
Mereka berlatih elemen terlebih dahulu dengan jurus mereka masing masing.
Kemudian sekitar 1 Minggu dari itu, mereka melanjutkannya dengan berlatih pedang .
Tentu saja untuk Xiao an tidak ada hambatan. Karena dia pandai bermain pedang saat di tempat asalnya .
Hampir setiap hari dia menghabiskan waktu beradu pedang dengan ayahnya.
Berbeda dengan Tian Yue yang sedikit kesulitan. Dan tidak jarang dia di beri arahan oleh Xiao an.
Tiba lah saat nya untuk pengangkatan murid baru dari setiap akademi.
"Kau sudah siap ?", Tanya Xiao an kepada Tian Yue.
"Sebentar Xiao an , aku sedang bersiap siap".
"Cepatlah akan ku tunggu di sini".
Tiba tiba seseorang datang dengan tergesa gesa.
"Kau mau kemana"ucapnya kepada Xiao An dengan tatapan tajam penuh dengan intimidasi.
"Aku akan pergi keluar",dengan santainya Xiao an menjawab.
"Kau tidak di perbolehkan keluar, karena kau hanya akan mempermalukan keluarga ini", jelasnya.
"Kau tidak bisa melarang ku kemana pun aku pergi".jawabnya dengan keras kepala.
"Awas saja kau jika pergi dari kediaman ini, aku akan menghukummu lagi".
"Hukum saja aku tidak takut"ucapnya dengan penuh penekanan.
Laki-laki itu pergi dengan amarahnya yang sudah di ubun ubun.
Ternyata dia adalah ayahnya Xiao an, Luo Tian Xing. Yang sangat membenci anaknya karena tidak bisa berkultivasi.
Sebelum berangkat Xiao an awalnya memakai cadar. tetapi karena ayah nya sudah melihat penampilannya, Xiao an mengganti penampilannya.
Ia menggunakan pakaian berbeda dengan menggunakan topeng yang sudah ia siapkan dari jauh jauh hari.
Penampilan Xiao an dengan pedang yin yang nya.
Anggep aja itu pakai topeng.
"Xiao An, aku sudah siap",ujar Tian Yue
"Ada apa?",lanjutnya. Melihat sang nona melamun.
"Ah tidak ada apa apa. Sebaiknya kita cepat pergi".
"Kita akan memanjat tembok untuk kesana. Kita tidak bisa keluar dari gerbang ,karena dijaga oleh beberapa orang",lanjutnya.
"Baiklah".
Dengan menggunakan jurus meringankan tubuh, mereka dengan mudah memanjat tembok itu .
Setelah itu, mereka berjalan ke arah pasar untuk membeli makanan. Karena mereka belum sarapan.
Kemudian mereka melanjutkan perjalanan menuju pusat kota dimana merupakan tempat pengangkatan murid baru.
Suasana di tempat itu sangat lah ramai , sudah seperti pasar.
Xiao An dan Tian Yue pergi untuk membawa urutan di meja panitia. Lalu kembali ke tempat semula.
Xiao An mendapatkan urutan terakhir, sedangkan Tian Yue mendapat 1 urutan sebelum Xiao an .
"Untuk yang mengikuti acara pengangkatan murid baru ini, berbaris lah di sebelah kanan sesuai urutannya masing masing", ucap seorang panitia acara itu.
Xiao An berdiri paling akhir dan Tian Yue berdiri di depan nya.
Selama menunggu giliran, tidak sedikit orang yang melihat ke arah Xiao an.
Jelas itu karena Xiao an memakai topeng untuk menutup sebagian muka nya. Tetapi bisa di lihat dari bagian yang tidak tertutup topeng bahwa dia sangat lah cantik.
Pengujian di bidang kultivasi: hari ini
memeriksa tingkatan kultivasi , memeriksa elemen dan tingkatnya , memeriksa kecocokan dengan senjata miliknya sendiri.
Pengujian bidang alkemis : besok
Haruslah mempunyai elemen api tingkat 3 ke atas.
Membuat pil minimal pil tingkat 2 rendah
Pengujian bidang formasi spiritual : lusa
Membuat formasi spiritual minimal tingkat 2, yang berarti harus lah ahli formasi tingkat 2 ke atas.
Tibalah giliran Tian Yue untuk menunjukkan kemampuan nya.
"Nona, saya gugup", ucap nya dengan sedikit gemetar.
Tian Yue maju menuju batu besar untuk menguji tingkat kultivasi nya.
Setelah menyalurkan tenaganya ke dalam batu, batu itu sedikit bercahaya lalu terlihatlah tingkat kultivasi nya.
Tingkatannya sudah ada di ranah Raja menengah. Setelah itu ia melangkah ke batu penguji elemen dan tingkatnya.
Kemudian terlihatlah warna merah dan biru cerah yang menunjukkan tingkat keduanya ada di tingkat 4.
