
" Latihan berakhir! Besok kau tidak perlu lagi latihan. Mungkin besok malam perang akan benar-benar di mulai. Untuk sekarang, kembali lah ke kamarmu", ucap kaisar Long.
Xiao An pun pergi ke kamarnya. Dia beristirahat sejenak, lalu dia memanggil wolf untuk berbincang dengannya.
" Wolf? Kau mendengarku?", Ucap Xiao An.
" Ya, tentu saja tuan. Ada apa?", Tanya wolf.
" Perang itu seperti apa? Aku pernah mendengar ceritanya, tapi tidak pernah sekalipun terpikir olehku aku akan ikut berperang. Bahkan aku akan menjadi pemimpin mereka. Apakah itu menyeramkan?", Tanya Xiao An. Dia kebingungan mengatasi pikirannya saat ini yang begitu rumit.
" Perang itu...cukup menyeramkan jika kekuatan musuh jauh lebih besar dari pada kekuatan yang kita miliki. Akan sangat menyeramkan dan menyedihkan jika saling curiga dan melupakan kerja sama kelompok. Tapi jangan khawatir! Kita hanya harus mengerahkan seluruh kemampuan yang dimiliki, bukan semata-mata untuk menang, tapi untuk mempertahankan harga diri. Tapi selain itu, meskipun kita lebih lemah dan kalah jumlah, akan lebih baik jika kita mempunyai ahli strategi. Karena dengan itu, kita bisa membalikkan keadaan dan mendapatkan kemenangan", jelas wolf.
" Tampaknya kau sangat tau tentang itu", ucap Xiao An.
" Tentu saja, umurku bisa menjaminnya", ucap wolf.
" Besok mereka pasti akan mengadakan rapat", lanjutnya.
" Rapat? Untuk apa?", Tanya Xiao An.
" Untuk membicarakan rencana dan mengatur segala hal seperti dimana kau akan di tempatkan dan yang lainnya", ucap wolf.
" Tapi mereka belum memberitahuku", ucap Xiao An bingung.
" Tunggu saja, mereka akan datang nanti", ucap wolf.
Setelah itu, Xiao An kembali beristirahat. Baru 1 jam Xiao An terlelap, suara bising kembali membangunkannya.
" Ada apa ini sebenarnya?", Ucap Xiao An kesal. Lalu dia pergi keluar untuk memastikannya.
Xiao An tak percaya dengan apa yang dia lihat saat ini. Begitu banyak mayat berserakan di depan matanya dan beberapa orang sedang sibuk bertarung dimana-mana. Asal suara bising itu ternyata dari senjata dan jurus yang bertabrakan. Disana juga dia melihat sosok yang sangat familiar sedang bertarung dengan beberapa orang. Siapa lagi jika bukan Ao Tian dan Xu Kai. Mereka sedang bertarung melawan orang-orang berpakaian hitam dengan jumlah yang berkali-kali lipat dari mereka. Orang-orang itu terus berdatangan tiada habisnya seperti air yang terus mengalir ke tempat rendah.
" Sialan!!!", Teriak Xiao An dengan kesalnya. Dia langsung bergabung dengan yang lainnya.
" Maaf aku terlambat. Siapa mereka ini?", ucap Xiao An sembari bertarung.
" Entahlah aku tidak tau", jawab Ao Tian.
Setelah beberapa saat, bala bantuan pun datang. Puluhan anggota Dark Rose tiba dan segera bergabung. Ada ratusan orang berpakaian hitam yang terus berdatangan. Karena Dark Rose telah tiba, musuh terus berkurang secara drastis. Dan mereka menyuruh yang lainnya untuk mundur dan menjauh dari pertarungan itu termasuk Xiao An dan yang lainnya.
Setengah jam berlalu, barulah mereka bisa tenang. Dark rose telah menghabisi musuh yang berjumlah ratusan meskipun hanya membawa sekitar 20 anggotanya. Dark rose memang termasuk kedalam pasukan elit yang dimiliki kaisar Long. Mereka dibentuk sejak kaisar Long turun tahta dari kaisar naga. Itu terjadi sekitar 20 tahun yang lalu.
Orang yang berada di kediaman lain satu per satu berkumpul di tempat kejadian, tempat dimana pertarungan terjadi.
"Bagaimana keadaan orang-orang?"
" Mereka baik-baik saja. Bala bantuan datang dengan cepat hingga tidak menimbulkan banyak korban"
" Hanya ada 5 orang meninggal, 7 orang mengalami luka berat, dan yang lainnya mengalami luka ringan. Dan semuanya dari pelayan dan penjaga kediaman"
Xiao An semakin kebingungan dengan kejadian ini. Dia terus mengerutkan dahinya.
' sebenarnya apa yang terjadi saat ini? Kenapa banyak pertarungan dimana-mana? Siapa dalang di balik semua ini?' batin Xiao An.
