The Lord Of The Dragon Race

The Lord Of The Dragon Race
Bagian 38



Perlahan lahan, kabut pun menghilang. Memperlihatkan seorang perempuan berparas cantik memegang pedang dan berdiri tegak menghadap ke arah panitia. Tampaknya dia tidak terpengaruh oleh kabut racun itu.


Dia adalah Tian Yue. Dia berhasil menyingkirkan murid akademi langit biru itu dengan hanya menggunakan pedangnya. Dia tak terpengaruh oleh kabut beracun itu karena sebelumnya dia pernah memakan pil dari Xiao An.


Para penonton pun kembali bersorak atas kemenangan akademi pedang surgawi. Pada saat itu juga, panitia mengumumkan kemenangan akademi Pedang Surgawi. Hanya beberapa saat dari itu, Tian Yue mulai kehilangan kesadarannya dan jatuh di arena begitu saja. Para panitia yang bertugas untuk merawat peserta yang terluka pun segera membawa mereka ke ruangan khusus. Xiao An dan Xu Yuan pun pergi menemui Tian Yue yang pingsan dan di bawa ke ruang perawatan.


" Semoga dia baik baik saja", ucap Xiao An sembari berjalan dengan terburu buru bersama Xu Yuan.


Sampailah mereka di ruangan itu. Tampak seorang alkemis tengah mempersiapkan obat dan yang lainnya mempersiapkan alat alat untuk mengobati luka.


" Permisi, aku dari akademi pedang surgawi. Aku ingin melihat temanku", ucap Xiao An.


" Maaf, kau tidak bisa masuk. Kami sedang mengobati mereka ", ucap salah satu alkemis.


" Aku bisa membantunya. Aku harus segera memeriksa kondisinya", ucap Xiao An.


" Apa kau seorang alkemis?", Ucap salah satu alkemis lain.


"Ya, aku seorang alkemis. Aku sangat tau dengan kondisi temanku. Jadi, tolong biarkan aku masuk, jika tidak, racunnya akan menyebar lebih jauh lagi dan menyerang otak mereka. Kemungkinan mereka akan gila", ucap Xiao An.


Lalu mereka pun membiarkan Xiao An masuk. Xiao An langsung mencari sahabatnya itu karena khawatir dia tidak bisa lagi berkultivasi dikarenakan kehabisan energi.


Di pojok kanan, terlihat seorang perempuan yang sedang berbaring tak sadarkan diri. Xiao An menghampirinya dan mulai memeriksanya.


" Kenapa dia begitu bodoh?, Untung saja masih ada sisa energinya. Jika tidak, kau tidak bisa berkultivasi lagi atau yang lebih buruk lagi, kau bisa mati", ucap Xiao An kesal.


" Sudah kakak, jangan marah marah lagi. Kakak Tian Yue mungkin terpaksa melakukannya", ucap Xu Yuan mencoba untuk menenangkan Xiao An padahal dirinya juga tengah mengkhawatirkan Tian Yue.


" Kau benar, aku akan memberinya pil", ucap Xiao An sembari mengeluarkan botol porselen dan membukanya. Kemudian Xiao An pun mengambil 1 pil dan memasukkannya ke mulut Tian Yue.


" Tunggu!!, Apa yang kau berikan padanya?", Ucap salah satu alkemis.


" Tentu saja aku memberinya pil", ucap Xiao An.


" Jangan sembarangan memberikan pil, bagaimana jika pilnya salah?", Ucap alkemis itu.


" Aku seorang alkemis. Aku tau mana yang baik dan buruk untuk keadaannya saat ini. Kau tidak perlu mengkhawatirkan hal ini. Aku yang akan mengobati murid dari akademi ku sendiri", ucap Xiao An.


" Memangnya kau tau racun apa yang mereka hirup?, Aku tebak kau tidak tau racun apa itu. Kau bukan alkemis kan?, Sudah jujur saja!!. Lalu biarkan kami saja yang mengobati mereka", ucap alkemis itu dengan angkuhnya.


"Aku tau semuanya!!, Aku tau racun apa itu dan aku tau cara mengobatinya. Mereka itu temanku dan aku sama sekali tidak mempercayaimu. Kau sendiri tidak tau racun apa itu. Bagaimana kau akan mengobati mereka?", Ucap Xiao An sedikit kesal.


" Sudahlah kak, lebih baik kita mengobati yang lainnya", ucap Xu Yuan.


" Ya kau benar. Dari pada berdebat dengannya, lebih baik aku segera mengobati mereka", ucap Xiao An sembari berjalan ke arah murid yang terluka dan memasukkan 1 pil kedalam mulut mereka.