Orang orang yang melihatnya terkejut dan menyimpulkan bahwa Tian Yue adalah jenius yang mempunyai 2 elemen bertentangan.
Mereka memuji Tian yue. Dan di balas dengan senyuman manis oleh Tian Yue .
Diantara mereka ada yang terlihat marah sejadi jadinya. Karena elemennya ada di tingkat 5. Tetapi dia hanya mempunyai 1 elemen yaitu api..
Baru saja dia senang karena di puji banyak orang.
Dan sekarang menatap Tian Yue dengan tatapan tajam yang siap menusuk musuhnya itu.
Siapa lagi kalau bukan Luo Xiao shi yang terkenal dengan sebutan Dewi phoenix. Karena parasnya yang cantik dan apinya yang sangat panas.
Xiao An merasakan ada aura yang membahayakan pelayannya itu, segera menengok ke arah orang itu.
Dengan tatapan yang lebih tajam menatap orang itu. Seketika orang itu bergidik ngeri merasakan aura yang begitu menusuk tubuhnya.
Saat menguji kecocokan dengan pedang itu, cahaya yang begitu terang keluar dari batu penguji itu.
Semua orang kembali terkejut karena kecocokan Tian Yue dengan pedangnya itu, 100% cocok.
Oleh karena itu mereka terkejut dan berpikir bahwa yang paling menonjol itu adalah orang yang saat ini tengah menguji kekuatan nya.
Tetapi jenius sebenarnya masih menunggu gilirannya, ya itu adalah Xiao an. Yang kini menunggu panitia memanggil nama nya.
Tidak lama dari itu Xiao An maju karena di panggil panitia.
Namun dia tidak langsung pergi ke arah batu penguji, tetapi dia pergi ke arah kakeknya yang sedang duduk menikmati pertunjukkan batu penguji itu.
Seketika orang orang itu berbicara yang tidak tidak tentang gadis bertopeng itu.
Xiao An berbisik kepada kakeknya untuk beberapa saat.
"Kakek, ini aku Xiao an. Aku ingin kakek yang menguji ku karena aku takut menghancurkan batu pengujinya.". Ujarnya.
Sontak kakek Luo terkejut. Bagaimana tidak, cucu nya yang tidak bisa berkultivasi itu memintanya agar mengujinya.
"Apa kau yakin cucuku ?", Tanya kakek itu.
" Benar kakek, sekarang aku bisa berkultivasi dan aku ingin kakek sendiri yang mengujinya. Aku tidak mau orang orang tau tentang ini".jawab Xiao an yang meyakinkan kakeknya.
"Baik lah , ayo ikut kakek ke ruangan yang tertutup. dan masalah orang-orang itu, biar kakek katakan kalau kau tidak mau menunjukkan kekuatan aslimu ".
Setelah tiba di ruangan itu, Xiao an membiarkan kekuatan nya keluar dan tidak lagi menyembunyikannya.
Kakek Luo kembali terkejut dengan apa yang baru saja ia lihat.
Ia merasakan kekuatan ranah Langit dan Bumi yang jauh ada di atasnya.
Dengan berbagai elemen yang mengelilinginya.
Kakek Luo kembali terkejut karena setiap elemennya mempunyai tingkat yang lebih dari 5.
Sungguh dia adalah monster kultivasi. bagaimana tidak, saat dia memberi hormat terakhir kali ketika di aula keluarga, kakeknya tidak merasakan bahwa dia bisa berkultivasi.
Sejenak kakek Luo berpikir bagaimana dia bisa meningkat dengan cepat. Terutama dia juga bisa berkultivasi.
Itu membuat kakek Luo secara tidak sengaja melamunkan hal itu.
Kemudian kakek itu terbangun dari lamunannya karena seseorang memanggilnya. Tentu saja siapa lagi kalau bukan Xiao an.
"Kakek.... kakek.....kakek...", Ucapnya sambil mengayunkan tangannya.
"Ahhh iya, maafkan kakek. Kakek melamun".
"Bagaimana apa aku lulus tes?",
"Tentu saja kau lulus tes cucuku. Tapi ada satu yang belum kau lakukan".
"Apa yang belum ku lakukan?",
"Kau belum menguji kecocokan mu dengan senjata mu".
"Aku ingin bertanya kepada kakek, aku harus menggunakan senjata apa untuk menguji kecocokan?, Karena aku bisa semuanya", ujarnya dengan percaya diri.
"Kau pakai saja pedang yin yang mu, bahaya jika kau mengeluarkan trisula itu".
"Kakek tau tentang trisula itu?",
"Ya, aku tau tentang itu".
"Baiklah jadi aku tinggal bertanya kepada kakek tentang trisula itu".
Kemudian dia dan kakek Luo pun kembali ke tempat pengujian untuk menguji tingkat kecocokan senjatanya Xiao an .