Seseorang tiba-tiba saja menepuk pundaknya.
" Tidak apa-apa, jangan terlalu dipikirkan!", Ucap Ao Tian menenangkan Xiao An yang sejak tadi melamun.
" Aku tidak mengerti dengan semua ini. Sebenarnya apa yang mereka inginkan sampai-sampai menyerang kediaman kaisar Long yang agung?", Tanya Xiao An.
" Entahlah, memang sedikit membingungkan. Bencana terus berdatangan dimana-mana. Bahkan di benua Tian Yuan pun sama. Apakah dalang di balik semua ini adalah orang yang sama?", Ucap Xu Kai yang menambah kebingungan yang lainnya.
Sejak saat itu, mereka tidak kembali ke kamar mereka masing-masing. Tapi mereka tiba-tiba dikumpulkan di ruang rapat. Berbagai jenis orang di kumpulkan disini semata-mata untuk mendiskusikan kejadian hari ini.
" Siapa diantara kalian yang pertama menyadari ada pergerakan dan mulai bertarung dengan mereka?", Ucap salah satu penatua.
Xu KAI mengangkat tangannya lalu berbicara,
" Aku! Aku menemukan pergerakan aneh dari pepohonan seperti sebuah bayangan yang melintas. Kemudian aku menemukan mayat seorang pelayan yang terlihat baru saja di bunuh. Karena itu, aku menjadi waspada dan memperhatikan sekeliling. Ternyata bayangan itu terus bermunculan kesana kemari dan tak lama dari itu, mereka mulai menampakkan diri mereka di hadapanku. Lalu aku mencoba untuk melawan mereka meskipun hanya sendirian. Tapi seseorang tiba-tiba muncul dan membantuku, itu adalah Ao Tian", jelas Xu kai.
" Ya, aku membantunya dan berusaha mengirim sinyal kepada para prajurit. Mereka pun datang setelah beberapa saat dan mulai bertarung melawan musuh. Setelah beberapa saat, aku mendengar seseorang berteriak dan mengumpat. Dan ternyata itu adalah Xiao An. Mungkin dia terbangun karena kebisingan dari suara senjata yang saling bertabrakan", jelas Ao Tian.
" Ya, saat itu aku terbangun dan mulai mengumpat. Aku terkejut melihat mayat berserakan di depan kamarku sendiri. Aku mulai melihat ke sekeliling dan menemukan beberapa orang sedang bertarung. Setelah itu, aku pun bergabung dengan mereka", jelas Xiao An.
Orang-orang mengangguk dan mulai memahami kejadian saat itu.
" Aku ragu, mungkin ini terjadi karena mereka mengincar dirimu", ucap jendral Liu Shi Feng, ayah dari Qin Ruo sembari menatap kearah Xiao An. Dia merupakan salah seorang yang memiliki kendali atas sebagian pasukan militer.
" Bagaimana mungkin kau bisa menuduhnya seperti itu?", Ucap Ao Tian yang tidak setuju.
" Bisa saja, karena semenjak dia disini, tidak ada hari yang tenang bagi kediaman kaisar Long ini", ucap jendral Liu.
Ao Tian semakin kesal hingga menggerakkan giginya dan mengepalkan tangannya dengan keras. Tapi bagaimana dengan Xiao An? Dia tampak biasa saja.
" Mungkin kau benar. Lagi pula perang akan segera di mulai, siapa yang tidak akan mengincar ku?", Ucap Xiao An dengan santai. Tak ada kekhawatiran yang terlihat seperti sebelumnya.
Jendral Liu tersenyum mendengarnya.
" Lalu bagaimana jika kau angkat kaki dari sini?", Ucap jendral Liu.
" Tutup mulutmu! Sejak kapan kau bisa mengusir tamuku? Kali ini, kau benar-benar melampaui batas!!!" Ucap Ao Tian yang sejak awal telah menahan emosinya, kini dia tak bisa menahannya lagi.
" Tapi kau tidak punya urusan denganku dan kelompokku. Kau tidak mengambil bagian di perang nanti karena mungkin kau akan mati saat dimulainya perang", ucap Xiao An kepada jendral Liu. Perkataanya berhasil membuat jendral Liu sangat marah. Wajahnya terlihat sangat merah menahan amarahnya. Secara tidak langsung Xiao An menganggap pak tua Liu sangat lemah hingga tak dapat bertahan bahkan ketika perang dimulai, dia akan mati di awal.
Penatua kembali menenangkan suasana dan membicarakan beberapa hal yang dapat melindungi kediaman kaisar Long. Barulah setelah itu rapat selesai dan orang-orang membubarkan diri. Kecuali beberapa orang yang termasuk kedalam ras legenda, mereka akan tetap berada di ruangan dan menunggu beberapa orang lainnya yang diundang untuk rapat perencanaan perang karena fajar telah tiba.