
Keesokan harinya
Tok tok tok
Pintu kamar xiao an di ketuk oleh Tian yue. lalu ia membuka pintunya dan terlihatlah tubuh nonanya yang masih tertidur lelap meski sinar matahari sudah menyelimuti tubuhnya.
Dia mengguncangkan tubuh nona nya dengan pelan sambil berkata "nona....nona.....bangun nona sudah pagi ".
"iya sebentar lagi"jawabnya dengan mata yang masih tertutup rapat.
"Nona, bukankah nona ingin pergi ke suatu tempat?" Tanyanya.
Karena memang benar tadi malam Xiao An berbicara kepada Tian Yue bahwa ia ingin pergi ke tempat yang sunyi dan jarang di lewati orang orang. Entah apa yang di pikirkannya.
Meski begitu Tian Yue sempat mencegah nya untuk pergi ke tempat yang seperti itu karena hanya hutan kematian lah yang termasuk kedalam apa yang Xiao an katakan.
Dengan nada yang malas ia berkata " ia aku akan pergi ke tempat seperti itu tapi bukan pagi ini, aku akan pergi nanti siang".
"Ya sudah nona, untuk sekarang anda mandi dahulu, saya akan mempersiapkan alat mandi dan pakaian anda".
Sekitar 1jam ia sudah mandi dan memakai pakaian.
(Anggep aja itu pakaian yang di pake Xiao an)
"Nona apakah anda lapar ?, Biar saya bawakan sarapan untuk anda". Kemudian di balas dengan anggukan oleh nonanya .
" Baiklah saya akan pergi mengambilnya untuk nona, tunggu sebentar ya nona"lanjutnya.
Beberapa menit kemudian Tian Yue kembali dengan membawa baki yang berisi makanan untuk nonanya itu.
"Nona ini makanannya" sambil meletakkannya di atas meja kecil dihadapan nonanya.
" Terimakasih ,Tian yue",jawabnya.lalu dia memakannya dengan lahap.
Hanya sekejap dia sudah menghabiskan semuanya. Dan berhasil membuat Tian Yue terkejut.
"Ayo kita pergi kesana!" Ajaknya.
"Pergi kemana nona?", Ucapnya bingung.
"Ayo kesana ketempat yang ku sebutkan kriterianya kemarin malam!"
"Nona sebaiknya nona jangan ke hutan kematian. Dimana sangat berbahaya nona",jawabnya dengan khawatir.
"Aku tidak peduli pokoknya aku ingin kesana",jawabnya dengan penuh semangat.
"Sebenarnya nona mau apa kesana?"
"Nanti juga kau akan tau".
"Baiklah kalau nona memaksa. Tapi nona kita tidak bisa pergi keluar tanpa seizin patriak"
"Tidak apa apa serahkan padaku tentang itu"
Tian Yue menatap Xiao An dengan kekhawatiran karena takut nona nya akan terluka ketika berada di sana atau yang lebih dari itu seperti kematian.
Xiao An langsung membereskan barang barang yang akan ia bawa ke sana. Ia hanya membawa labu(semacam botol untuk menyimpan air), belati,dan sejumlah uang.
"Ayo aku sudah siap!".
Bukannya pergi ke gerbang depan ,Xiao An malah pergi ke belakang kediaman.
"Nona kenapa kita kesini ?".
"Apa kau gila, kalau kita ke gerbang depan kita tidak bisa keluar karena dijaga oleh penjaga yang kuat".
"Ku pikir nona akan meminta izin kepada patriak".
"Jika aku meminta izin , kakek tidak akan mengizinkannya".
"Ohhh begitu", jawabnya dengan polos.
Dengan secepat kilat dia tiba tiba sudah di atas tembok.
Dan menyuruh Tian Yue untuk memanjat pohon yang ada di dekat tembok itu.
Karena Tian Yue tidak berkultivasi meski dia bisa berkultivasi,Jadi tidak mudah untuk memanjat.
Berbeda dengan Xiao An meskipun tidak bisa berkultivasi dia masih punya kemampuan dari tempat asalnya, meski dengan tubuh yang agak lemah.
Akhirnya mereka sampai setelah menempuh jarak 10 km dengan berjalan sekitar 1 jam 30 menit.
Xiao An terlihat antusias dengan apa yang dilihat di depannya.
Sebuah hutan yang sangat lebat dan agak gelap karena tertutupi daun daun yang membuat udara di sekitar sejuk dan nyaman.
Berbeda dengan Tian Yue yang hampir pingsan karena melihat hutan kematian yang sangat mengerikan menurut orang orang yang pernah kesana.
