
" Dia... Dia tak terkendali. Dia terus berlari ke arah menuju benua Tian Yun. Aku tidak bisa mengejarnya dengan kecepatanku hingga akhirnya aku memilih untuk kembali dan memberitahu kakek", ucap Xiao Yu. Mereka berdua terlihat sangat panik hingga akhirnya mereka memutuskan untuk pergi ke benua Tian Yun besok pagi.
Keesokkan harinya~~
Di pagi hari yang cerah dimana burung burung bernyanyi riang dan orang orang mulai melakukan pekerjaannya seperti biasanya. Keluarga Luo sedang bersiap-siap untuk pergi ke benua Tian Yun. Mereka membawa banyak peralatan dan beberapa helai pakaian di cincin ruang mereka.
Patriak Luo beserta rombongannya pergi ke benua Tian Yun mengendarai spirit beast masing masing. Perjalanan ke benua Tian Yun cukup jauh, butuh waktu sedikitnya 1 bulan untuk sampai. Itu pun harus melewati lautan luas.
Bagi mereka yang sudah berada di ranah langit dan bumi hanya membutuhkan beberapa hari untuk sampai. Apalagi orang yang sudah berada di ranah dewa dapat berteleportasi dengan bebasnya tanpa harus membuat formasi spiritual.
1 Minggu kemudian~~
Disebuah kamar yang mewah namun sederhana, terlihat seorang perempuan tengah berbaring di atas kasur. Datanglah seorang laki-laki dengan perawakan yang bagus perlahan duduk di atas kasur. Dia membelai wajah perempuan itu dengan lembut dan hati-hati.
Tiba tiba tangan perempuan itu bergerak, dahinya mengerut, perlahan dia membuka matanya.
" Dimana aku?", Ucapnya lirih.
" Eh, kau sudah bangun? Kau ada di rumahku", ucap laki-laki itu sembari tersenyum lembut.
Perempuan itu bergegas untuk mengubah posisinya.
" Pelan-pelan, bagaimana jika kau terluka?", Ucap laki-laki itu dengan khawatir.
Ketika perempuan itu mulai tersadar, dia terkejut dan membulatkan matanya.
" Eh, kau! Kenapa aku bisa ada di sini?", Ucap Xiao An. Lalu dia memberikan tatapan tajam kepada laki laki itu yang ternyata adalah Ao Tian. Seketika Xiao An langsung menutupi tubuhnya dengan selimut.
" Apa yang kau lakukan kepadaku?", Ucap Xiao An penuh curiga.
" Heh, coba kau pikirkan apa yang telah aku lakukan kepadamu?", Ucap Ao Tian dengan senyum miringnya membuat Xiao An bergidik ngeri.
" Dasar mesum!!!", Ucap Xiao An setengah berteriak.
Ctak...
Ao Tian menyentil dahi Xiao An karena pikiran kotornya.
" A...ah sakit! Apa yang kau lakukan?", Ucap Xiao An.
" Kau itu! Pikiranmu kurang jernih. Tadi aku mencoba untuk menjernihkannya", ucap Ao Tian sembari tertawa kecil. Xiao An pun mengalihkan wajahnya karena malu dengan ucapannya.
Tiba tiba seorang laki-laki datang menghampiri mereka. Di saat itu juga Ao Tian bergegas memasangkan topeng kepada Xiao An.
" Kakak, kak Qin Ruo datang untuk menemuimu. Dia sudah ada di ruang belajarmu", ucap Ba Tian dengan santainya sembari membawa cemilan di tangannya. Seketika raut wajah Ao Tian yang cerah ceria berubah menjadi dingin tak terusik.
" Eh, ternyata kau sudah bangun. Aku adalah adiknya. namaku Long Ba Tian, panggil saja Ba Tian", ucapnya. Lalu dia pun duduk di kursi yang sudah di tata rapi bersama meja di tengahnya.
" Tunggu sebentar, aku akan kembali", ucap Ao Tian, lalu dia pun pergi.
