The Lord Of The Dragon Race

The Lord Of The Dragon Race
Bagian 32



" Hah?, Benarkah?, Apa itu?", Ucap Hao Lian penasaran.


" Tubuhku tahan racun. Racun apapun tak akan pernah bisa membunuhku. Sebaliknya, darahku jauh lebih mematikan, tapi aku bisa mengontrolnya. Jika seseorang sudah memakan pil yang ku campur dengan darahku, selama orang itu tidak ada rencana buruk terhadap ku, dia akan selamat dan dia juga akan naik tingkat dengan mudahnya. Tubuhku adalah tubuh Ashura", jelas Xiao An.


Mereka terkejut dengan pernyataan Xiao An. Mereka menemukan bahwa Xiao An adalah orang yang jujur terhadap suatu hal.


" Bukankah dalam 1000 THN hanya akan lahir 1 orang dengan tubuh Ashura dan juga tubuh malaikat?", Ucap Shi Chen.


" Ya, aku tau tentang itu. Dan yang mempunyai tubuh malaikat adalah kakakku sendiri", ucap Xiao An. Dia mengetahuinya dari surat yang telah ibunya simpan di dekat kotak pedang Bloody Ashura nya.


" Wah, beruntung sekali", ucap Xuan Ming.


" Tapi sayangnya, aku belum pernah bertemu dengannya. Semoga saja aku bertemu dengannya di pertandingan 1 benua nanti", ucap Xiao An dengan semangatnya.


" Ya, semoga saja kau cepat bertemu dengannya", ucap Hao Lian.


" Baiklah, setelah berbincang bincang, aku sudah sedikit mengenal kalian. Apa kalian setuju jika aku menjadi ketua tim ini?", Ucap Hao Lian.


" Ya, kami setuju", ucap mereka semua.


Saat itu, kakek Luo pun datang.


" Bagaimana?, Apakah kalian sudah berkenalan", ucap kakek Luo.


" Kami sudah berkenalan, ketua. Apakah kami akan langsung latihan saja?", Ucap Hao Lian.


" Emmh, kali ini aku hanya akan melihat karakter kalian masing masing. Kalian akan bertarung satu sama lain secara bergantian. Di mulai dari Hao Lian melawan Li Shi Chen, lalu di lanjut dengan Bai Xu Kai melawan Xuan Ming, dan untuk Xiao An, dia akan menunggu di akhir. Mungkin ini terkesan pilih kasih, tapi aku sudah tau batasan kekuatannya. Oleh karena itu, aku membiarkannya untuk menunggu di akhir. Apa kalian paham?  ", ucap kakek Luo.


" Kami paham ketua", ucap semua anggota tim.


Mereka pun memulai pertandingannya. Xiao An sedikit terusik dengan kata kata kakek Luo.


" Kakek, kenapa kau melakukan ini?", Bisiknya.


" Kakek tau batasan mu, jadi kau diam saja. Sekarang, kau ceritakan kenapa matamu bisa terluka", ucap kakek Luo.


" Baiklah", ucap Xiao An, lalu dia pun mulai bercerita. Kakek Luo mendengarkan setiap kata yang keluar dari mulut Xiao An sembari melihat pertandingan antara Hao Lian dan Shi Chen.


Setelah beberapa saat, akhirnya pertandingan antara Hao Lian dan Shi Chen telah berakhir dengan Hao Lian yang menjadi pemenangnya.


Saat itu juga, kakek Luo menjelaskan kejadian yang di alami oleh Xiao An.


" Matamu itu mulai aktif seperti mata kananmu. Hanya saja, mata kirimu itu berfungsi untuk menyerang lawan. Itulah kenapa efek sampingnya malah membuat matamu berdarah", ucap kakek Luo.


" Baiklah, kalian berdua maju dan mulai lah bertarung", lanjut kakek Luo.


" Baik, ketua", ucap Xu Kai dan Xuan Ming.


" Ingat!, jangan memaksakan mata kirimu untuk menyerang lawan saat ini sampai 1 bulan ke depan. Jika tidak, mata mu akan buta", ucap kakek Luo kepada Xiao An .


" Baik, kakek", ucap Xiao An patuh.


Setelah itu, mereka berdua pun fokus untuk menonton pertandingan antara Xu Kai dan Xuan Ming.


Saat itu, Xiao An terus memperhatikan setiap gerakan yang di lakukan oleh Xu Kai. Entah kenapa Xiao An malah terfokus hanya kepada Xu Kai. Hingga saat kakeknya menepuk nepuk bahunya pun, Xiao An tetap fokus kepada Xu Kai .


" Xiao An?... Xiao An? ...", Ucap kakek Luo sembari menepuk nepuk bahu Xiao An.


" Eh, iya kek, ada apa?", Ucap Xiao An dengan ekspresi kaget.


" Kau ini kenapa?, Apa kau menyukainya?, Dari tadi kakek lihat kau terus saja memperhatikan Xu Kai ", ucap kakek Luo.


" Ah, tidak kek. Aku hanya penasaran saja", ucap Xiao An .


"Kakek kira kau menyukainya. jika kau menyukainya, kakek akan setuju. Biar kakek yang membicarakan hal ini kepada keluarga Bai ", ucap kakek Luo yang membuat Xiao An semakin terkejut.


" Apa maksud kakek?, Aku benar benar tidak menyukainya. Sudah ku bilang aku hanya penasaran saja", ucap Xiao An.


" Ya, ya, itu terserah dirimu. Jika kau menyukai seseorang, beritahu kakek! Biar kakek yang membicarakannya dengan keluarganya", ucap kakek Luo. Seketika Xiao An merasa kacau, Rasanya ingin kabur saja dari sana. Tapi dia tetap diam.


