
' kenapa semua ini terjadi disaat aku tidak ada di akademi?, Apakah ini kebetulan ataukah di sengaja?, Sungguh membingungkan!', batin Xiao An.
" Aneh!, Apakah ini perbuatan sekte aliran hitam?, Tapi aku sudah membantai mereka semua yang berada di wilayah ini. Hanya beberapa hari akademi tenang dan penyerangan ini pun terjadi. Mungkinkah serangan ini sudah di rencanakan?", Ucap Xiao An yang masih bingung dengan kejadian ini.
" Kakek pun tidak tau. Tapi yang jelas orang itu sepertinya menginginkan sesuatu. Karena tidak mungkin jika dia menyerang tanpa tujuan kan?", Ucap kakek Luo.
Setelah berbincang begitu lama bahkan mereka tidak tidur sedikit pun demi menjaga akademi ini, mereka pun mulai menyusun rencana untuk memperketat penjagaan di sekeliling akademi.
Sedangkan Xiao An pergi ke perbatasan antara hutan dan akademi. Saat itu tiba tiba seseorang datang ke arahnya dan langsung menunduk memberi hormat.
" Salam nona, hamba menemukan kejanggalan saat pembantaian keluarga Jiang", ucap orang itu yang ternyata Zhao Chen.
" Kejanggalan?, Ceritakan!", Ucap Xiao An.
" Saat beberapa pasukan pergi mencari keturunan Jiang yang berada di luar, hamba mengikuti nona. Jadi, hamba tidak tau apa mereka benar-benar menghabisi keturunan Jiang", ucap Zhao Chen.
" Apa maksudmu?, Bukankah mereka telah melapor kepadaku dan kau juga ada di sampingku saat itu", ucap Xiao An.
" Saat perjalanan pulang, hamba tidak sengaja mendengar sekelompok orang di balik pohon dekat jalan sedang mengobrol. Emmhh, karena hamba penasaran jadi hamba mendekat. Saat itu, hamba mendengar ternyata pasukan itu tidak benar-benar menghabisi keturunan Jiang itu. Tetapi mereka membawanya ke tempat patriak sebelumnya dan juga kejadian yang menimpa akademi ini sudah di rencanakan oleh patriak dan pasukan itu", jelas Zhao Chen.
" Apa?, Beraninya mereka mengkhianatiku!!!", Ucap Xiao An dengan marahnya.
" Ha..hanya itu yang hamba ketahui. Apa ada yang ingin nona lakukan?", Ucap Zhao Chen.
" Ha ha ha, bagus! Ayo pergi ke rumah makan!", Ucap Xiao An dengan ekspresi yang membingungkan.
Mereka pergi dengan secepat kilat hanya 1 menit mereka sudah sampai.
' kekuatanku hampir habis, bagaimana nona bisa berlari begitu kencang?', batin Zhao Chen dengan tubuh yang lemas.
" Tutup rumah makan! Kita akan melakukan rapat", ucap Xiao An dengan tegas.
" Baik nona. Hamba akan segera menutupnya dan memberitahu mereka untuk segera berkumpul dan melakukan rapat", ucap Zhao Chen segera setelah itu, dia pergi ke dalam dan mengumpulkan mereka. Dengan langkah terburu-buru, Xiao An naik ke lantai atas lalu duduk di kursi yang telah tersedia dengan meja ukuran besar dan kursi lain di sekelilingnya.
' kenapa mereka mengkhianatiku?, Sebenarnya apa yang mereka incar?, Apa jangan-jangan mereka tak menginginkanku menjadi penguasa?, Tapi kenapa keluarga Jiang mencampurinya?' , batin Xiao an. Saat itu juga mereka pun datang.
" Salam nona, kami semua telah berada di sini", ucap Zhao Chen.
Saat itu menunjukkan hari sudah siang. Xiao An pun membubarkan mereka lalu menyuruh mereka untuk kembali menutup rumah makan itu. Beberapa orang sudah mengantri sejak rumah makan itu ditutup sementara sebelumnya. Sehari pun tidak pernah sepi sama sekali, malah terus di penuhi oleh pelanggan.