" Apa yang kau lakukan?", Ucap alkemis itu.


" Aku sedang mengobati mereka. Dari pada kau yang hanya bisa melihat dan memeriksa mereka", ucap Xiao An.


Tiba-tiba seseorang masuk dan berbicara kepada Xiao An.


" Percuma saja kau mengobati mereka, racun yang berada di tubuh mereka sudah menyebar. Dan itu adalah racun ular putih yang cukup mematikan. Hanya kami yang mempunyai penawarnya. Jika kau ingin temanmu selamat, maka kau harus membayar sebesar 5 lembar uang kertas kepadaku. Atau jika kau tidak punya uang sebesar itu, maka mengalah lah di setiap pertandingan melawan akademi langit biru", ucap seorang tetua akademi langit biru.


" Hah?, Ha ha ha. Kau pikir aku akan melakukan itu demi mereka?, Pilku saja sudah cukup untuk menyembuhkan sekaligus mengembalikan energi mereka. Lalu, apa manfaat dari membeli penawar itu?, Oh, aku sedikit bingung", ucap Xiao An meledek tetua itu.


" Apa kau bilang?, 1 pil saja bisa menyembuhkan sekaligus mengembalikan energi?, Heh, kau bercanda", ucap tetua itu tidak percaya.


" Tidak, memang pil buatanku selalu yang terbaik", ucap Xiao An sedikit menyombongkan dirinya. Tetua itu tampak sangat kesal dan langsung pergi menghampiri para muridnya yang terluka. Alkemis itu pun pergi dengan kesal dan meninggalkan Xiao An dan Xu Yuan.


Beberapa saat kemudian, satu per satu dari murid akademi pedang surgawi pun bangun. Mereka tampak terkejut melihat Xiao An dan Xu Yuan yang berada di dekat mereka. Tak lama dari itu, sang tetua akademi pedang surgawi pun datang untuk menemui mereka.


"Haaaahh, syukurlah kalian sudah sadar. Aku pikir kalian tidak akan sadar secepat ini", ucap tetua itu.


' kenapa dia malah mengatakan semuanya?, Aku merasa, aku telah salah untuk membawanya bersamaku. Bagaimana aku memberi penjelasan?', batin Xiao An.


" Ya kan kak?", Lanjut Xu Yuan.


" I..iya, aku telah memberikan pil kepada mereka", ucap Xiao An.


" Terimakasih kau sudah merawat mereka. Jika tidak ada kau, mungkin mereka tak akan sadar secepat ini", ucap tetua itu.


" Ya, sama sama", ucap Xiao An singkat.


" Bagaimana keadaan kalian sekarang?, Apakah masih merasa pusing?, Atau apa?. Katakan saja!!", Ucap tetua itu.


" Aku merasa segar kembali", ucap salah satu murid.


" Ya, aku juga. Luka ku juga ikut sembuh", ucap salah satu murid.


" Bagus lah kalau begitu. Apakah kalian akan tetap disini atau pergi ke tempat istirahat akademi pedang surgawi?", Ucap tetua itu.


" Lebih baik kami kembali ke tempat istirahat akademi pedang surgawi", ucap salah satu murid.


"Baiklah, ayo!!. Dan untuk Xiao An, tolong jaga Tian Yue!!, Tampaknya dia belum sadar", ucap tetua itu lalu pergi.


Setelah tetua pergi, Tian Yue pun sadar. Xu Yuan menangis dan memeluk Tian Yue.


" Kakak, akhirnya kau bangun juga", ucap Xu Yuan sembari menangis.


" Eh, kenapa kau menangis?, Aku tidak apa apa", ucap Tian Yue.


" Dasar bodoh!!, Kenapa kau melakukan itu?, Bagaimana jika kau mati?, Siapa yang akan menemaniku lagi?", Ucap Xiao An dengan kesal.


" He he, iya aku minta maaf. Aku terpaksa melakukan itu. Lagi pula mereka juga sangat berusaha untuk memenangkan pertandingannya", ucap Tian Yue.


" Hmm, kau tetap disini atau ikut aku ke tempat istirahat akademi kita?", Ucap Xiao An.


" Baiklah, aku akan ikut", ucap Tian Yue dan kemudian, mereka pun pergi.



Visual Xu Yuan.



Visual Xun Er.



Visual Tian Yue.



Visual Bai Xu Kai.



Visual Xu Ge



Visual Luo Xiao Ning ( kakak Xiao Shi )