" Dimana ini sebenarnya?", Ucap Xiao An.
" Haaah kau tidak tau dimana kau saat ini?", Ucap Ba Tian dengan nada mengejek.
" Aku tau ini pasti di rumahmu, tapi aku tidak tau persis dimana aku saat ini", ucap Xiao An.
" Oohh begitu, kau ada di benua Tian Yun. Tepatnya di kediaman keluarga Long yang agung. Apa kau terkejut?", Ucap Ba Tian terdengar sombong.
" Oh, tidak sama sekali", ucap Xiao An dengan santainya membuat Ba Tian tersedak.
' apa? Dia bahkan bersikap biasa saja saat mendengarnya. Dia pikir, dia ini siapa?', batin Ba Tian.
" Sudah berapa lama aku ada disini?", Ucap Xiao An.
" Yang ku tahu kau sudah ada disini selama 1 Minggu", ucap Ba Tian. Sontak Xiao An bangun dari kasurnya.
" Apa? 1 Minggu? Berarti aku sudah terbaring di sini selama 1 Minggu? Bagaimana ini? Apa mereka akan mencariku? Mereka pasti kerepotan....BLA....BLA...BLA...", Xiao An terus bergumam sembari berjalan kesana kemari.
Sedangkan Ao Tian tampak sangat kesal dengan kedatangan Qin Ruo yang telah mengganggunya.
" Kenapa kau datang lagi? Hah?", Ucap Ao Tian.
" Kakak Long, aku sangat merindukanmu. Apa aku tidak boleh menemuimu?", Ucap Qin Ruo sembari berlagak imut.
" Hentikan itu! Apa kau kira aku tidak tau tentang kau yang mengajukan pernikahan kepada patriak Long?", Ucap Ao Tian. Dia terlihat sangat marah.
" Tentu saja salah! Bukan keinginanmu ya? Di benua ini tidak ada yang tidak tau tentang kau yang menyukaiku. Lebih baik kau menjauhiku karena aku sudah menemukan pasanganku sendiri", ucap Ao Tian. Dia semakin dan semakin marah. Wanita itu tetap pada pendiriannya, terus meminta Ao Tian untuk menikahinya.
" Siapa dia? Apa wanita yang kau bawa entah dari mana itu? Yang bahkan tidak diketahui seberapa jeniusnya dia? Lihatlah! Aku sudah berkultivasi sejak aku masih kecil itu semua agar aku bisa bersamamu. Sekarang di usiaku yang ke 18 ini, aku sudah menembus ranah langit dan bumi. Dimana kekuranganku hah? Aku juga cantik dan cerdas", ucapnya penuh emosi.
" Heh, kekuranganmu? Kau itu terlalu sombong! Bermuka dua! Jika aku tidak kuat, mungkin kau tidak akan jatuh cinta kepadaku kan? Apalagi dengan posisi patriak keluarga yang akan aku duduki saat aku menikah nanti. Aku tidak butuh orang munafik sepertimu", ucap Ao Tian.
" Oh ya, satu lagi. Jika kau berani kesini tanpa izin dariku, maka saat itu juga nyawamu tak akan terselamatkan", lanjutnya.
Lalu dia pun pergi meninggalkan wanita itu yang sudah tersungkur di lantai dengan tangisannya.
" Eh, kak kau sudah kembali. Lihatlah dia! Dia terus menggumamkan sesuatu sejak kau pergi", ucap Ba Tian masih dalam posisi duduknya.
' apa dia cemburu? ', batin Ao Tian. Dia pun tersenyum, lalu memeluk Xiao An dari belakang.
" Eh, kapan kau datang?, Cepat lepaskan!", Ucap Xiao An.
" Apa aku tidak boleh memeluk calon istriku sendiri?", Ucap Ao Tian. Xiao An sedikit terkejut dengan panggilan Ao Tian kepadanya. Secara tidak sengaja Xiao An melihat ke arah Ba Tian yang tampak terkejut.