Sedangkan Xiao An pergi ke kamarnya yang berada disana. Dia mengunci pintunya agar tidak ada yang mengganggu dirinya ketika memikirkan sesuatu hal.
" Sebenarnya, siapa di balik semua ini? Sangat membingungkan! Lebih baik aku meningkatkan kultivasi ku berjaga jaga jika musuh kali ini lebih kuat dariku. Lagi pula sudah lama aku tidak berkultivasi. Baiklah, ayo mulai!", Ucap Xiao An. Dia pun langsung mengganti posisi duduknya menjadi posisi bersila dengan 2 tangan di letakkan di paha.
Satu bulan telah berlalu, Xiao An masih dalam posisi bersila di kamarnya. Jika dia ingin menerobos ke ranah dewa, butuh waktu yang lama untuk menerobos meskipun orang itu adalah seorang jenius seperti Xiao An. Hal itu wajar karena tingkat kegagalan yang tinggi, dapat mengakibatkan kematian secara mendadak, dan jika itu terjadi pada orang lain, mungkin mereka tak mungkin menyelesaikannya dalam waktu yang singkat. Sedangkan dengan kemampuan berkultivasi yang luar biasa yang Xiao An miliki, kemungkinan dia dapat menerobos dengan waktu kurang lebih 10 thn. Itu pun jika Xiao An fokus untuk berkultivasi tanpa di ganggu oleh apapun.
Selama itu, keadaan akademi dan sekelilingnya damai. Tak ada lagi penyerangan, namun hal ini yang membuat Xiao An khawatir. Seharusnya ada penyerangan lain yang dilakukan jika memang yang diincar adalah akademi. Ini sangat aneh dan membingungkan.
Sedangkan di tempat lain~~~
"Patriak, bagaimana rencana selanjutnya?, Apakah kita akan terus menunggu?, Ini sudah sebulan setelah penyerangan yang kita lakukan", ucap salah seorang pengikutnya.
"Tenang saja, jangan terburu-buru! Kita nikmati saja sekarang. Mereka tidak mungkin bisa mengalahkan ku sekarang ha ha ha ha", ucapnya dengan arogan. Dia tampak sangat puas dan tenang, sedangkan Xiao An saat ini telah mempersiapkan dirinya. Entah bagaimana cara patriak itu untuk menghadapi sang kaisar naga.
" Kita akan mulai melancarkan rencana kita setelah satu tahun", ucap patriak itu.
" Hah?, 1 thn itu sangat lama patriak", ucap salah satu pengikutnya.
" Kau tenang saja, aku ingin persiapan yang matang. Aku akan meningkatkan kultivasiku, kalian juga tingkatkanlah kultivasi kalian. Tunggu saja pak tua Luo! Aku akan datang menghancurkan seluruh keluargamu ha ha ha ha", ucapnya dengan sangat percaya diri. Semua orang yang berada di sana tersenyum puas menantikan hari itu terjadi.
"Kakek buyut, saat itu terjadi jangan langsung membunuh Xiao An! Aku ingin bermain-main dengannya", ucap salah satu cucunya, Xiao Shi.
" Tenang saja nak, kakek akan membawanya untuk mu", ucap patriak itu.
" Kakek, jangan lupa untuk segera membebaskan ibu dan ayah di tangan topeng setan itu. Aku ingin segera bertemu dengan ibu dan ayah. Aku merindukan mereka", ucapnya dengan sedih bercampur marah.
" Topeng setan itu tidak mudah untuk di hadapi. Tapi tenang saja, aku punya mereka untuk tugas itu", ucap patriak itu.
" Aku perintahkan kalian untuk segera menjemput cucuku yang lain, Xiao Ning. Dia ada di akademi phoenik membara. Hari ini juga bawalah dia kemari!", Lanjutnya.
' aku harus segera mengumpulkan keturunanku yang lainnya untuk membantuku dalam menghadapi keluarga Luo itu. Sudah lama aku ingin melenyapkan mereka. Akhirnya kehancuran keluarga Luo akan terjadi. Kita lihat saja bagaimana aku menghancurkan kalian semua', batin patriak Jiang itu.