Sesuai prediksi Xiao An dan kakek Luo, yang memenangkan pertandingan kali ini adalah Xu Kai.


Karena pertandingan ini bertujuan untuk mengetahui setiap karakter anggota tim 1, jadi mereka hanya kan bertanding 1 kali. Dan untuk Xiao An , ketua sendiri yang akan melawannya. Itu keputusan mendadak yang dibicarakan oleh ketua.


" Jangan ragu untuk melawan ku, ya", ucap kakek Luo kepada Xiao An.


" Benarkah?, Kalau begitu, bersiaplah ketua!", Ucap Xiao An dengan evil smile nya.


Xiao An langsung menyerang kakek Luo menggunakan pedang Yin Yang nya. Kakek Luo sedikit terkejut dengan serangan Xiao An yang cukup cepat.


Karena elemen kakek Luo adalah api tingkat 5, jadi Xiao An menggunakan elemen air saat melawannya. Apalagi elemen air milik Xiao An adalah tingkat 9, jadi tentu saja elemen api kakek Luo kalah melawannya.


Tapi Xiao An sengaja tidak segera mengakhiri pertandingan dengan cepat, Meskipun dia bisa lebih cepat untuk mengakhirinya. Saat itu Xiao An menggunakan pedangnya dengan lihai hingga kakek Luo sedikit kebingungan dalam menghadapi setiap serangan Xiao An.


' aku tau dia bisa mengakhirinya dengan cepat, dia sengaja untuk tidak segera mengakhirinya. Mungkinkah dia jauh lebih kuat dari ketua?', rekan setim Xiao An yang kini tengah menonton pertandingannya.


Setelah beberapa saat, pertandingan antara Xiao An dan kakek Luo pun berakhir. Tidak ada yang memenangkannya karena Xiao An mengeluh kalau dirinya telah lelah. Tentu saja dia hanya berbohong.


" Ah, baiklah jika kau sudah lelah, aku juga sudah tau karaktermu dari dulu", ucap kakek Luo. Mereka pun kembali berkumpul dengan anggota lainnya.


" Aku sudah tau karakter kalian dalam menyerang lawan . Dan kebetulan, kalian mempunyai senjata yang berbeda. Itu bisa menjadi poin yang bagus dalam setiap penyerangan. Kali ini, tolong tunjukkan senjata yang akan kalian pakai di pertandingan 1 benua nanti!", Ucap kakek Luo.


Kemudian, mereka pun mengeluarkan senjata mereka masing masing. Saat itu, Xiao An tampak bingung, kira kira senjata apa yang akan dia pakai saat di pertandingan 1 benua.


' senjata apa yang harus aku gunakan nanti ya?', batin Xiao An.


" Ini saja!", Ucap Xiao An sembari mengeluarkan pedang Bloody Ashura miliknya. Mereka semua terkejut dengan gelombang energi yang keluar dari pedang Xiao An.


" Darimana kau mendapatkan pedang seperti itu, Xiao An?, Tampaknya pedang mu cukup kuat", Ucap Shi Chen .


" Ya, aku juga merasakan gelombang energinya, itu cukup kuat", ucap Xuan Ming.


" Tampaknya diantara senjata kita, senjata Xiao An lah yang paling kuat", ucap Hao Lian.


" Sebelumnya, aku belum pernah melihat pedang ini. Dari mana kau mendapatkannya?", Ucap kakek Luo.


" Ini hadiah dari ibuku, aku menemukannya di cincin ruangnya", ucap Xiao An jujur.


" Sepertinya ibumu adalah seorang ahli senjata yang sangat hebat", ucap Xuan Ming.


" Ya, bisa di bilang seperti itu. Oh ya, jika kalian punya masalah dengan senjata kalian, biarkan aku memeriksanya. Kalau bisa, aku akan memperbaikinya", ucap Xiao An.


" Oh?, Kau seorang ahli senjata?, Kenapa kakek tidak tau tentang itu?, Kau ini!, Berapa banyak rahasia yang kau sembunyikan dari kakek?", Ucap kakek Luo spontan hingga membuat rekan tim Xiao An saling memandang lalu mengalihkan penglihatannya kepada Xiao An.


Saat itu Xiao An sangat menyesal telah berbicara seperti itu.


' kenapa aku harus membicarakan itu di hadapan kakek?, Bodoh sekali. Mereka masih ada di sini, dan mereka pun tidak tau jika aku adalah cucu dari ketua akademi. Bagaimana jika mereka menahan diri untuk mengenalku?, Ahhh', batin Xiao An.


" Eh?, Ternyata kau cucunya ketua?, Aku baru tau tentang itu", ucap Shi Chen.


" Emmhh, iya", ucap Xiao An sedikit ragu.


" Baiklah, usahakan kalian cukup mahir dalam menggunakan senjata yang kalian pilih untuk pertandingan 1 benua itu", ucap kakek Luo.


Senjata tim 1:



Hao Lian : kapak pemecah langit ( senjata spiritual tingkat menengah)


Li Shi Chen : belati ikan koi ( senjata spiritual tingkat tinggi)


Bai Xu Kai : tombak petir ( senjata spiritual tingkat tinggi)


Xuan Ming : panah green amethyst ( senjata spiritual tingkat menengah)


Xiao An : pedang Bloody Ashura ( tidak bisa di perkirakan tingkatannya)



Hampir semua anggota menggunakan senjata turun temurun dari keluarganya kecuali Xiao An. Awalnya, kakek Luo akan memberikan pedang naga legendaris keluarga Luo untuk di gunakan Xiao An di pertandingan 1 benua itu. Namun Xiao An memilih untuk menggunakan pedang dari sang ibu demi menemukan sang kakak yang sudah lama tidak bertemu dengan nya.