap xiao an .


"Iya, memang benar aku berasal dari sana. Aku kesini karena ingin mengikuti tes alkemis dan masuk ke akademi pedang surgawi. Akhirnya akau lolos bahkan mendapatkan peringkat 1. Sebenarnya aku kesini bersama ibu dan ayahku. Sudah sekitar 1 tahun kami tinggal di dekat sini", jelas Xue yang.


Kemudian, merekapun mengobrol sembari berjalan. Sampai akhirnya tiba di depan rumah yang terlihat sederhana. Disana sudah berdiri 2 sosok yang seperti sedang menunggu seseorang. siapa lagi kalau bukan ayah dan ibu Xue yang.


"Ayah, ibu, aku lolos bahkan aku mendapatkan peringkat 1", ucap Xue yang dengan senyum gembiranya.


"Wah benarkah?, Anak ayah memang jenius. Eh, siapa mereka?", Ucap sang ayah.


"Mereka adalah orang yang telah membuat tes alakemisnya berjalan dengan adil. Yang memakai topeng itu, xiao an. Sedangkan yang di sebelahnya itu, Tian Yue ", ucap Xue yang.


"Ada sesuatu yang ingin ku ketahui tentang keluarga lin. Apakah kalian bersedia untuk menjawab beberapa pertanyaan dari ku ?", Tanya xiao an.


Mereka berdua pun saling memandang untuk beberapa saat kemudian mereka pun mengiyakannya dan menyuruh semuanya untuk masuk kedalam.


"Nak, apa yang ingin kau ketahui?", Ucap sang suami.


"Aku ingin tahu apakah kalian dekat dengan Lin Mei Li ?", Tanya xiao an.


"Ya bisa dikatakan kami dekat. Bahkan dia yang memberikan nama Xue yang kepada anakku. Dia merupakan wanita yang tangguh ,sangat baik, dan juga sangat kuat.


Tidak sekalipun dia membeda bedakan kami apakah kami dari keluarga inti atau keluarga cabang. Namun sayang, dia mendapatkan laki-laki yang tidak baik bahkan suaminya itu berselingkuh di belakangnya sampai wanita itu mempunyai anak dengannya. Dasar brengsek.


Saat dia mengetahuinya, dia tetap diam dan bersabar. Ku dengar dia berhasil melahirkan 2 anak kembar . 1 laki-laki dan 1 perempuan", jelas sang istri.


"Apa benar itu kembar?, Kenapa aku tidak mengetahuinya ?", Tanya xiao an. Lalu melihat ke arah Tian Yue. Namun Tian Yue mengangkat bahunya mengisyaratkan bahwa ia tidak tau .


"Iya memang benar itu kembar. Kau tidak mengetahuinya karena hanya keluarga Lin saja yang mengetahuinya. Tapi sayang ketika anak anak itu berusia 2 tahun, dia meninggal karena di serang oleh sekte gelap. Keluarga kami saat itu sangat berduka atas kepergiannya.


Bahkan sampai sekarang pun keluarga inti masih merindukan sosoknya. Dan sampai sekarang seluruh keluarga Lin masih memburu sekte gelap itu. Tapi tidak ada petunjuk yang menunjukkan sekte gelap mana yang telah membunuh Mei li", lanjut sang istri yang di akhiri oleh helaan nafas panjang.


"Kalau boleh tau kenapa kau ingin mengetahui tentang Mei Li ?", Ucap sang suami.


"Itu.... Karena dia adalah ibuku", jelas xiao an yang membuat keluarga kecil itu terkejut dan terus memperhatikan xiao an dari ujung kepala sampai ujung kaki.


"Kau anaknya Mei Li?, Kau sudah besar ternyata. Mungkin saja saudara kembarmu di sembunyikan oleh ibumu", ucap Sepasang suami istri itu.


"Tapi dimana dia menyembunyikan saudaraku ?", Ucap xiao an .


"Mungkin saja dia menitipkannya kepada Mei yin, adiknya. Namun, keberadaan Mei yin selalu tidak tepat. Dia selalu berpindah pindah.", ucap sang istri.


' apakah ibu meninggalkan petunjuk untukku ?. Jika memang saudaraku ada pada bibi Mei yin, mungkin aku harus menemukan keberadaannya' batin Xiao An.


"Terima kasih bibi dan juga paman. Kalian sudah memberitahuku tentang ibuku", ucap Xiao An.


"Sama sama. Lagi pula kau adalah anaknya. Sudah seharusnya kami menceritakan semuanya tentang ibumu", ucap sang suami.


"Oh ya, cobalah kau pergi ke keluarga Lin . Mungkin saja kehadiranmu membuat mereka bahagia", ucap sepasang suami istri itu. Dan dibalas anggukan oleh Xiao An.


"Ngomong ngomong, kalian dari akademi mana?", Tanya Xue yang.


"Aku dan Tian Yue baru memasuki Akademi Pedang Surgawi untuk kultivator seni beladiri. Sedangkan aku akan mengikuti tes formasi spiritual besok", ucap Xiao An.


"Oh benarkah?, Berarti kita akan menjadi murid seperguruan ", ucap Xue yang.


"Kalau begitu, mungkin aku harus merepotkanmu untuk menjaga anakku", ucap sang istri.


"Ah iya bibi tidak apa apa ", barulah Tian Yue angkat bicara setelah beberapa lama hanya berdiam diri seperti patung dan hanya menyimak apa yang mereka bicarakan.


---------------------------------------


Tingkatan pil:


- pil tingkat rendah


- pil tingkat menengah


- pil tingkat tinggi


- pil tingkat pusaka


- pil tingkat dewa