Ao Tian yang melihat hal itu, dia mengira kalau Xiao An sedang malu karena dilihat oleh Ba Tian.
Segera Ao Tian menyuruh Ba Tian untuk pergi dan Ba Tian pun pergi.
" Apa kau malu karena dia melihat kita, Hem?", Ucap Ao Tian.
" Apa apaan kau ini? Kita bukan sepasang kekasih! Jadi jangan menyentuhku!", ucap Xiao An.
' oh, apa dia ingin menjadi kekasihku dulu lalu kita menikah?, Itu bukan ide yang buruk', batin Ao Tian.
" Baiklah, mulai hari ini kita adalah sepasang kekasih", ucap Ao Tian.
" Hah? Apa? Aku tidak setuju!!", Ucap Xiao An sembari melepaskan pelukan Ao Tian dengan paksa. Ao Tian terlihat tidak senang, dia langsung pergi meninggalkan Xiao An sendirian.
" Bukan begitu maksudku", ucap Xiao An. Lalu dia duduk dengan perlahan.
' ada apa dengannya? Apa aku sudah salah? Padahal aku tidak bermaksud untuk menolaknya. Apa yang harus aku lakukan?', batin Xiao An. Dia menundukkan kepalanya untuk beberapa saat.
" Alah sudahlah biarkan saja, siapa juga yang membutuhkannya. Tanpa dia aku bisa melakukan apapun", ucap Xiao An. Lalu dia pun mencoba untuk mencari pakaian di dalam lemari. Dan dia pun segera bersiap siap untuk pergi.
Setelah 1 jam lamanya, akhirnya dia siap untuk pergi.
" Huh meskipun hanya ada pakaian laki laki, tidak apa apa aku masih bisa memakainya", ucap Xiao An. Saat ini dia menyamar menjadi laki laki namun masih menggunakan topengnya.
' hari ini aku harus berkeliling untuk melihat-lihat sekitar. Barang kali ada sesuatu yang menarik', batin Xiao An.
Diam-diam dia pergi ke ibu kota dengan penyamarannya. Tidak butuh waktu yang lama, akhirnya dia sampai di ibukota.
Suasana yang ramai di penuhi oleh orang orang dengan tujuan yang berbeda beda. Kebanyakan dari mereka berada di ranah bumi atau langit. Kota ini terlihat sangat indah, beberapa toko berjejeran menjual berbagai barang. Dari mulai makanan, pakaian, hingga senjata pun ada. Lebih lengkap dari pada di benua Tian Yuan.
" Wah, ramai sekali. Aku lapar, aku akan pergi ke rumah makan", ucap Xiao An.
Xiao An pun menemukan rumah makan yang cukup besar yang di penuhi oleh para pelanggan yang lapar.
" Permisi, aku ingin memesan!", Ucap Xiao An. Seorang pelayan pun datang menghampirinya.
" Apa yang ingin anda pesan, tuan?", ucap pelayan itu.
" Tolong berikan aku apa saja yang dapat di makan", ucap Xiao An.
" Tuan ini apakah orang baru?", Ucap pelayan itu.
" Iya, aku baru sampai di sini tadi malam. Jadi berikan aku apa saja itu terserahmu, aku tidak tau harus memesan apa", ucap Xiao An.
" Ah baiklah tuan. Tolong tunggu sebentar!", ucap pelayan itu. Lalu dia pun pergi ke dapur.
" Eh, apa kalian tau? Tuan muda pertama Long yang agung membawa seorang perempuan ke kediamannya 1 Minggu yang lalu", ucap pelanggan yang ada di sebelah Xiao An.
' huh, itu adalah aku. Memangnya kenapa?', batin Xiao An.
" Oh, benarkah? Lalu bagaimana dengan nona Qin Ruo? Bukankah mereka sudah bertunangan?", Ucap pelanggan lain.
Xiao An terkejut lalu mengepalkan tangannya dengan keras.
' dasar brengsek!!!', batin Xiao An.