Xiao An langsung menemui Tian Yue yang masih terduduk lemas di tanah dan membantunya untuk berdiri.
"Tian Yue, apa kau baik baik saja?" Tanya nya dengan kecemasan yang terukir di wajahnya.
"Ahh... Saya baik baik saja nona",jawabnya. Lalu ia berdiri dengan sisa kekuatan nya.
"Yasudah kalau begitu kita lanjutkan perjalanannya ",ujar Xiao an.
Dan mereka pun melanjutkan perjalanannya. Setibanya di lapisan ke 2 ,ia mendengar seseorang meminta tolong.
"Tolong.......too...longgg..."
Dia langsung berlari menuju suara itu dan meninggalkan Tian Yue yang masih beristirahat.
"Nona tunggu saya, jangan tinggalkan saya",ucap Tian Yue.
"Ayo cepat kita kesana, keburu dia pingsan"ucap Xiao An.
Sesampainya di sana terlihat seorang kakek yang terbaring di tanah dengan keadaan yang lumayan parah.
"Kakek kau tidak apa apa?,kakek butuh apa biar aku yang Carikan."
Dengan suara yang sedikit serak dan luka di tubuhnya,ia berkata,"Aku haus .tolong bawakan air untuk ku".ujarnya
"Baik aku akan membawakan air untukmu".
"Tian Yue mana air yang kita bawa?, Apakah masih ada?".
"Maaf nona air yang kita bawa sudah habis".
Xiao An mulai berpikir keras 'bagaimana aku bisa menemukan air di hutan seperti ini?'
Lalu tiba tiba kakek itu pun berkata,"jika kau bejalan kearah sana ,akan ada air terjun yang sangat jernih".
"Ah baiklah aku akan kesana".tanpa pikir panjang dia langsung berlari ke arah yang di tunjukkan oleh kakek itu.
"Hati hati nona", ucap Tian Yue karena khawatir jika terjadi sesuatu pada nona nya.
Tidak membutuhkan waktu lama ia sudah menemukan air terjun itu.
Dan benar saja kata kakek itu bahwa air nya sangat lah jernih.
"Jernih sekali airnya,bahkan lumut pun tidak ada"ujarnya.
Dan langsung saja ia mengisi labu nya dengan air itu dengan penuh. Berjaga jaga jika saja kakek itu sangat kehausan.
"Kurasa sudah cukup penuh, aku akan kembali lagi ke sana".
Tetapi saat dia akan kembali, dia menangkap sosok serigala putih dengan penampilan yang sangat indah.
Di setiap ujung kaki ,ujung ekor,ujung hidung ,dan ujung telinga nya berwarna merah terang da agak keperakkan.
Namun dengan keadaan terluka di kakinya yang terlihat sulit untuk berjalan.
Seketika serigala itu menatap tajam kepada Xiao An. Tetapi di balas dengan tatapan iba olehnya.
Kemudian serigala itu menatapnya dengan tatapan aneh.
Lalu ia berkata," hei manusia, kenapa kau menatapku begitu ?"
"Aku hanya kasihan kepadamu karena terluka kau tidak bisa berjalan dengan bebas".
"Sudahlah, manusia itu semuanya sama, hanya bisa memperbudak kaum kami",ucapnya dengan nada yang tinggi dan menghina.
"Ku katakan padamu, aku bukan manusia yang seperti itu, aku adalah seorang penyayang binatang",ucapnya dengan lantang.
Memang benar dia adalah penyayang binatang. Didunia asalnya ia memelihara kucing.
"Sudahlah kau itu sedang terluka, biar aku yang mengurus lukamu. karena aku tau kau pasti kesakitan",lanjutnya.
Dengan terburu buru dia mencari obat obatan di sekitarnya dan mulai mencampurnya menjadi satu. Lalu ia berikan kepada luka serigala itu.
"Apakah itu sakit?", Tanya nya dengan nada yang rendah.
"Itu tidak terlalu sakit sekarang".lalu serigala itu menatapnya dengan tatapan bingung.
'kenapa manusia ini membantuku?,mungkin benar katanya bahwa manusia itu tidak sama' batinnya.
"Terimakasih telah mengobatiku, untuk sekarang aku bisa berjalan meskipun pelan".
'dia bisa mendengar ucapanku yang seharusnya hanya orang yang berada di tingkat galaksi yang bisa mendengarnya.
Tetapi kenapa aku tidak merasakan energi yang keluar dari tubuhnya. Ini aneh.
Apa mungkin dia orang yang sangat kuat hingga aku tidak bisa merasakannya.
Lebih baik aku menawarkan diriku untuk menjadi hewan kontraknya sebagai balasan telah mengobatiku' batinnya.